MENGENAL LEBIH DALAM KITAB MINHAJUS SUNNAH (bag:2)

Kata pengantar
Fadhilatusy Syaikh Isma’il bin Sa’d bin ‘Atiq

بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah, para pemilik fadhilah (keutamaan) dan para reformis senantiasa berusaha dengan ghirah untuk memperbaiki apa yang telah rusak. Merekalah ghuraba’ (orang-orang asing) yang memperbaiki apa yang dirusak oleh manusia. Maka keberuntunganlah bagi mereka.
Awal dari fitnah sepeninggal Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam adalah perselisihan seputar khilafah dan tentang siapa yang paling utamah menduduki jabatan imamah (pemimpin), sekalipun khilafah telah berakhir setelah lewat tigapuluh tahun sesuai dengan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam:
الخلافة بعدي في أمتي ثلاثون سنة
“Khilafah setelahku pada umatku tigapuluh tahun.”(1)
Dan sekalipun Al-Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘anhu telah mengambil sikap mengalah pada tahun 40 H, yang disebut dengan tahun persatuan. Beliau mengambil sikap mengalah terhadap lawannya agar fitnah tidak menjalar panjang. Inilah salah satu bukti kenabian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Akan tetapi benih kemunafikan telah menyerap air yang berbau busuk, sehingga tumbuh di dada banyak manusia. Merekapun terus menuntu agar imamah dan khilafah diberikan kepada ahlu bait, sehingga mereka membentuk negara-negara kecil di Maghrib, Mesir, dan Persia.
Dari sinilah awal berakarnya aqidah-aqidah tersebut dan meluasnya madzhab-madzhab itu yang merupakan salah satu sebab kebanyakan manusia menganutnya. Tersesatlah orang yang tersesat, semakin jauh dan semakin meninggalkan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam perkara sumber-sumber hukum. Lalu dikaranglah kitab-kitab, dan bangkitlah para pembela masing-masing kelompok untuk menjelaskan ajaran mereka dan membantah dalil-dalil orang yang menyelisihinya.
Pada abad ke-7 H, tampillah Syaikhul Islam Ahmad bin ‘Abdul Halim Al-Harrani rahimahullah menjelaskan aqidah mereka tentang qadha’ dan qadar, asma’ dan sifat Allah subhanahu wata’ala. Beliau juga membantah syubhat yang pertama muncul yaitu subhat khilafah dan imamah. Hal ini tampak pada kitab beliau yang masyhur Minhajus Sunnah. Kitab ini senantiasa terpelihara dan beredar serta mendapatkan bantuan dari Allah subhanahu wata’ala, sehingga senantiasa diterbitkan, disebarkan, dan ditahqiq (diteliti). Sebab, kita ini termasuk rujukan yang paling penting dan paling luas dalam tema ini.
Al-Imam ‘Abdurrahman bin Hasan bin Syaikhul Islam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah telah mengumpulkan sebagian faedah dan beberapa intisari istimewa dari kitab Minhajus Sunnah. Beliau kumpulkan dalam sekumpulan lembaran-lembaran yang tidak banyak jumlahnya. Barangkali beliau rahimahullah memilihnya untuk membantah syubhat yang terjadi pada jaman beliau, atau syubhat yang hamper serupa dengan itu.
Ringkasan ini sampai ke tanganku sebagai hadiah dari sebagian orang yang cinta dan dekat dengan Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman bin Nashir Alu Bisyr. Sayapun segera menerbitkannya dan menyebarkannya, meskipun telah didahului oleh saudara-saudara di Maktabah Darul Hidayah beberapa tahun lalu, dan buku tersebut telah habis.
Saya telah menunjuk saudara yang mulia ‘Abdul Ilah bin ‘Utsman Asy-Syayi’ untuk melakukan pemeriksaan terhadap kitab ini, mentahqiq, membandingkan naskah cetakan dengan naskah tulisan tangan, dan merujuk kepada sumber kitab ini sebisanya. Diapun bersegera merealisasikan tawaran ini dan mengharap pahala dari Allah. Setelah terkonsep, saya mengoreksinya. Saya melihat bahwa dia benar-benar telah memberikan bantuan yang berarti untuk kitab ini, dan menampakkan dengan jelas kandungan kitab ini dengan memberikan judul masing-masing tema, serta benar-benar mengerahkan tenaga dala mengerjakannya. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberinya taufiq dan meluruskan jalannya menuju kebajikan. Shalawat dan salam bagi Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam keluarga dan para shahabatnya.

Ditulis oleh:
Isma’il bin Sa’d bin ‘Atiq
Senin, 5 Rabi’ul Awwal 1422 H

Satu Tanggapan

  1. barakallahu fiykum

    Alhamdulillah, telah ada yang mengulas tentang kitab Minhajus Sunnah syaihul Islam Ibn Taimiyah -rahimahullah-
    kitab Minhajus sunnah ini adalah kitab membongkar kedok syi’ah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: