MENILIK KITAB-KITAB HADITS KAUM SYI’AH 3

3. HISYAM BIN AL-HAKAM
Salah seorang perawi andalan Syi’ah, padahal dia seorang ahlul bid’ah, Mujassim, yaitu menyatakan bahwa Allah Azza Wajalla memiliki jasmani. Padahal Allah Azza Wajalla berfirman:
ليس كمثله شيء وهو السميع البصير
“Tidak ada satupun yang menyerupai Allah dan Dia adalah Maha mendengar dan Maha melihat” (1)

Telah diriwayatkan oleh Al-Kulaini dalam “Al-Ushul minal Kafi” (1/106) dengan sanadnya. Hasan bin Abdurrahman Al-Hammani berkata, “Aku berkata kepada Abul Hasan Musa bin Ja’far ‘alaihis salam, “Sesungguhnya Hisyam bin Al-Hakam menyangka bahwa Allah memiliki jasmani, tidak ada yang menyerupai-Nya dengan sesuatu apapun, mendengar, melihat, mampu, berbicara, pembicaraan, kekuatan, ilmu, beredar, menyatu, tidak satupun dari makhluk.” Maka (Musa bin Ja’far) menjawab, Semoga Allah memeranginya, apakah dia tidak tahu bahwa jasmani itu terbatas, dan pembicaraan bukan sang pembicara, aku berlindung kepada Allah. Aku berlindung kepada Allah dari perkataan ini…”
Lihat pula dalam Al-Kafi (1/105), dan yang lainnya.

Lihatlah, mereka mencela Ahlus Sunnah meriwayatkan dari ahlul bid’ah, sementara
kitab andalan mereka sendiri dipenuhi oleh para pendusta dari kalangan ahli bid’ah, bahkan (dipenuhi dengan) orang-orang kafir. Wailallahil musytakaa.

4. AL-MUFADHDHAL BIN UMAR AL-JU’FI
Dia termasuk perawi yang terpuji menurut Abu Ja’far Ath-Thusi.
Telah diriwayatkan oleh Al-Kisysyi dari Hammad bin Utsman berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah alaihissalam berkata kepada Mufadhdhal bin Umar Al-Ju’fi:
“Wahai Kafir, wahai musyrik”

Dari Ismail bin Jabir berkata, “Abu Abdillah mengatakan, “Datangilah Al-Mufadhdhal dan katakan padanya, “Wahai kafir, wahai musyrik, apa yang kau inginkan dari anakku, kamu ingin membunuhnya…” (2)

Inna lillahiwainna ilaihi raji’un. Selamat! Bagi kaum yang mengambil agamanya dari orang yang telah dinyatakan oleh imam mereka: Hai kafir, hai musyrik.

5. ABU BASHIR LAITS BIN AL-BUKHTURI AL-MURADI
Perawi ini dianggap oleh Abdul-Husein –dalam kitab sesatnya “Al-Muraja’at” sebagai perawi yang handal yang telah mendapatkan kemenangan dengan pelayanannya terhadap dua imam: Al-Baqir dan Ash-Shadiq.

Mari kitab bandingkan dengan riwayat yang disebutkan oleh Al-Kisysyi dengan sanadnya sampai kepada Syu’aib bin Ya’qub dia berkata, “Aku bertanya kepada Abul Hasan alaihis salam tentang seseorang yang menikahi seorang wanita sementara si wanita memiliki suami dan tidak diketahui oleh pihak lelaki? Beliau menjawab, “Di rajam siwanita dan dikenakan hukum atas si lelaki bila dia tidak mengetahui.” Akupun menyampaikan fatwa ini kepada Abu Bashir Al-Muradi, lalu (dia) berkata: Ja’far telah berkata kepadaku –demi Allah- bahwa dirajam si wanita dan dikenakan hukum cambuk bagi lelaki. Lalu dia mengatakan dalam keadaan tangannya di atas dadanya, “Aku mengira teman kita ini (Abul Hasan, pen) tidak sempurna ilmumnya” (3)

Diriwayatkan juga dari Syu’aib Al-‘Aqarquri berkata, “Dahulu aku berada di dekat Abu Abdillah alaihissalam (Ja’far Ash-Shadiq, pen) sedang kami bersama Abu Bashir dan beberapa orang dari penduduk gunung, mereka bertanya kepadanya (Ja’far Ash-Shadiq) tentng hukuman sembelihan Ahli Kitab? Abu Abdillah alaihissalam menjawab mereka, “Bukankah kalian telah mendengar apa yang difirmankan Allah Azza Wajalla? Mereka menjawab, “Jangan kalian memakannya.
Tatkala kami telah keluar, Abu Bashir berkata, “Semua yang ada padanya ada dileherku (bahwa dia telah menghafalnya, pen), sungguh aku telah mendengarnya dan mendengar ayahnya, kedua-keduanya memerintahkan untuk memakannya (sembelihan Ahli Kitab, pen). Kamipun kembali kepada Abu Abdillah dan Abu Bashir berkata kepadaku,” Tanyailah!” Aku bertanya, “Apa yang engkau katakan tentang sesembelihan Ahli Kitab?” beliau menjawab, “Bukankah engkau telah hadir dipagi hari dan telah engkau dengar? “ Aku menjawab, “Iya.” Beliau mengatakan, “Maka jangan kamu memakannya.” (4)

Perhatikanlah apa yang diperbuat oleh Abu Bashir dalam mempertentangkan perkataan di antara para imam? Juga, berani berdusta dengan mengatasnamakan Ja’far Ash-Shadiq rahimahullah?
Bersambung Insya Allah

footnote
(1) QS. Asy-Syura:12
(2) Rijal Asy-Syi’ah, Az-Zar’i:39
(3) Rijal Asy-Syi’ah: 23
(4) Rijal Asy-Syi’ah: 24

Dinukil dari: Al-Qaulush-Sharih fi Raddi ‘ala Munkiril Hadits Ash-Shahih/ Meluruskan Pemahaman tentang Hadits Sihir
Oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al Bugisi hafizhahullah
Studi kritis buku: Benarkah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam Pernah (Tersihir? ) Hal: 179-182, dengan sedikit tambahan

3 Tanggapan

  1. waduh. kok keji gini sih! nt emang ga’ sadar kalo apa yang nt tulis ini harus nt pertanggung jawabkan di dunia dan yang lebih bahaya di akherat! kalo nt memang yakin kalo yang nt tulis ini benar, kayakinan itu datang dari mana? apa nt udah pelajari aqidah syiah dengan benar? dengan artian nt mempelajarinya langsung dari kitab2 yang ditulis oleh ulama2 yang mewakili pemikiran orang2 syi’ah? kalo tidak demikian, untuk apa nt sedemikian giat mengkafirkan orang2 syiah? kalo kenyataannya tdk demikian, bagaimana? jika nt dengan ikhlas (tidak dibayar) merintis dan menulis di blog ini, cobadeh nt renungkan kembali akibat untuk diri nt dan umat dari tulisan nt!

    —haulasyiah—
    mas Abu, sampeyan lucu juga ya… bukankah yang kami uraikan ini bersumber dari kitab-kitab syi’ah??? hehehe

  2. Whua ha ha, emang orang Syiah itu aneh beleneh, lha wong datanya dari buku buku mereka sendiri kok ya. Lain halnya kalau datanya dari buku – buku orang Sunny, nah boleh bilang ni bener pa bener ga siiihh.

    Mestinya mikir dong, iya apa iya, jangan jangan mereka sendiri belum baca buku bukunya Syiah tuh, jadi kayak orang bingung begitu, lagian nama kok abu gosok, lha emang kagak ada nama laen mas gosok?.

  3. biar bagaimanapun rekayasa yahudi yang kepengin menghancurkan Islam dengan berbagai cara, syiah itu cara yang terhalus dan jangka panjangnya yahudi, yahudi dan nasrani sangat jeli dan licik, mereka memanfaatkan kalimat “Islam hancurnya oleh orang Islam itu sendiri”, dengan melahirkan Syiah dan Ahmadiyah sebagai senjata berjalanlah akal busuk mereka tanpa disadai oleh orang Islam.
    Berhati-hatilah saudara….
    Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: