MENGENAL LEBIH DALAM KITAB MINHAJUS SUNNAH (bag:1)

Pendahuluan dari Syaikh Abdul Ilah bin Utsman bin Abdillah Asy-Syayi’

Segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam. Tidak ada permusuhan selain terhadap orang-orang yang zhalim, seperti Rafidhah yang menyimpang dari kebenaran, Khawarij yang melesat melewati kebenaran, dan Murji’ah yang lalai dari kebenaran.
Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi lagi Rasul termulia, keluarga, para shahabatnya yang baik dan suci, serta kepada orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat. Adapun kemudian:
Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala telah menyempurnakan Dien dengan Rasul-Nya Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai penutup para nabi. Allah berfirman:
اليوم أكملت أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام ديناً
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama kalian.” (Al-Maa’idah:3)
Allah Azza wa Jalla tlah menjamin sendiri pejagaan kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam. Allah subhanahu wata’a berfirman:
إنا نحن نزلنا الذكرى وإنا له لحافظون
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr:9)
Agama Islam ini sempurna, tidak mempunyai kekurangan, dan terbebas dari perubahan. Sangat pantaslah bagi Ahlussunnah untuk bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala akan nikmat ini, dan merasa mulia lagi bangga dengan aqidah mereka, memegang dengan teguh, dan mendakwahi manusia kepadanya.
Dahulu, para ulama rabbani berhasil mencapai prestasi yang tinggi dan kedudukan yang mulia, karena mereka membela aqidah yang benar, yang memancar dari Al-Qur’an dan As-Sunnah atas dasar pemahaman Salafush Shalih.
Diantara para ulama besar tersebut adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –semoga Allah subhanahu wata’ala mensucikan ruhnya dan memberikan cahaya bagi kuburnya- (Wafat tahun 728 H). berbagai karangan imam, tokoh, dan ulama ini mempunyai pengaruh yang sangat jelas terhadap umat islam, dimana beliau rahimahullah telah menerangkan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’aj dan membantah firqah-firqah bid’ah. Di antaranya bantahan beliau terhadap Rafidhah di dalam kitab beliau Minhajus Sunnah An-Nabawiyah fi Naqdi Kalami Asy-Syi’ah wal Qadariyah. Semoga Allah subhanahu wata’ala merahmati beliau dan menjadikan Surga sebagai tempat kembalinya.
Para Ulama betul-betul memberikan perhatian terhadap kitab ini dengan meringkas, mengajarkan, serta memotivasi para thalibil ‘ilmi (penuntut ilmu) untuk memperhatikan kitab ini. Diantara mereka adalah Asy-Syaikh Al-Imam ‘Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah (Wafat tahun 1285 H). Beliau telah meringkas sebagian permasalahan penting dari kitab tersebut.
Kemudian, karena pertimbangan bahwa kitab ringkasan ini belum mendapatkan perhatian yang sepantasnya, sayapun berusaha untuk memberikan khidmat bagi kitab ini sesuai dengan kemudahan yang Allah subhanahu wata’ala berikan di dalam mentahqiq naskah tulisan tangannya.

Disarikan dari terjemahan ringkasan kitab MUNHAJUS SUNNAH Ibnu Taimiyyah hal.16-18
Pustaka Ar-Rayyan

4 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum akh, ana tunggu ni kelanjutannya. Dan kalau bisa dibuat e-book ya…

  2. hidup wahabi

    —haulasyiah—
    jika setiap yang mengikuti rasulullah di sebut wahabi maka saya orang yang pertama kali mengikrarkan “Saya wahabi”

  3. Tolong, kitab minhajussunnah nya diterbitkan dalam bahasa indonesia, secara full terjamah. biar lebih objektif.
    terima kasih

    –admin–
    Insya Allah, antum do’akan aja.

  4. -bismillah-
    jazakallahu khoiron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: