PERNYATAAN PARA ULAMA’ ISLAM TENTANG SYI’AH RAFIDHAH 2

Berkata syaikhul islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah rahmatan wasi’ah: “Ahlul ilmi telah sepakat secara nukilan, riwayat dan sanad bahwa rafidhah adalah kelompok yang paling berdusta dan kedustaan mereka (telah dikenal) sejak dahulu. Oleh karenanya para ulama’ islam mengetahui keunggulan mereka dengan banyaknya berdusta.”

Berkata Asyhab bin Abdul ‘Aziz: “Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang rafidhah maka beliau menjawab: jangan kamu ajak bicara mereka dan jangan meriwayatkan dari mereka karena mereka adalah pendusta.” Beliau juga berkata: “siapa yang berani mencela shahabat rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak ada bagian baginya dalam islam.” Read more »

Kasyfu Syubhat adalah kitab yg Mengungkap Kebathilan Argumen Penentang Tauhid(2)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –Rahimahullah- Berkata dalam Kitab Kasyfu Syubhat :

Kemudian apabila dia mengatakan:‎

‎“Saya tidak menyembah kecuali kepada Allah, ‎sedangkan berlindung kepada orang-orang shalih dan ‎berdo’a kepada mereka semacam ini bukanlah ibadah”.‎

Maka, katakan kepadanya: “bukankah kamu ‎mengakui, bahwasanya Allah telah mewajibkan ‎kepadamu pemurnian ibadah hanya untuk-Nya, dan ‎itu merupakan hak Dia atas kamu? Jika dia ‎menjawab: ya, maka katakan padanya: “Coba ‎terangkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan ‎kepadamu, yaitu: keikhlasan, kemurnian beribadah ‎hanya untuk Allah semata, dan itu merupakan hak ‎Allah atas kamu.” ‎ Read more »

Kasyfu Syubhat adalah kitab yg Mengungkap Kebathilan Argumen Penentang Tauhid(1)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab-Rahimahullah- Berkata dalam kitab Kasyfu Syubhat:

Saya akan menuturkan kepada anda beberapa hal([1]) yang sudah disebut oleh Allah dalam kitab-Nya sebagai jawaban terhadap suatu ucapan yang dipakai hujjah oleh orang-orang musyrik pada zaman kami(yang ditujukan) kepada kami. Maka, kami akan katakan: Jawaban untuk para pengikut kebatilan itu ada dua cara:

1-Mujmal (secara global)

2-Mufashshal (secara terperinci). Read more »

Dakwah Imamus Sunnah, Muhammad bin Abdul Wahhab

Berawal dari dakwah yang dikembangkan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu, negeri Najd dan sekitarnya berkembang menjadi negeri tauhid yang diliputi ketentraman, setelah keterpurukan agama dan keterbelakangan sosial menggayuti negeri ini. Namun hal ini justru dianggap sebagai ancaman besar bagi Daulah Utsmaniyah yang banyak dipengaruhi aqidah Sufi.

Pengetahuan tentang sejarah Najd dan negeri-negeri di sekitarnya sangatlah penting untuk diketahui setiap muslim dalam rangka mengenal hakekat sebenarnya dari dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu, di mana fakta dan sejarah tentang dakwah beliau telah banyak diputarbalikan oleh ahlul batil hingga kini, baik dari kalangan Syi’ah Rafidhah, Tashawwuf, ataupun kaum hizbiyyin dari kalangan neo Khawarij, baik dari kelompok Hizbut Tahrir ataupun yang lainnya. Read more »

Tafsir Ibnu Katsir: Salah Satu Kitab Tafsir Al Qur’an Terbaik

Sesungguhnya memahami Kalamullah adalah cita-cita yang paling mulia dan taqarrub (pendekatan diri kepada Allah) yang paling agung. Amalan ini telah dilakukan shahabat, tabi’in dan murid-murid mereka yang menerima dan mendengar langsung dari guru-guru mereka. Kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya yang mengikuti jejak mereka hingga hari kiamat. Read more »

Hakekat Abu Bakar dan Umar di mata Ja’far Ash-Shadiq

Abu Bakar dan Umar merupakan dua khalifah rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Sejarah membuktikan bahwa keduanya adalah manusia yang paling mulia setelah rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, sekian banyak riwayat menjelaskan tentang keutamaan keduanya, maka tidak heran jika ternyata kaum muslimin menempatkan keduanya di tempat yang mulia. Read more »

Abu Hurairah (wafat 57 H)

Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist Nabi Shallallahu alaihi wassalam , ia meriwayatkan hadist sebanyak 5.374 hadist.

Abu Hurairah memeluk Islam pada tahun 7 H, tahun terjadinya perang Khibar, Rasulullah sendirilah yang memberi julukan “Abu Hurairah”, ketika beliau sedang melihatnya membawa seekor kucing kecil. Julukan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam itu semata karena kecintaan beliau kepadanya. Read more »

Abbas bin Abdul Muthalib (wafat 32 H/653 M)

Nama sebenarnya adalah Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim, ia adalah seorang paman Nabi Shallallahu alaihi wassalam, dengan nama panggilan Abu Fadhel, ia termasuk pemukan Quraisy baik semasa jahililliyah maupun setelah Islam, ia memeluk Islam sebelum Hijrah secara diam diam dan tetap berdiam di Makkah guna dapat mengirimkan berita tentang kaum Musryikin kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.

Dia sempat mengikuti perang Hunain bersama Rasulullah dan termasuk pertahanan yang paling kuat, ia ikut rombongan Anshar dalam Baiat Akabah. Ia adalah paman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dan salah seorang yang paling akrab dihatinya dan yang paling dicintainya. Karena itu, beliau senantiasa berkata menegaskan, “Abbas adalah saudara kandung ayahku. Barangsiapa yang menyakiti Abbas sama dengan menyakitiku.“ Read more »

AKIBAT MELANGGAR KETENTUAN ALLAH

Allah berfirman: “Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”
Para pembaca rahimakumullah
Allah subhanahu wata’ala adalah Dzat yang maha mengetahui segala sesuatu baik yang telah, akan atau sedang terjadi. Demikian pula Allah subhanahu wata’ala Maha hikmah didalam menentukan setiap perkara. Tidaklah Allah menentukan suatu hukum pasti itu bersumber dari pengetahuan-Nya yang luas dan terkandung didalamnya hikmah yang banyak baik yang kita ketahui maupun tidak. Read more »

Hamzah bin Abdul Mutalib (wafat 3 H)

Nama sebenarnya Hamzah bin Abdul Muthalib bin Hasyim, seorang paman Nabi dan saudara sepersusuannya. Dia memeluk Islam pada tahun kedua kenabian, Ia Ikut Hijrah bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan ikut dalam perang Badar, dan meninggal pada saat perang Uhud, Rasulullah menjulukinya dengan “Asadullah” (Singa Allah) dan menamainya sebagai “Sayidus Syuhada”. Read more »