MENILIK KITAB-KITAB HADITS KAUM SYI’AH 2

Setelah itu, kami mengajak para pembaca untuk melihat para perawi (periwayat) yang menjadi sandaran riwayat-riwayat Al-Kafi, lalu kita timbang berdasarkan kacamata Al-Jarh wat-ta’dil. Berikut ini sebagian nama-nama para perawi mereka:

1) ZURARAH BIN A’YAN BIN SANSAN, ABUL HASAN
Dia adalah seorang perawi yang jalur riwayatnya banyak terdapat dalam kitab Al-Kafi. Abu Ja’far At-Thusi berkata, “Namanya Abdu Rabbihi, diberi kunyah Abul Hasan, Zurarah adalah gelarnya.” Tanpa menukilkan pendapat ahlus sunnah tentang orang ini, akan kami nukilkan dari kitab mereka sendiri yang menjelaskan siapa Zurarah.

Al-Kisysyi telah meriwayatkan dalam kitab Rijal-nya bahwa tatkala salah seorang bertanya kepada Al-Imam Ash-Shadiq, “Kapan pertemuan terakhirmu dengan Zurarah? Beliau menjawab, “Aku tidak melihatnya semenjak beberapa hari (lalu). Lalu berkata (Ash-Shadiq), “Jangan engkau memperdulikannya, bila dia sakit maka jangan engkau menjenguknya, apabila dia mati maka jangan engkau menghadiri jenazahnya.”

(sang penanya) bertanya, “Zurarah?”, sambil terheran-heran atas apa yang diucapkan oleh Ash-Shadiq. Beliau menjawab, “Iya, Zurarah. Zurarah lebih jahat dari yahudi dan Nashara, dan dari orang yang mengatakan: Sesungguhnya Allah adalah satu di antara tiga.” (1)

Lihatlah hukum yang diberikan oleh Imam Ash-Shadiq rahimahullah terhadap seorang perawi yang dianggap kaum Syi’ah: Tsiqah. Bukankah Ash-Shadiq ma’shum menurut madzhab Syi’ah? Apa yang diucapkannya dipastikan kebenarannya menurut kalian, mengapa kalian tidak menerima jarh (celaan) beliau terhadap Zurarah yang kalian anggap tsiqah?

Al-Kisysyi juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Masma’ bin Karwin berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah (Ja’far Ash-Shadiq, pen) alaihis salaam berkata:
“Semoga Allah melaknat Barid dan semoga Allah melaknat Zurarah”. (2)

Juga disebutkan Al-Kisysyi dalam Rijal¬-nya dengan sanadnya sampai kepada Laits berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah ‘alaihis salaam berkata:
“Tidak akan mati Zurarah keceuali dalam keadaan sesat.” (3)

Inna lillahi wainna ilaihi raji’un! “Selamat” bagi kaum yang mempercayai seorang perawi yang dengan penuh ketegaran jiwa telah dibenci, dicaci, dan bahkan dilaknat oleh cucunda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Benarlah seorang yang mengatakan:

إن كان هذا ثقة فالكلب لا شك ثقتي

Kalau orang seperti dia seorang yang terpercaya
Maka tiada diragukan lagi bahwa anjing adalah kepercayaanku.

Disebutkan pula oleh Al-Kisysyi bahwa Zurarah adalah seorang yang pernah mencaci Ja’far Ash-Shadiq rahimahullah, dan mengatakan tentangnya, “Dia tidak akan beruntung selama-lamanya.” (4)

Ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang nashibi, pembenci ahlul bait. Kalau bukan karena khawatir terlalu panjang, akan saya paparkan seluruh riwayat dari Ash-Shadiq rahimahullah tentang Zurarah, dan celaannya terhadap ahlul bait, keluarga Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Namun apa yang kami sebutkan, sudah cukup mewakili yang lainnya.

2) SALIM BIN QAIS AL-HILALI
Abdul Husain Syarafuddin Al-Musawi berkata tentang kitab milik Salim bin Qais:
“Tidak ada perselisihan di antara seluruh kaum Syi’ah dari yang membawa ilmu ataupun yang meriwayatkannya dari para imam bahwa kitab Salim bin Qais Al-Hilali adalah inti dari kitab-kitab usul yang diriwayatkan ahli ilmu dan para pembawa berita ahlul bait dan yang paling tua (umurnya), dia termasuk dari ushul yang kaum Syi’ah merujuk kepadanya dan menjadilkannya sebagai sandaran….” (5)

Apa yang dikatakannya adalah bohong belaka, bahkan kitab ini telah dicerca oleh sebagian ulama dari kalangan Syi’ah sendiri.

As-Sayyid Hasyim Ma’ruf Al-Husaini tatkala memberikan komentar terhadap riwayat yang pada sanadnya terdapat Salim bin Qais, menyatakan,
“Cukuplah riwayat ini sebagai celaan bahwasanya ini adalah riwayat milik Salim bin Qais dan dia termasuk orang yang tidak jelas dan tertuduh berdusta”

Al-Mufid mengatakan,
“Kitab ini tidak terpercaya, mayoritasnya tidak boleh diamalkan, telah terjadi pencampur adukan dan pentadlisan padanya.”

Ibnul Ghadha’iri mengatakan,
“Lemah, dia tidak dihiraukan (riwayatnya)”

Disebutkan oleh Al-Hurr Al-Amili bahwa sebagian ulama menghukumi palsunya kitab Salim bin Qais, dan ini saja sudah cukup untuk menjatuhkan kitab yang dijadikan marji’ oleh Abdul Husain ini. (6)

3) HISYAM BIN AL HAKAM
Salah seorang perawi andalan Syi’ah, padahal dia seorang ahlul bid’ah…….
Bersambung, Insya Allah

Footnote
1) Lihat Rijal Asy-Syi’ah fil Mizan, Aburrahman Az-Zar’i:8
2) Rijal Asy-Syi’ah: 9. yang dimaksud Barid di sini adalah Barid bin Muawiyah Al-Ijli, salah seorang perawi yang juga mereka anggap tsiqah.
3) Rijal Kisysyi: 149, Tanqih al-Maqul: 1/443
4) Riwayat panjang dalam Rijal Al-Kisysyi: 159
5) Kitab Al-Muraja’at: 307, menukil dari Raudhatul Jannat dan Rijal Asy-Syi’ah: 17
6) Lihat kitab: Rijal Asy-Syi’ah: 17. Al-Qanat:5.

Hal. 176-179

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: