PERNYATAAN PARA ULAMA’ ISLAM TENTANG SYI’AH RAFIDHAH 2

Berkata syaikhul islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah rahmatan wasi’ah: “Ahlul ilmi telah sepakat secara nukilan, riwayat dan sanad bahwa rafidhah adalah kelompok yang paling berdusta dan kedustaan mereka (telah dikenal) sejak dahulu. Oleh karenanya para ulama’ islam mengetahui keunggulan mereka dengan banyaknya berdusta.”

Berkata Asyhab bin Abdul ‘Aziz: “Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang rafidhah maka beliau menjawab: jangan kamu ajak bicara mereka dan jangan meriwayatkan dari mereka karena mereka adalah pendusta.” Beliau juga berkata: “siapa yang berani mencela shahabat rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak ada bagian baginya dalam islam.”

Berkata Ibnu Katsir ketika menafsirkan firman Allah: ”Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari keutamaan Allah (ikhlas) dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (telah disebutkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya. Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir.” (QS. Al-Fath:29)
Beliau berkata: Dari ayat ini Imam Malik rahimahullah berpendapat dalam satu riwayatnya tentang kafirnya rawafidh (jamak rafidhah), yaitu orang-orang yang membenci para shahabat ridhwanullah ‘alaihim ajma’in. (Imam Malik) berkata: “karena mereka (rafidhah) jengkel dengan para shahabat dan barang siapa yang merasa jengkel dengan para shahabat maka di hukumi kafir dengan ayat ini.”

Berkata Imam Qurthubi: “Betapa indahnya perkataan Imam Malik (diatas) dan sungguh benar penafsiran beliau. Maka barangsiapa yang mencari-cari kekurangan salah seorang mereka atau mencela riwayatnya sungguh dia telah membantah Allah, rabbul alamin dan membatalkan syari’at kaum muslimin.” (Ushul Madzhabi Asy-Syi’ah Al-Imamiyyah Al-Itsa Asyariyyah karya Dr. Nashir Al-Qafari 3/1250).

Berkata Abu Hatim, telah menceritakan kepada kami Harmalah, dia berkata: aku mendengar Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih berdusta dari rafidhah.”

Berkata Ma’mul bin Ahab, “Aku mendengar Yazid bin Harun berkata: “Boleh menulis (meriwayatkan hadits) dari setiap pelaku bid’ah selama tidak menyeruh (kepada kebid’ahannya) kecuali rafidhah karena mereka pendusta.”

Berkata Muhammad bin Sa’id Al-Ashbahani: “Aku mendengar Syarik berkata: “Ambillah ilmu dari setiap orang yang kamu jumpai kecuali rafidhah karena mereka memalsukan hadits kemudian menjadikkan (hadits palsu itu) sebagai agama.” Syarik diatas adalah bin Abdillah, Qodhi Kufah.

Berkata Mu’awiyah: “Aku mendengar A’masy berkata: “aku menjumpai sekumpulan manusia, tidaklah mereka dijuluki kecuali sebagai pendusta.” Yakni pengikut Mughiroh bin Sa’id rafidhi (seorang rafidhah) kadzdzab (pendusta) sebagaimana yang disifati Adz-Dzahabi. (Minhajus Sunnah karya Ibnu Taimiyyah rahimahullah 1/55-60)

Berkata Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, aku pernah bertanya kepada bapakku (yakni, Ahmad bin Hanbal) tentang rafidhah. Maka beliau menjawab: “(mereka adalah) orang yang mencela atau menghina Abu Bakar dan Umar.”. beliau juga pernah ditanya tentang Abu Bakar dan Umar, maka beliau menjawab: “cintailah keduanya dan berlepas dirilah dari siapa saja yang membenci keduanya.” (Al Masail war Rasail Al Marwiyah ‘anil Imam Ahmad bin Hanbal karya Abdul Ilah bin Sulaiman Al Ahmadi, 2/357). Dari dua pendapat Imam Ahmad diatas dengan jelas memerintahkan kita untuk berlepas diri dari rafidhah karena mereka membenci Abu Bakar dan Umar.

Al Khallal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, “Aku bertanya kepada Abu Abdillah (yakni, Imam Ahmad) tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar, dan ‘Aisyah. Beliau menjawab: “Aku tidak memandangnya dalam islam.” (As Sunnah karya Al Khallal, 3/493). Sangat jelas fatwa Imam Ahmad tentang kafirnya rafidhah.

Al Khallal juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Al Firyabi, bahwa ada seorang bertanya kepadanya tentang orang yang mencela Abu Bakar. Maka dia menjawab: “Kafir” kemudian ditanya lagi: “Apakah (jika dia mati) di shalati?” beliau menjawab: ”Tidak” (As Sunnah karya Al Khallal, 3/499).

Perhatikanlah, para ulama’ yang hidup di jaman yang berbeda dan negeri yang berjauhan tidak ada diantara mereka komunikasi tetapi tetap pendapat mereka tentang syi’ah rafidhah adalah satu. Ini semua menunjukkan bahwa rafidhah adalah kelompok yang sejak awal munculnya sudah memiliki kelebihan yang menonjol yaitu kadzdzab, pendusta.

• Perlu diketahui bahwa syi’ah terpecah menjadi beberapa golongan. Sebagiannya lebih parah dari sebagian yang lain. Diantaranya adalah, Imamiyyah, rafidhah, Jakfariyyah, Zaidiyyah dll. Maka setiap rafidhah adalah syi’ah dan tidak setiap syi’ah itu rafidhah.
Jadi tidak perlu digubris kalau ada yang mengatakan bahwa rafidhah itu bukan syi’ah.
Akan tetapi setiap mereka memiliki ciri khas tersendiri yang dengan itu kita bisa membedakan mereka satu dengan yang lainnya.
Diantara ciri pokok syi’ah rafidhah sebagaimana yang disebutkan Imam Ahmad diatas, ketika beliau ditanya siapa yang dimaksud rafidhah? Beliau menjawab: ”Yaitu mereka yang memusuhi Abu Bakar dan Umar.”

Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari bahaya syi’ah rafidhah.

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: