SYI’AH MENGHALALKAN ZINA

Jika kaum muslimin memiliki pandangan bahwa pernikahan yang sah menurut syariat Islam merupakan jalan untuk menjaga kesucian harga diri mereka, maka kaum Syi’ah Rafidhah memiliki pandangan lain. Perzinaan justru memiliki kedudukan tersendiri di dalam kehidupan masyarakat mereka. Bagaimana tidak, perzinaan tersebut mereka kemas dengan nama agama yaitu nikah mut’ah. Tentu saja mereka tidak ridha kalau nikah mut’ah disejajarkan dengan perzinaan yang memang benar-benar diharamkan Allah ‘azza wa jalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kenyataan-lah yang akan membuktikan hakekat nikah mut’ah ala Syi’ah Rafidhah.

Definisi Nikah Mut’ah
Nikah mut’ah adalah sebuah bentuk pernikahan yang dibatasi dengan perjanjian waktu dan upah tertentu tanpa memperhatikan perwalian dan saksi, untuk kemudian terjadi perceraian apabila telah habis masa kontraknya tanpa terkait hukum perceraian dan warisan. (Syarh Shahih Muslim hadits no. 1404 karya An-Nawawi dengan beberapa tambahan)

Hukum Nikah Mut’ah
Pada awal tegaknya agama Islam nikah mut’ah diperbolehkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam beberapa sabdanya, di antaranya hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu dan Salamah bin Al-Akwa’ radhiyallahu ‘anhu: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui kami kemudian mengizinkan kami untuk melakukan nikah mut’ah.” (HR. Muslim)
Al-Imam Al-Muzani rahimahullah berkata: “Telah sah bahwa nikah mut’ah dulu pernah diperbolehkan pada awal-awal Islam. Kemudian datang hadits-hadits yang shahih bahwa nikah tersebut tidak diperbolehkan lagi. Kesepakatan ulama telah menyatakan keharaman nikah tersebut.” (Syarh Shahih Muslim hadits no. 1404 karya An-Nawawi)
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia! Sesungguhnya aku dulu pernah mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Namun sekarang Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan nikah tersebut sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)

Adapun nikah mut’ah yang pernah dilakukan beberapa sahabat di zaman kekhalifahan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu dan Umar radhiyallahu ‘anhu, maka hal itu disebabkan mereka belum mendengar berita tentang diharamkannya nikah mut’ah selama-lamanya. (Syarh Shahih Muslim hadits no. 1405 karya An-Nawawi)

Gambaran Nikah Mut’ah di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Di dalam beberapa riwayat yang sah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jelas sekali gambaran nikah mut’ah yang dulu pernah dilakukan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Gambaran tersebut dapat dirinci sebagai berikut:
1. Dilakukan pada saat mengadakan safar (perjalanan) yang berat seperti perang, bukan ketika seseorang menetap pada suatu tempat. (HR. Muslim hadits no. 1404)
2. Tidak ada istri atau budak wanita yang ikut dalam perjalanan tersebut. (HR. Bukhari no. 5116 dan Muslim no. 1404)
3. Jangka waktu nikah mut’ah hanya 3 hari saja. (HR. Bukhari no. 5119 dan Muslim no. 1405)
4. Keadaan para pasukan sangat darurat untuk melakukan nikah tersebut sebagaimana mendesaknya seorang muslim memakan bangkai, darah dan daging babi untuk mempertahankan hidupnya. (HR. Muslim no. 1406)

Nikah Mut’ah menurut Tinjauan Syi’ah Rafidhah
Dua kesalahan besar telah dilakukan kaum Syi’ah Rafidhah ketika memberikan tinjauan tentang nikah mut’ah. Dua kesalahan tersebut adalah:
A. Penghalalan Nikah Mut’ah yang Telah Diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya
Bentuk penghalalan mereka nampak dari kedudukan nikah mut’ah itu sendiri di kalangan mereka. Ash-Shaduq di dalam kitab Man Laa Yahdhuruhul Faqih dari Ash-Shadiq berkata: “Sesungguhnya nikah mut’ah itu adalah agamaku dan agama pendahuluku. Barangsiapa mengamalkannya maka dia telah mengamalkan agama kami. Sedangkan barangsiapa mengingkarinya maka dia telah mengingkari agama kami dan meyakini selain agama kami.”
Di dalam halaman yang sama, Ash-Shaduq mengatakan bahwa Abu Abdillah pernah ditanya: “Apakah nikah mut’ah itu memiliki pahala?” Maka beliau menjawab: “Bila dia mengharapkan wajah Allah (ikhlas), maka tidaklah dia membicarakan keutamaan nikah tersebut kecuali Allah tulis baginya satu kebaikan. Apabila dia mulai mendekatinya maka Allah ampuni dosanya. Apabila dia telah mandi (dari berjima’ ketika nikah mut’ah, pen) maka Allah ampuni dosanya sebanyak air yang mengalir pada rambutnya.”
Bahkan As-Sayyid Fathullah Al Kasyaani di dalam Tafsir Manhajish Shadiqiin 2/493 melecehkan kedudukan para imam mereka sendiri ketika berdusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa melakukan nikah mut’ah satu kali maka derajatnya seperti Al-Husain, barangsiapa melakukannya dua kali maka derajatnya seperti Al-Hasan, barangsiapa melakukannya tiga kali maka derajatnya seperti Ali radhiyallahu ‘anhu, dan barangsiapa melakukannya sebanyak empat kali maka derajatnya seperti aku.”

B. Betapa Keji dan Kotor Gambaran Nikah Mut’ah Ala Syi’ah Rafidhah
1. Akad nikah
Di dalam Al Furu’ Minal Kafi 5/455 karya Al-Kulaini, dia menyatakan bahwa Ja’far Ash-Shadiq pernah ditanya seseorang: “Apa yang aku katakan kepada dia (wanita yang akan dinikahi, pen) bila aku telah berduaan dengannya?” Maka beliau menjawab: “Engkau katakan: Aku menikahimu secara mut’ah berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya, namun engkau tidak mendapatkan warisan dariku dan tidak pula memberikan warisan apapun kepadaku selama sehari atau setahun dengan upah senilai dirham demikian dan demikian.” Engkau sebutkan jumlah upah yang telah disepakati baik sedikit maupun banyak.” Apabila wanita tersebut mengatakan: “Ya” berarti dia telah ridha dan halal bagi si pria untuk menggaulinya. (Al-Mut’ah Wa Atsaruha Fil-Ishlahil Ijtima’i hal. 28-29 dan 31)

2. Tanpa disertai wali si wanita
Sebagaimana Ja’far Ash-Shadiq berkata: “Tidak apa-apa menikahi seorang wanita yang masih perawan bila dia ridha walaupun tanpa ijin kedua orang tuanya.” (Tahdzibul Ahkam 7/254)

3. Tanpa disertai saksi (Al-Furu’ Minal Kafi 5/249)

4. Dengan siapa saja nikah mut’ah boleh dilakukan?
Seorang pria boleh mengerjakan nikah mut’ah dengan:
– wanita Majusi. (Tahdzibul Ahkam 7/254)
– wanita Nashara dan Yahudi. (Kitabu Syara’i’il Islam hal. 184)
– wanita pelacur. (Tahdzibul Ahkam 7/253)
– wanita pezina. (Tahriirul Wasilah hal. 292 karya Al-Khumaini)
– wanita sepersusuan. (Tahriirul Wasilah 2/241 karya Al-Khumaini)
– wanita yang telah bersuami. (Tahdzibul Ahkam 7/253)
– istrinya sendiri atau budak wanitanya yang telah digauli. (Al-Ibtishar 3/144)
– wanita Hasyimiyah atau Ahlul Bait. (Tahdzibul Ahkam 7/272)
– sesama pria yang dikenal dengan homoseks. (Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 54)

5. Batas usia wanita yang dimut’ah
Diperbolehkan bagi seorang pria untuk menjalani nikah mut’ah dengan seorang wanita walaupun masih berusia sepuluh tahun atau bahkan kurang dari itu. (Tahdzibul Ahkam 7/255 dan Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 37)

6. Jumlah wanita yang dimut’ah
Kaum Rafidhah mengatakan dengan dusta atas nama Abu Ja’far bahwa beliau membolehkan seorang pria menikah walaupun dengan seribu wanita karena wanita-wanita tersebut adalah wanita-wanita upahan. (Al-Ibtishar 3/147)

7. Nilai upah
Adapun nilai upah ketika melakukan nikah mut’ah telah diriwayatkan dari Abu Ja’far dan putranya, Ja’far yaitu sebesar satu dirham atau lebih, gandum, makanan pokok, tepung, tepung gandum, atau kurma sebanyak satu telapak tangan. (Al-Furu’ Minal Kafi 5/457 dan Tahdzibul Ahkam 7/260)

8. Berapa kali seorang pria melakukan nikah mut’ah dengan seorang wanita?
Boleh bagi seorang pria untuk melakukan mut’ah dengan seorang wanita berkali-kali. (Al-Furu’ Minal Kafi 5/460-461)

9. Bolehkah seorang suami meminjamkan istri atau budak wanitanya kepada orang lain?
Kaum Syi’ah Rafidhah membolehkan adanya perbuatan tersebut dengan dua model:
a. Bila seorang suami ingin bepergian, maka dia menitipkan istri atau budak wanitanya kepada tetangga, kawannya, atau siapa saja yang dia pilih. Dia membolehkan istri atau budak wanitanya tersebut diperlakukan sekehendaknya selama suami tadi bepergian. Alasannya agar istri atau budak wanitanya tersebut tidak berzina sehingga dia tenang selama di perjalanan!!!
b. Bila seseorang kedatangan tamu maka orang tersebut bisa meminjamkan istri atau budak wanitanya kepada tamu tersebut untuk diperlakukan sekehendaknya selama bertamu. Itu semua dalam rangka memuliakan tamu!!!
(Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 47)

10. Nikah mut’ah hanya berlaku bagi wanita-wanita awam. Adapun wanita-wanita milik para pemimpin (sayyid) Syi’ah Rafidhah tidak boleh dinikahi secara mut’ah. (Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 37-38)

11. Diperbolehkan seorang pria menikahi seorang wanita bersama ibunya, saudara kandungnya, atau bibinya dalam keadaan pria tadi tidak mengetahui adanya hubungan kekerabatan di antara wanita tadi. (Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 44)

12. Sebagaimana mereka membolehkan digaulinya seorang wanita oleh sekian orang pria secara bergiliran
. Bahkan, di masa Al-‘Allamah Al-Alusi ada pasar mut’ah, yang dipersiapkan padanya para wanita dengan didampingi para penjaganya (germo). (Lihat Kitab Shobbul Adzab hal. 239)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu Menentang Nikah Mut’ah
Para pembaca, bila kita renungkan secara seksama hakikat nikah mut’ah ini, maka tidaklah berbeda dengan praktek/transaksi yang terjadi di tempat-tempat lokalisasi. Oleh karena itu di dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan tentang penentangan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu –yang ditahbiskan kaum Syi’ah Rafidhah sebagai imam mereka- terhadap nikah mut’ah. Beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang nikah mut’ah dan daging keledai piaraan pada saat perang Khaibar.” Beliau (Ali radhiyallahu ‘anhu) juga mengatakan bahwa hukum bolehnya nikah mut’ah telah dimansukh atau dihapus sebagaimana di dalam Shahih Al-Bukhari hadits no. 5119.

Wallahu A’lam Bish Showab.

Sumber: Buletin Islam Al Ilmu Edisi 33/IV/II/1425, Ma’had As Salafy Jember. dengan judul asli Syi’ah dan Mut’ah

http://www.assalafy.org/al-ilmu.php?tahun2=31

27 Tanggapan

  1. dasar loe salafi goublog. lagi sakit hati ya? kasiaaan deh lou! terusin deh fitnahnye.

    HAULASYIAH
    Insya Allah, akan kami bongkar terus fitnah-fitnah syi’ah sampai ke akar-akarnya.

  2. ah yang bener aja

  3. Subhanallooh parah banget………….

  4. semoga Alloh melaknat kaum syi’ah di dunia & akhirat.

    haulasyiah
    lebih bagus lagi kalau kita do’akan mereka agar mendapat petunjuk ke jalan yang lurus

  5. gue masih awam. Kebenaran hanya disisi Allah. Semoga tulisan ini ada benarnya dan bermanfaat.

  6. Semoga Allah memberikan pencerahan kepada mereka, dan kita mendapat petunjuk Nya dan bimbingan Nya.

  7. Coba, di cek kebenarannya, dengan cara antum pergi ke Iran. Apa benar orang syiah (Iran) melakukan seperti itu. Jangan-jangan hadist-hadist tersebut palsu, atau lemah..

    Sama seperti di Suni, di Syiah pun hadist ada yang shahih atau dhoif

    —haulasyiah—
    Alhamdulillah, kami Ahlussunnah tidak pernah berbicara dengan hawa nafsu, semua yang kami sampaikan merupakan kesimpulan yang terabadikan dalam kitab-kitab mereka kaum syi’ah. Ngapain jauh-jauh ke Iran, bukankah di Indonesia juga banyak di praketekan. kita sering mendengar wanita-wanita memakai hijab akan tetapi terserang penyakit kelamin. na’udzubillahi min dzalik

  8. kan ku mut’ah i semua wanita seluruh dunia…………………….. he he he asyik kan

    —haulasyiah—
    he he he asyik sesaat, sengsara di akhirat.

  9. Kalo di indonesia itu kawin kontrak ya enak banget kontrak abis pindah kontrak lagi ada yg bulanan engak?

    —haulasyiah—
    mungkin ada mas, tanya aja di lokalisasi yang harian juga ada tapi setelah itu siap-siap di rajam, gimana?

  10. Masya Alloh, kok sampeyan ndak takut ngumbar fitnah.
    Logika aja, lha masa iya kalo sebejat yg sampeyan katakan madzhab syi’ah kok masih bisa bertahan sampe sekarang bahkan semakin jaya??
    Apakah mereka tidak punya kaum wanita ? Tidak punya ibu?

    Nas’alulloh taufiq, kami bukan mengumbar fitnah, tapi hanya sekedar menjelaskan bahwa inilah aqidah dan manhaj mereka, yang kami suguhkan kepada pembaca diatas ya kami nukil dari kitab-kitab mereka.

    Kalo kebenaran diklaim sbg milik kaum Sunni coba lihatlah apa yg bisa dibanggakan dari kaum Sunni saat ini? Terpuruk, menjadi penjilat negara-2 Barat.

    Alhamdulillah Ahlussunnah bukanlah seperti yang anda ucapkan, mereka adalah umat yang sangat benci dengan orang-orang kafir, jangan jangan anda yang ngumbar fitnah?!

    Kenyataan aja, siapa yg berada paling depan berhadapan dg kaum kafir Barat saat ini?
    Saya seorang penganut Ahlussunnah, tapi saya malu dg kelakuan saudara saya yg menohok saudara muslimnya sendiri. Seribu tahun sudah berlalu masih saja kita tidak bosan-2nya meributkan aqidah mereka.

    yang kami lakukan ini hanya semata-mata menjalankan wasiat kanjeng nabi: “agama adalah nasehat… bagi setiap muslimin” ya…. agar saudara saya tidak terjatuh ke dalam jurang kebinasaan.
    “Tidak sempurna iman seseorang, sehingga dia senang saudaranya mendapatkan kebaikan sebagaimana dia senang jika dirinya mendapatkan kebaikan”.

  11. Mungkin ada baiknya baca ini

    —haulasyiah—
    tidak bisa yang kami sampaikan kecuali ucapan nabi:
    “Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia! Sesungguhnya aku dulu pernah mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Namun sekarang Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan nikah tersebut sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)
    jadi perlu dipahami, yang mengharamkan bukan semata Ijtihad Umar, bukan pula Ali, tapi rasul sang utusan Rabbul alamin. keselamatan bagi setiap peniti kebenaran.

  12. Jika nikah mut’ah sudah dilarang Rasulullah SAW,mengapa ayat (An-Nisa 24) tentang mut’ah tidak dihapus?
    Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An Nisa 24).
    saya ingin menggarisbawahi dari surat tsb “mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina” itulah yang dinamakan mut’ah
    Bihaqqi Muhammadin wa aali Muhammad…

    —haulasyiah—
    Allah berfirman didalam Al Qur’an:
    Ayat mana saja yang Kami mansukhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Al Baqarah:106)
    dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa memang benar terjadinya nasikh dan mansukh dalam Al Qur’an, hal ini bisa terjadi dengan salah satu dari beberapa perkara:
    1. Hukumnya dihapus ayatnya tetap ada.
    2. Ayatnya dihapus hukumnya tetap ada. Seperti ayat rajam
    3. Dihapus ayat dan hukumnya, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Abu Umamah.
    lihat selengkapnya, tafsir Al Baghawi, hal.17

    Maka perkara Mut’ah masuk pada bagian pertama. wallahu a’lam

  13. oiii oiii oiii rafidhah besihkan mata kalian trus liat baek2 dibawah ini…
    bila perlu pake kaca pembesar… hahaha

    Dari Abdullah bin Sinan,dia berkata: Saya bertanya kepada Abu Abdullah Alaihis Salam tentang mut’ah, maka dia menjawab, “Janganlah kotori dirimu dengannya.”
    (Bihar Al-Anwar, 100/318).

    Abu Abdullah mengecam dan memperingatkan dua orang sahabatnya dari melakukan mut’ah. Lalu dia berkata.
    “Tidakkah salah seorang di antara kamu malu melihat rendahnya derajat orang yang melakukan mut’ah?
    Hal itu ditujukan kepada saudara-saudara dan sahabat-sahabatnya yang shalih.
    (Al-Furu’,2/44, WasailAsy-Syiah, 14/450).

    Ketika Ali bin Yaqthin bertanya kepada Abu Hasan. Alaihis Salam tentang mut’ah, dia menjawabnya,
    “Apa hubungan kamu dengan perbuatan itu? Sesungguhnya Allah telah membuat kamu tidak membutuhkannya.”
    (Al-Furu’, 2,1 43, Al-Wasail, 14/449).

    ntu hadits diatas berdasarkan kitab syiah lho…
    maka nya rafidhah, dengerin cakap Imam ente…!!!
    ente slalu membangkang perintah imam seh…

    kalo kaum syiah masi membangkang jg, maka benar lah ap yg dikatakan Imam Husain :
    “Allah s.w.t. tidak menurunkan ayat tentang orang-orang munafik, melainkan ke atas orang-orang yang mengaku sebagai sebagai Syi’ah.”
    (Rijaalu al-Kaasyi; hal. 254).

  14. eh ”mas shame on you’…..antum jangan cuma pake otak antum yang kecil dan sedikit ya… tau ngga sahabat Ali bin abi thalib radhiyallahu ‘anhu pernah bersabda, ” jika agama ini hanya berdasarkan akal semata, tentunya khuf yang dibasuh pada saat berwudhu adalah bagian bawahnya (karena kotor), tapi ternyata rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam membasuh bagian bawanya”…

  15. ALQURAN 2:241
    kepada wanita wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) MUT’AH menurut yang ma’ruf (baik, adil, wajar dll) sebagai kewajiban untuk mereka yang bertaqwa.

    ALQURAN 33:28
    Hai Nabi, katakanlah kepada istri istri kamu: “Jika kamu semua menghendaki kehiduban dunia ini dan perhiasannya, maka kemarilah supaya aku memberikan MUT’AH dan aku cerikan dengan cara yang baik

    ALQURAN 2:236
    Tidak ada kewajiban untuk membayar upah atas kamu; jika kamu menceraikan istri istri kamu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan upahnya; dan kamu wajib memberikan MUT’AH kepada mereka. Orang kaya sesuai dengan kemampuannya dan orang miskin sesuai dengan kemampuannya yang demikian merupakan kewajiban untuk mereka yang bertaqwa.

    Masih banyak lagi ayat AlQuran tentang Nikah Mut’ah. ALLAH adalah Tuhan yang maha mengetahui dan maha pintar; sehingga ALLAH mengajarkan Nikah Mut’ah.

    Kaum Syiah beriman kepada ALLAH; sehingga Kaum Syiah dapat menerima Nikah Mut’ah dengan tulus hati.

    Kaum Sunni tidak beriman kepada ALLAH; sehingga Kaum Sunni menolak keras Nikah Mut’ah.

    Kaum Sunni tidak mengerti Islam dengan baik dan benar; sehingga Nikah Mut’ah disamakan dengan Nikah Misyar. Padahal Nikah Misyar tidak sama dengan Nikah Mut’ah.

    Nikah Mut’ah adalah pernikahan yang terbaik karena diajarkan langsung oleh ALLAH dan dilakukan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat.

    Kaum Sunni selalu mengarang kebohongan2 tentang Nikah Mut’ah. Padahal Nikah Mut’ah diajarkan langsung oleh ALLAH dan diwajbikan kepada orang2 yang beriman.

    Nikah Mut’ah tidak seburuk dengan yang digambarkan oleh Kaum Sunni; karena Nikah Mut’ah adalah Nikah yang terbaik di dunia ini.

    —haulasyiah—
    Kalau memang nikah mut’ah dari Rasulullah dan nikah mut’ah adalah jenis nikah yang terbaik di dunia ini. ada pertanyaan:

    0. Pernakah Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk melakukan mut’ah???
    1. Pernakah Rasulullah melakukan mut’ah?
    2. Pernakah Sayyidah Fathimah di mut’ah atau minta di mut’ah???
    3. Pernakah Imam Ali melakukan mut’ah dan memerintahkan kaum muslimat ketika itu untuk melakukannya?
    4. Pernakah Imam Hasan dan Husein melakukan mut’ah???

    Perlu diketahui mereka semua adalah Ahlul bait yang sangat bersemangat mengerjakan kebaikan, kalau memang nikah mut’ah adalah sebuah kebaikan tentu mereka akan mencontohkan. Gimana Pak Haji?

  16. Assalamualaikjm

    Kaum Sunni percaya bahwa ALLAH adalah Tuhan yang tolol dan yang bodoh; sehingga ALLAH membuat kesalahan yaitu mewajibkan Nikah Mut’ah kepada orang2 yang beriman.

    Kaum Sunni percaya bahwa Nikah Mut’ah telah dibatalkan oleh ALLAH karena kesalahan ALLAH sendiri dan kerena kebodohan ALLAH sendiri. Padahal Nikah Mut’ah dibatalkan oleh Umar ibn Khattab setelah Rasulullah wafat.

    —haulasyiah—
    Pak Haji, makin lama sepertinya kok makin tidak nyambung. Perlu diketahui bahwa tidaklah Allah menurunkan sebuah syari’at dan tidak pula menghapusnya kecuali karena ke-mashlahat-an. ….
    Tapi untuk yang ini kami beri kesempatan pembaca terlebih dahulu untuk menjawabnya………..

  17. MOHON IZIN KOMENTAR YA AKHI……

    @HAJI MUHAMMAD ABDULLAH…..

    ALLAH MENURUNKAN AL QUR’AN SEBAGAI PENYEMPURNA KITAB-KITAB SEBELUMNYA DAN ALLAH TELAH MENJAGANYA.

    APAKAH KALIAN JUGA AKAN MENUDUH MUHAMMAD BAHWA BELIAU MENGANGGAP ALLAH ADALAH TUHAN SEPERTI YANG KAMU OCEHKAN ITU LANTARAN MENURUNKAN AL QUR’AN…SETELAH ALLAH MENURUNKAN INJIL DAN KITAB-KITAB SEBELUMNYA.

    YANG PERLU MENJADI CATATAN: HASIL DARI SYARI’AH SESAT AGAMA SYI’AH…BANYAK BAPAK MENGUMPULI ANAK PEREMPUANNYA…BAHKAN CUCUNYA…..BANYAK LAKI-LAKI MENGUMPULI IBUNYA….DAN SAUDARA MENGUMPULI SAUDARA YANG LAINNYA YANG MASIH MAHRAM

    PADAHAL ALLAH DAN RASULNYA TELAH MENGHARAMKAN PERNIKAAN ANTARA BAPAK DAN ANAK PEREMPUANNYA….LAKI-LAKI DAN IBUNYA SAUDARA LAKI-LAKI DAN SAUDARA PEREMPUANNYA…DAN ANTAR MAHRAH YANG SEMISAL.

    PAK HAJI APAKAH ANDA DOYAN MAKAN ANAK ANDA SENDIRI DENGAN ALASAN MUT’AH…NAUDZUBILLAHI MIN DZALIK….

    MASUKLAH KEMBALI DALAM ISLAM….JIKALAU MEMANG KALIAN TIDAK DISELIMUTI NAFSU SETAN

  18. Assalamu’alaikum

    Sesungguhnya kebenaran hanya milik ALLAH SWT semata, janganlah menyesatkan golongan lain atau merasa benar. Saya adalah seorang sunni, dari keluarga sunni, tapi saya mengakui keberadaan syiah.
    Ada juga beberapa dari syiah menganggap sunni itu bejat atau sesat, tapi tolong… bukan Syiah atau Sunni yg sesat, mungkin saja oknum dari Syiah atau Sunni.
    Seperti saya secara pribadi sangat tidak menyukai polisi, saya beranggapan negatif terhadap polisi, itu dikarenakan pengalaman saya yg selalu melihat kenyataan bahwa polisi itu tidak baik, tapi saya sadar bahwa tidak semua polisi begitu, hanya oknumnya saja.
    Jika memang kita semua mencari kebenaran di sini, alangkah baiknya kita melihat segala sesuatu dari berbagai sudut, tidak hny dari sudut Syiah atau Sunni. Karna itu pula Allah menganugrahi kita 2 mata dan 2 telinga, sedangkan hanya 1 mulut. Smoga kita semua disini bisa lebih bijak dalam berpendapat.
    Saya tau ini group dari Sunni, sama saja dari beberapa group di Syiah juga ada yg menjelek2an Sunni.. tapi itu hanya oknum. Jgn karna persoalan Sunni-Syiah kita menjadi bahan tertawaan bagi orang2 ANTI ISLAM.
    Afwan jika tidak berkenan..

    Wassalam

    —haulasyiah—
    Mudah2an anda bisa sabar membaca satu persatu artikel yang ada di blog ini, biar bisa mengerti apakah kesesatan syi’ah hanya dilakukan oleh oknum atau dari ajaran dasarnya? Barakallahu fiikum

  19. ITU KAN SYIAH RAFIDHAH KAAAAAN?????????????????

    saya harap info diatas tidak men-genelarisir ke semua shia…

    —- haulasyiah —-
    Demikian pula syi’ah yang tersebar di indonesia membolehkan nikah mut’ah. Mungkin anda bisa membaca komentar mereka dan para pendukungnya di blog ini, yang menunjukkan bahwa syi’ah Indonesia juga menghalalkan mut’ah. Wallahul musta’an

  20. kalau nikah mut’ah itu MENURUT “HADIST” (yg gak tau dhoif ato gak) itu sudah dilarang…………………..

    lantas mengapa di AL QURAN masih ada ayat yang membolehkan nikah mut’ah… (Quran 4:24)

    apakah kalian lebih mengutamakan hadist..”yang bersumber dari manusia… ke manusia…” daripada AL QURAN… yang bersumber langsung dari ALLAH”

    — haulasyiah —-
    Untuk hadits yang melarang nikah mut’ah sampai hari kiamat jelas shahihnya, adapun ayat yang anda sebutkan tidaklah menerangkan tentang mut’ah. Coba anda baca keterangan ahli tafsir terkemuka dan terpercaya terdahulu, tema ini juga sudah kami angkat. Bisa dibaca di sini

  21. Demi Alloh, saya bisa tahu kesesatan syiah lebih dalam dari artikel anda. sebelumnya saya tidak tahu sama sekali bahwa syiah se’menyimpang’ itu. Memang artikel-artikel anda tidak sempurna, tapi saya bisa menyambangi website, blog-blog serupa bahkan tayangan karya sunni di youtube yang lebih detail, semua dikarenakan anda. Maju terus haulasyiah. Alloh bersama kita.

  22. bismillah,mudah2an kita semua tdk termasuk orang2 itu,,aamien…….!!!!!!!

  23. ya allah tunjukanlah mana yang benar dari mu…

  24. iiiihhhhh….syi’ah takut,kenapa masih ada juga org yg bangga punya agama syi’ah…..padahal udah nyata sesat laknatullah alaihi

  25. beberapa jam lalu saya chat dengan islam sunni di iran… mereka mengatakan islam syiah di iran 70%…sisanya islam sunni… islam sunni di iran hidupnya di persulit… di susahkan oleh islam syiah di sana… makanya saya buka web site ini untuk lebih banyak mengetahui.. ternyata keterangan teman saya yang berwarga negara iran islam sunni sama dengan berita2 yang saya baca di blogsite ini…🙂 alhamdulillah saya di beri petunjuk… tetang seorang pemimpin ahmadinejad yang selama ini saya kagumi ternyata saya salah… teman saya itu jg mengatakan ahmadinejad adalah pembohong besar dan pembunuh… juga sebagai penjahat perang… syiah adalah mushrek menurut teman saya di iran itu… islam syiah sendiri di iran sangat membenci indonesia karena minoritas islam sunni… jadi sebagai warga negara indonesia yang islam sunni berhati hatilah… dengan serangan islam syiah yang akan mempengaruhi keyakinan kita…🙂 trimsss

  26. apakah smwa syiah itu rafhidoh?

    ‘Penghalalan Nikah Mut’ah yang Telah Diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya’

    jngn asal sebut.kalau kalian liat fakta sejarah siapakah yang melarang nikah mut’ah itu???
    UMAR BIN KHOTOB. n liatlah komentar para sahabat saat umar mengharamkan n menghukum orang” yang melakukan nikah mut’aah?
    siapa yang salah?

    bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa melakukan nikah mut’ah satu kali maka derajatnya seperti Al-Husain, barangsiapa melakukannya dua kali maka derajatnya seperti Al-Hasan, barangsiapa melakukannya tiga kali maka derajatnya seperti Ali radhiyallahu ‘anhu, dan barangsiapa melakukannya sebanyak empat kali maka derajatnya seperti aku.”
    hadist ini g ada d kitab” syiah sendiri. lalu drimna kalian dapatkan hadist itu?

    —haulasyiah—-
    ya sudah gini saja pak biar gk panjang lebar. saya mau tanya

    Berapa kali rasul mut’ah? pernah atau tidak?
    beraka kali ali mut’ah? pernah atau tidak?
    beraka kali fatimah mut’ah? udah berapa laki-laki yg mut’ah dgn fatimah?

    Sungguh keji jika kalian berani mengatakan fathimah tidur dengan lelaki laki selain Ali,, sungguh keji jika kalian berani bilang Ali bolak balik nikah mut’ah..
    jika ternyata mrk tdk pernah mut’ah, lalu kebiasaan siapa yg kalian tiru?

    * butuh jawaban yg jelas, yg tidak keluar dari tema…

  27. Sulit bahKan mustahil menjelaskan pada orang yang tidak mendapatkan hidayah,berpalinglah dari mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: