MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG SHAHABAT MU’AWIYAH RADHIALLAHU ‘ANHU (BAG:3)

2. KAJIAN TUNTAS HADITS:
“Ya Allah, jadikanlah dia (Mu’awiyah) seorang yang bisa memberikan petunjuk dan seorang yang diberi petunjuk dan berikanlah hidayah (kepada manusia) melaluinya.”

Penyakit kedua
Berkata Ibnu Jakfari: Hadis kedua yang juga disebutkan at-Turmudzi pada sanadnya terdapat periwayat bernama Amr ibn Wâqid ad Dimasyqi, ia matrûkul hadîts (hadisnya dibuang).
Penyebutan status seperti di atas hanya benar disematkan untuk seorang periwayat yang banyak meriwayatkan hadis-hadis ngawur yang tidak benar di kalangan para ahli hadis.

Jawab: Terlebih dahulu kita lihat komentar para ulama’ tentang Amr bin Waqid.
Berkata Dahim: “Para masyayikh kami tidak pernah meriwayatkan darinya”, dia juga Berkata: “Tidak diragukan lagi kalau dia berdusta”
Berkata Abdullah bin Ahmad: “Muhammad bin Mubarak Ash-Shuri tidak pernah meriwayatkan darinya sampai meninggal”
Berkata Marwan Ah-Thathari: “Amr bin Waqid Pendusta”
Berkata Abu Hatim: “Lemah, munkarul hadits”
Berkata Bukhari dan Tirmidzi: “Munkarul hadits”
Berkata Nasa’I, Daraquthni dan Barqani: “matrukul hadits”
semuanya disebutkan Ibnu Hajar dalam “Tahdzibut Tahdzib” ketika menyebutkan biografi Amr bin Waqid.

Perlu diketahui bahwa diantara cara yang biasa ditempuh ahlul hadits (pakar hadits) sebelum menghukumi sebuah hadits adalah jam’ul asanid (mengumpulkan seluruh sanad-sanad) dari berbagai sumber yang bisa dijadikan rujukan. Akan tetapi berbeda dengan “Ahlul hadits” yang satu ini. Di dalam blog yang dikelolahnya dengan gaya yang cukup meyakinkan dia melemahkan hadits ini hanya dengan melihat sanad yang diriwayatkan Tirmidzi dan bersandar dengan perkataan Al-Mubarakfuri, tanpa mengindahkan sanad-sanad lainnya dan komentar para ulama’ yang lebih berilmu dan lebih banyak jumlahnya sebagaimana yang telah kami sebutkan dalam edisi yang lalu.

Dalam kesempatan ini kami akan menyebutkan beberapa sanad hadits ini yang dengan itu baru kita dapat mengetahui apakah hadits ini sesuai dengan yang disebutkan Ibnu Jakfari ataukah tidak:

Sanad pertama, diriwayatkan Tirmidzi dalam sunannya:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو مُسْهِرٍ عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عُمَيْرَةَ……

Sanad kedua, diriwayatkan Ahmad dalam Musnadnya:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمِيرَةَ الْأَزْدِيِّ …..

Sanad ketiga, Ibnu Abi ‘Ashim dalam Al-Ahad wal Matsani:
حدثنا محمد بن عوف ، نا مروان بن محمد ، وأبو مسهر قالا : نا سعيد بن عبد العزيز ، عن ربيعة بن يزيد ، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة…..

Sanad keempat, diriwayatkan Thabarani dalam Mu’jamul Ausath:
حدثنا أحمد قال : نا أبو الفتح نصر بن منصور ، عن بشر بن الحارث الحافي قال : حدثني زيد بن أبي الزرقاء قال : نا الوليد بن مسلم ، عن سعيد بن عبد العزيز ، عن يونس بن ميسرة بن حلبس ، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة….

Sanad kelima, diriwayatkan Abu Nu’aim dalam Ma’rifatush Shahabah:
حدثنا سليمان بن أحمد ، ثنا أبو زرعة الدمشقي ، ثنا أبو مسهر ، ثنا سعيد بن عبد العزيز ، عن ربيعة بن يزيد ، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة…..

Sanad keenam, diriwayatkan Thabarani dalam Musnad Syamiyyin:
حدثنا عبدان بن أحمد ، ثنا علي بن سهل الرملي ، ثنا الوليد بن مسلم ، عن سعيد بن عبد العزيز ، عن يونس بن ميسرة بن حلبس ، عن عبد الرحمن بن عمير المزني…

Mari coba kita lihat semua sanad-sanad diatas:
RIWAYAT TIRMIDZI, IBNU ABI ‘ASHIM DAN ABU NU’AIM MELALUI:
1. Abu Mushir, dari
2. Sa’id bin Abdil Aziz, dari
3. Rabi’ah bin Yazid, dari
4. Abdurrahman bin Umairah, shahabat nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.

RIWAYAT AHMAD DAN THABARANI DALAM MU’JAMUL AUSATH MELALUI:
1. Walid bin Muslim, dari
2. sama dengan diatas

RIWAYAT IBNU ABI ‘ASHIM MELALUI:
Riwayat Abu Mushir ditemani dengan Marwan bin Muhammad, selanjutnya sama dengan riwayat diatas.

RIWAYAT THABARANI DALAM MUSNAD SYAMIYYIN disebutkan bahwa Sa’id bin Abdil ‘Aziz meriwayatkan dari Yunus bin Maisarah bin Halbas dari Abdurrahman bin Umair Al-Muzani.

Tidak satupun sanad-sanad diatas melalui jalur Amr bin Waqid. Maka selamatlah hadits ini dari cacat yang disebutkan Ibnu Jakfari. Dan dengan ini pula kita tahu bahwa hadits ini shahih sebagaimana yang disebutkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam kitabnya Silsilah Ahadits Shahihah.

Setelah keterangan singkat di atas, maka tidaklah heran apabila kaum syi’ah tetap saja bersemangat mengkaburkan hadis-hadis keutamaan para shahabat.. Na’udzubillahi min dzlik
Akhir kata, kami tutup tulisan ini dengan wasiat nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang mulia:
لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي
“Janganlah kalian mencela para shahabatku” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari sini juga kita ketahui bahwa kecintaan syi’ah terhadap nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan ahlul baitnya adalah kecintaan dusta karena mereka tidak pernah mengamalkan wasiat-wasiat nabi yang tercantum dalam hadits-haditsnya.

12 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum,

    Namun ayyuhal ikhwah..!!bahwasanya Nabi saawketika diminta meng-azankan anak Mu’awiyyah yang bernama Yazid rasulpun menolak. Dan akan keluar dari sulbi Mu’awiyah sang penfitnah ummat, hingga Mu’awiyah enggan untuk kawin karena takut melahirkan anak yang diramalkan rasul saaw . Dan benar kelak dikemudian hari baik Mua’awiyah sendiri maupun anaknya jadi manusia-manusia durjana. Anaknya si Yazid menjadi penjagal manusia suci sayyidina Husein r.a sedang bapaknya si Mu’awiyah jadi pemberontak (to’ifah baghiyyah). Usaha meluruskan barang bengkok sebagaimana kerjanya para pengacara yang membenarkan para pelaku kriminal, naudzubillah min dzalik. Wa ana bari’un min hum..!!!

    —haulasyiah—
    dari mana anda mendapatkan dongeng diatas?

  2. Mu’awiyah adalah salah satu sahabat Rasulullah. Beliau pun ikut dalam peperangan bersama Rasulullah dalam menghadapi kaum kafir. Sahabat-sahabat Rasulullah adalah pilihan Allah dan pilihan Allah adalah yg terbaik. Allah tidak akan memberikan sahabat yang moralnya rusak, pendusta, penghianat, kepada Rasulullah. Maka sesuailah Hadist diatas : “Janganlah kalian mencela para shahabatku” (HR. Bukhari dan Muslim). barang siapa menyakiti sahabat Rasulullah sama dengan menyakiti Rasulullah, Barang siapa memusuhi sahabat Rasulullah sama dengan memusuhi Rasulullah, Barang siapa Menfitnah Sahabat Rasulullah sama dengan menfitnah Rasulullah, Barang siapa keluar dari ajaran Rasulullah, Maka dia telah kafir dengan Nyata. Seburuk-buruk tempat dimata Allah adalah Neraka Jahanam. Allahu Akbar.

  3. “Barang siapa menyakiti sahabat Rasulullah sama dengan menyakiti Rasulullah, Barang siapa memusuhi sahabat Rasulullah sama dengan memusuhi Rasulullah, Barang siapa Menfitnah Sahabat Rasulullah sama dengan menfitnah Rasulullah, Barang siapa keluar dari ajaran Rasulullah, Maka dia telah kafir dengan Nyata. Seburuk-buruk tempat dimata Allah adalah Neraka Jahanam. Allahu Akbar.”

    Lalu bagaimana dengan perbuatan Muawiyah terhadap Ali R.A ?

    barakallahu fiikum, bukankah telah kami sebutkan bahwa Ahlussunnah tidak pernah meyakini para shahabat Nabi makshum, semua mereka bisa terjerumus kedalam kesalahan, akan tetapi jangan lupa bahwa mereka memiliki sekian kebaikan yang jauh lebih banyak dari kesalahan yang mereka lakukan, baca lagi pada point “shahabat tidak maksum“. oleh karena itu, Ali bin Abi Thalib setelah kembalinya dari perang Shiffin berkata: “Jangan kalian cela kepemimpinan Mua’wiyah”. Karena Ali paham, walaupun Mu’awiyah dikatakan keliru dalam ijtihadnya akan tetapi ia masih shahabat nabi yang memiliki keutamaan yang luar biasa.

    Bahkan menurut jumhur riwayat Muawiyah mencaci Ali di setiap Khutbah Jum’at.. Kata “Barangsiapa bisa berbalik lagi ke Muawiyah”.

    tolong buktikan, tentunya dengan sanad yang shahih.

    Saya setuju untuk tidak mencaci maki sahabat. Namun perbuatan sahabat yang menyelisihi ahlak Nabi SAW tidak patut dibela.

    baguslah kalau anda setuju, ahlusunnah tidak pernah membela kesalahan yang diperbuat shahabat, yang salah kami katakan salah yang benar kami katakan benar. akan tetapi, apakah hanya dengan kesalahan yang mereka perbuat terus kita lupa dengan kebaikannya yang demikian banyak?? apakah kesalahan tersebut dijadikan alasan untuk menghujatnya?? lupakah anda bagaimana mereka dahulu memperjuangkan islam bersama nabi! lupakah anda bahwa Allah telah ridha kepada mereka!

    Lebih baik kita diam untuk masalah seperti ini.

    apabila yang anda maksudkan untuk diam dan tidak membicarakan apa yang terjadi diantara shahabat Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam maka itu benar, dan itulah manhaj Ahlussunnah
    akan tetapi jika diam dari para penghujat dan pencaci maki shahabat maka anda telah keliru besar…..

  4. orang yang memberontak terhadap Amirul Mukminin dalam Perang Shiffin diberi gelar Radiallahu Anhu dan dijamin masuk surga??

    hahaha, pakai otak kalian Salafy…

  5. “ahlusunnah tidak pernah membela kesalahan yang diperbuat shahabat, yang salah kami katakan salah yang benar kami katakan benar. akan tetapi, apakah hanya dengan kesalahan yang mereka perbuat terus kita lupa dengan kebaikannya yang demikian banyak?? apakah kesalahan tersebut dijadikan alasan untuk menghujatnya?? lupakah anda bagaimana mereka dahulu memperjuangkan islam bersama nabi! lupakah anda bahwa Allah telah ridha kepada mereka!”

    saya setuju. salah-benar atau surga-neraka itu urusan Allah, yg penting kita juga tidak menutupi kenyataan sejarah. karena ada sahabat saya yang selalu protes keras jika kita membahas sejarah antara Ali dan Muawiyah.

    —haulasyiah—
    yang perlu diperhatikan, sejarah yang dibahas adalah sejarah yang benar-benar shahih.

  6. buat yang anti.wahhabi, maaf yaa, seingat saya Muawiyah Rhadiyallahu anhu tidak memberontak. Karena Imam Ali sendiri tidak mengatakan mereka pemberontak, hanya ada perbedaan pendapat.

    Makanya baca sejarah yang bener.

  7. liat tingkah muawiyah tatkala dipanggil Nabi saw, sampai dua kali, ia tidak menghiraukan dan memilih makanannya. baca di sahih muslim. kemudian nabi mendoakan semoga perutnya tidak pernah kenyang!!!

    —haulasyiah—
    sepertinya anda belum baca bagian pertama dan keduanya.

  8. ya nich, ana bantu sedikit buat zulfi

    https://haulasyiah.wordpress.com/2008/03/27/meluruskan-pemahaman-tentang-shahabat-muawiyah-radhiallahu-anhu-bag1/

    https://haulasyiah.wordpress.com/2008/04/01/meluruskan-pemahaman-tentang-shahabat-mu’awiyah-radhiallahu-‘anhu-bag2/

    Akh, bwt halaman tersendiri untuk membuat Indeks judul-judul yang telah diposting supaya lebih mudah mencari artikel-2, seperti di http://ulamasunnah.wordpress.com/indeks-artikel/ , kaifa? Jazakumullohu khoiron

    —haulasyiah—
    jazakallahu khairan

  9. Mau tahu makna surat Maryam ayat 1:

    Disebutkan dalam Al-Ihtijaj bahwasanya Sa’ad bin Abdullah bertanya kepada al-Qaim (Imam Mahdi as) tentang takwil Kaf Ha’ Ya’ ‘Ain Shad, maka al-Qaim as menjawab :
    Huruf-huruf ini sebagian berita-berita gaib, Allah melihat hamba-Nya berkenaan dengan huruf-huruf itu, kemudian Dia menceritakannya kepada Muhammad saw.
    Sebab, Zakariya as pernah memohon kepada Tuhannya agar mengajarkan kepadanya nama-nama lima orang, maka Allah menurunkan Jibril as kepadanya dan mengajarkan kepadanya nama-nama lima orang itu. Zakariya as jika mengingat Muhammad saw, Ali, Fatimah dan al-Hasan alaihimus salam, lenyap darinya kesusahannya dan hilanglah darinya kesedihannya. Akan tetapi, jika dia mengingat al-Husain as, maka dia (terasa) tercekik oleh kesedihan dan mengeluarkan nafas yang panjang. Pada suatu hari Zakariya as berkata, “Wahai Tuhanku, mengapa aku jika mengingat empat orang dari mereka (Muhammad saw, Ali, Fatimah dan al-Hasan alaihimus salam), hatiku menjadi lega dari kesusahan-kesusahanku dengan perantaraan nama-nama tersebut, tetapi jika aku mengingat al-Husain as, maka air mataku mengalir dan keluar nafas panjang (karena menahan kesedihan)?”
    Maka Allah SWT memberitahukan kepada Zakariya as kisahnya. Allah berfirman kepadanya, Kaf Ha’ Ya’ ‘ Ain Shad. Kaf adalah Karbala, Ha’ adalah halakul ‘itrah (kebinasaan keturunan Nabi saw), Ya’ adalah Yazid, dan dia adalah orang yang melakukan kezaliman terhadap al-Husain as, ‘Ain adalah ‘athasyuhu (dahaganya al-Husain as) dan Shad adalah shabruhu (kesabarannya al-Husain as).
    Setelah mendengar kisah itu, Zakariya as tidak meninggalkan masjidnya selama tiga hari dan melarang semua orang untuk menemuinya. Di dalam masjidnya itu, dia terus-menerus menangis dan meratap keras. Di dalam ratapannya itu, Zakariya as berdoa, “Tuhanku, apakah Engkau akan menjadikan hati sebaik-baik makhluk-Mu itu (Muhammad saw) bersedih dengan anaknya (al-Husain as, yaitu dengan dibantai di Karbala dalam keadaan yang sangat mengenaskan)? Tuhanku, apakah Engkau akan menurunkan musibah ini dengan kematiannya? Tuhanku, apakah Engkau akan mengenakan pada Ali dan Fatimah pakaian musibah ini? Tuhanku, apakah Engkau akan menimpakan musibah ini pada mereka berdua?”
    Zakariya as berdoa, “Tuhanku, karuniakan kepadaku seorang anak laki-laki yang menyenangkan hatiku di masa tuaku. Kemudian jika Engkau telah mengaruniakan kepadaku anak laki-laki itu, maka berilah aku ujian dengan kecintaan kepadanya, kemudian jadikanlah hatiku bersedih dengan kematiannya.” Masa Yahya as dalam kandungan adalah enam bulan dan demikian pula masa al-Husain as.

    Perhatikan dalam huruf Ya’ , itu adalah Yazid bin Muawiyah yang melakukan kezaliman terhadap Imam Husain as….

    —haulasyiah—
    waduh baru denger ni mas. ada sanadnya gak? jangan-jangan bohong

  10. @Fatary

    barang siapa menyakiti sahabat Rasulullah sama dengan menyakiti Rasulullah, Barang siapa memusuhi sahabat Rasulullah sama dengan memusuhi Rasulullah, Barang siapa Menfitnah Sahabat Rasulullah sama dengan menfitnah Rasulullah

    @Haulasyiah
    Wah ada dongeng lain tuh mas

    —haulasyiah—
    hehehe, mau mulai lagi nih…

  11. Siapapun yang memerangi kekhalifahan yang SAH adalah BATHIL. Terlebih Muawiyah mengangkat anaknya sendiri menjadi khalifah yaitu Yazid. Yazin Bin Muawiyyah adalah pembunuh cucu Nabi sayyidina Husain di-padang Karbala.

    —haulasyiah—
    waduh, perlu diluruskan lagi ni….

  12. Waduh kalau ujung-ujungnya “KULLU SHAHABAH UDUL”, justeru akan membuat sejarah Islam, tidak lagi memiliki arti buat kita dong. Ini akan merusak keadilan Allah SWT dengan sesuatu yang mengada-ngada/dibuat-buat. Dimana keadilan Allah? Jika pembelajaran syariat-Nya seperti ini? Wong jelas dalam peperangan Siffin sahabat saling bunuh-bunuhan ko’ dapat pahala.
    Hikmah apa yang dapat kita ambil jika semua perbuatan dan tindakan Sahabat yang SALAH dapat PAHALA satu dan Yang BENAR dapat PAHALA dua? Ini sama saja mema’shumkan seluruh sahabat secara Umum. Memberontak pahala, saling membunuh pahala, membangkang pahala, semua perbuatan salah yang ringan dan berat tetap dapat pahala (kebanyakan discountnya neh), kebaikan seperti apa yang dapat menutupi kesalahan seberat ini?
    Bukannya dalam penerapan hukum Islam itu, tidak ada tebang pilih/ dispensasi bagi para pelanggarnya? Bukankah Al-Qur’an sdh memberi contoh kepada kita tentang Qobil (anak Nabi Adam AS), yang membunuh adiknya Habil, jelas ko’ dalam Al-Qur’an tidak ada dispensasi buat Qobil meskipun anak seorang Nabi. Belum lagi Hadist Rasul SAW “Seandainya Fathimah Binti Muhammad mencuri, akan aku potong tangannya” (ini Hadist Shahih Lho).
    Jika terhadap puterinya sendiri melanggar, syariat tetap Nabi tegakkan, apalagi jika yang melanggar orang lain atau sahabat?
    “Islam Yahkum Alad Dhahir”

    —haulasyiah—
    Ketika Allah telah ridha kepada mereka semua (para shahabat nabi) (QS. At Taubah:100) demikian pula membangkan para shahabat kepada umat sebelum mereka (QS. At Fath:29) dan Allah telah menjelaskan bahwa ibadah mereka tidak lain hanya mengharapkan pahala dari Allah (QS. Al Hasyr: 8-9) serta Allah telah mengampuni mereka (QS. At Taubah:117). apakah Allah tidak tahu kalau akan terjadi perseteruan diantara mereka?? kalau saja Allah telah memuji dan ridha kepada mereka tidak ada kata lain bagi kita kecuali ridha dengan keputusan Allah dan tidak terlalu berdalam-dalam untuk masalah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: