SHALAT RAGHAIB DI BULAN RAJAB

Shalat raghaib adalah shalat yang dilakukan pada bulan rajab, shalat ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana yang dijelaskan di dalam beberapa hadits. Akan tetapi, bagaimanakah keabsahan hadits tersebut? Berikut ini penuturan para ulama’ islam yang tidak diragukan lagi keilmuwanya . semoga kita dapat mengambil manfaat dari tulisan yang singkat ini…

Al-Imam Abu Bakr Ath-thurthusi menyebutkan bahwa Abu Muhammad Al-Maqdisi berkata: “Adapun shalat rajab tidak pernah ada dinegeri kami Baitul Maqdis kecuali sejak tahun empat ratus delapan puluh hijriyah. Kami tidak pernah melihat dan mendengar perkara tersebut sebelumnya”,

berkata Al-Imam Abu Syamah rahimahullah: “Adapun shalat raghaib yang dikenal kaum muslimin sekarang adalah shalat yang dilakukan diantara dua isya’ malam jum’at pertama pada bulan rajab” (Kitab Al-Baits ‘Ala Inkaril Hawadits hal138).

berkata Al Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah: “Adapun shalat, maka tidak shahih ada shalat tertentu dibulan rajab. Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang shalat raghaib pada malam jumat pertama dibulan rajab adalah dusta dan bathil tidak shahih, dan shalat ini adalah bid’ah dengan kesepakatan jumhur ulama’”

Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah: “tidak ada satupun hadits shahih yang dapat dijadikan sandaran tentang keutamaan bulan rajab, baik shaum, puasa dan tidak pula mengkususkan shalat malam dibulan tersebut.”,

Kemudian beliau rahimahullah menjelaskan bahwa hadits yang menjelaskan perkara diatas terbagi menjadi dua bagian, dha’if (lemah) dan maudhu’ (palsu).

Setelah itu beliau menyebutkan tatacara shalat raghaib dan berkata setelahnya: bahwa hadits tersebut palsu yang didustakan atas nama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Al-Imam Ibnush Shalah rahimahullah berkata tentang shalat raghaib: “Hadits (keutamaan bulan rajab) maudhu’, dan shalat tersebut adalah bid’ah yang muncul pertama kali pada tahun empat ratus hijriyah.”.

Al-Imam Al-Izz Abdus Salam berfatwa pada tahun enam ratus tiga puluh tujuh hijriyah bahwa shalat raghaib bid’ah munkarah, dan hadits (yang menyebutkan keutamaan shalat tersebut) palsu.”

Penutup

Shalat raghaib ini menyelisihi hadits lain yang tidak diragukan lagi keshahihannya:

Dari Abu Hurairah radhallahu anhu dari Nabi e bahwa beliau bersabda: “Janganlah kalian khususkan malam jum’at untuk shalat, dan jangan pula siangnya untuk berpuasa…” (Muttafaqun ‘alaihi)

wallahu a’lam

 

Dinukil dari kitab: Nuurul Huda wa Dzulumaatu Adh-Dhalaal, karya Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani.

Satu Tanggapan

  1. assalamu’alaikum akhi
    ana betul-betul gaptek. tolonglah akhi bantu ana buatin blog juga untuk anak-anak medan. wallahi akhi ana betul gak tau cara mbuatnya. ajarin ya khi..? kirim caranya. jazakallahu khair wa barokallahu fika.

    —haulasyiah—
    Insya Allah akan ana bantu sesuai dengan kemampuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: