Ketika sang pendusta sok berbicara

Bismillah…

Merupakan suatu yang diketahui kalau dusta adalah perbuatan yang tercela. Jangankan kita, anak kecil, bahkan orang kafir pun mengetahuinya. Akan tetapi, tidak semua orang di muka bumi ini setuju jika dusta disebut perbuatan tercela. Disana ada sebuah kelompok yang berani menghalalkan dusta bahkan menjadikannya sebagai simbol agama, mereka adalah syi’ah rafidhah. wallahu a’lam, apa yang mendasari mereka berkeyakinan seperti itu. Tapi yang pasti sejak awal munculnya mereka sudah dikenal sebagai pendusta. Bahkan hingga kini, sifat ini masih melekat erat di hati mereka dan menjadi simbol khusus.

Ini dapat di ketahui dengan jelas dari tulisan mereka yang kini banyak tersebar di internet. Mereka mampu mengelabuhi pembaca dengan gayanya yang sok menampilkan sederetan nama para ulama’ ahlussunnah. Padahal dibalik itu semua terdapat kedustaan yang besar.

Demikian pula, ketika membicarakan kredibilatas ulama’ ahlussunnah, sifat dusta juga tidak lepas dari diri mereka. Berbagai cara mereka tempuh, yang penting bagaimana pembaca bisa percaya dengan tulisannya itu.

Sebagai contoh, apa yang ditulis oleh Zainal Abidin dalam blog kesayangannya. Ketika menulis tentang sikap Ibnu Taimiyyah terhadap Ahlul Bait, ternyata dia juga mengikuti jejak moyangnya, tidak mau jujur dan ilmiyah. Dia coba menggiring umat untuk berkesimpulan bahwa Ibnu Taimiyyah tidak mencintai apalagi menghormati Ahlul bait. Tentu untuk mendukung idenya itu dia harus memberikan bukti yang kuat bahwa Ibnu Taimiyyah memang tidak mencintai Ahlul bait. Karena tidak punya bukti, ya… dusta pun jadilah! Mungkin pikirnya ”wong yang baca kebanyakannya kan awam, cukup di poles sedikit selesai.”

Ya sudahlah, mari kita buktikan bersama. Coba sekarang anda buka blog berikut:

http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/05/24/ahlulbait-di-mata-ibnu-taymiah/

Ini adalah blog pribadi Zainal Abidin, tulisan diatas juga dinukil secara fanatik oleh:

http://haulawahabiyah.wordpress.com/2008/03/27/imam-besar-wahabi-ibnu-taymiah-pengutamaan-ahlul-bait-nabi-saw-adalah-peninggalan-yahudi/

Pertama-tama dia menyebutkan segudang ayat dan hadits keutamaan ahlul bait.

Sampai disini tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Karena keutamaan Ahlul bait adalah suatu yang sah disisi Ahlussunnah. Bahkan Ahlussunnah lebih berhak terhadap ayat-ayat itu dari mereka (syi’ah), karena ayat-ayat itu termaktub dalam Al-Qur’an Sunni.

Kemudian Zainal Abidin melanjutkan:

Jawaban Pertama Ibnu Taimiyah

Tahukan Anda apa jawaban yang disajikan Ibnu Taimiyah? Anda pasti tidak sabar menanti jawaban dari “Syeikhul Islam” wahabi/salafy ini. Di sini ia menjawab:

إن فكرة تقديم ال الرسول هى من اثر الجاهلية فى تقديم أهل البيت الرؤساء.

“Sesungguhnya konsep pengutamaan Aaal Rasul (keluarga Rasulullah saw.) adalah kerak peninggalan jahiliyah dalam mengutamakan keluarga (aalu bait) para penguasa (pimpinan)” (Minhaj As Sunnah,3/269)

Perhatikan, bagaimana “syaikh” Zainal Abidin menyandarkan ucapan diatas kepada Ibnu Taimiyyah. Dia coba menggiring pembaca untuk berkesimpulan kalau Ibnu Taimiyyah memang anti ahlil bait. Bagaimana mungkin mengutamakan ahlul bait disebut kerak peninggalan jahiliyyah??!!!!

Tapi bersabarlah, jangan terburu-buru memberi kesimpulan. Kita lihat dulu, apa benar Ibnu Taimiyyah mengatakan demikian. Atau ini hanya tuduhan dusta? Untuk mengetahui kebenarannya tentu kita harus memiliki kitab Minhajus Sunnah. Anda semua sudah memilikinya? Jika ada yang belum memilikinya bisa mencari gratisan di internet. Alhamdulillah, banyak situs yang menyediakan. Untuk memudahkan anda berikut ini kami sertakan beberapa link yang bisa anda rujuk:

Dalam bentuk doc (6 jilid):

http://www.saaid.net/book/open.php?cat=1&book=760

bentuk Syamilah (.bok)

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?p=421697

atau anda juga bisa mencari kata diatas secara online di:

http://arabic.islamicweb.com/books/taimiya.asp?book=365

untuk mempersingkat waktu kami bantu anda, bahwa Ibnu Taimiyyah sama sekali tidak pernah menyebutkan kalimat diatas (anda bisa buktikan sendiri). Bahkan jika anda mencari di dalam kitab Minhajus Sunnah dengan kata kunci “فكرة” tanpa Alim dan Laam pasti anda tidak akan menemukannya.

Subhanallah, Sungguh benarlah para ulama’ salaf dan khalaf ketika menjuluki syi’ah rafidhah dan antek-anteknya sebagai pendusta.

Zainal Abidin dan konco-konconya adalah makhluk Allah yang sangat benci terhadap Ibnu Taimiyyah. Karena memang Ibnu Taimiyyah termasuk ulama’ yang sangat gigih menelanjangi kebatilan syi’ah, terutama dalam kitabnya yang sangat bermanfaat, Minhajus Sunnah An Nabawiyyah. Kitab yang terdiri dari 8 jilid ini beliau khususkan untuk membantah pemikiran syi’ah dan Qadariyyah. Sangat wajar kalau syi’ah membenci sosok ulama’ seperti ibnu Taimiyyah. Tapi yang saya herankan, ketika Ibnu Taimiyyah membantah mereka dengan sikap ilmiyyah mereka malah balik membantah dengan kedustaan.

Para pembaca, sebenarnya kedustaan ini juga telah di isyaratkan oleh penulis sendiri, dimana di blog yang dikelolanya, Zainal Abidin tidak menyertakan teks arab. Awalnya kami merasa kesulitan mendeteksi kebenaran kalam Ibnu Taimiyyah diatas karena tidak disertai teks arab/asli. Saya juga sudah meminta kepada penulis untuk membawakan teks aslinya melalui form komentar, tapi tidak ada tanggapan. Alhamdulillah saya pun mendapatkannya di blog haulawahabiyah.wp diatas. Mungkin Zainal Abidin takut ketahuan belangnya sehingga tidak menyertakan teks aslinya. Tapi sudah terlambat wahai Zainal Abidin! Kedustaanmu sudah terbongkar, ”Katakanlah (wahai Muhammad): “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap”. Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”. (QS. Al-Isro’:81)

Cukuplah apa yang kami sebutkan diatas sebagai bukti bahwa memang syi’ah rafidhah dari dahulu sampai sekarang dikenal sebagai pendusta sebagaimana yang disebutkan para ulama’ ahlussunnah wal jama’ah. Maka beruntunglah bagi setiap pengikut kebenaran

Ahlul bait di mata Ibnu Taimiyyah

Lalu, bagaimana sebenarnya Ibnu Taimiyyah memperlakukan Ahlul bait? Tentu kita tidak bisa bertanya langsung kepada Ibnu Taimiyyah, karena beliau telah meninggal. Akan tetapi, beliau telah meninggalkan berbagai karya tulis yang dengan itu kita bisa mengetahui apa sebenarnya aqidah Ibnu Taimiyyah terhadap Ahlul bait.

Berikut penjelasan langsung dari Ibnu Taimiyyah dalam beberapa karyanya:

– Kitab Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah

Dalam kitab ini beliau memberikan bab khusus tentang ahlul bait,

منزلة أهل البيت النبوي عند أهل السنة والجماعة

Kedudukan Ahlul bait disisi Ahlussunnah wal Jama’ah

Dan mereka (ahlussunnah) mencintai Ahlul bait rasul, menjadikan mereka wali, dan selalu menjaga wasiat rasulullah tentang mereka ketika beliau bersabda pada hari Ghadir Khum: “Aku ingatkan kalian atas nama Allah akan hak-hak ahlul baitku”

Dan beliau juga pernah bersabda kepada Al-‘Abbas, paman beliau ketika dia (Al-‘Abbas) mengadu kepada nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa Qurai’sy mengganggu bani Hasyim: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sekali-kali mereka tidak akan beriman sampai mencintai kalian karena Allah dan juga kerabatku.”

Beliau juga bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memilih bani Isma’il, dan memilih dari bani Isma’il bani Kinanah, dan memilih dari bani Kinanah kaum Quraisy, dan memilih dari kaum Quraisy bani Hasyim dan memilihku dari bani Hasyim.” ……

– Minhajus Sunnah

Sebuah kitab yang sangat terkenal baik oleh kawan maupun lawan, dalam banyak tempat beliau menyebutkan secara detail tentang ahlul bait:

وأما أهل السنة فيتولون جميع المؤمنين، ويتكلمون بعلم وعدل، ليسوا من أهل الجهل ولا من أهل الأهواء،

ويتبرؤن من طريقة الروافض والنواصب جميعاً، ويتولون السابقين الأولين كلهم،

ويعرفون قدر الصحابة وفضلهم ومناقبهم، ويرعون حقوق أهل البيت عليهم السلام التي شرعها الله لهم ……

Adapun Ahlussunnah mereka sangat mencintai semua kaum mukminin, berkata dengan ilmu dan penuh keadilan, mereka bukan orang jahil, bukan pula pengikut hawa nafsu. Mereka berlepas diri dari jalannya (Syi’ah) rafidhah dan nawashib semuanya, mereka sangat mencintai As-Sabiiqunal Awwalun seluruhnya, sangat mengetahui kedudukan para shahabat dan keutamaan mereka, dan selalu menjaga hak-hak Ahlul Bait ‘alaihimussalam yang telah Allah syari’atkan untuk mereka (Ibnu Taimiyyah dalam Minhajus Sunnah 2/71).

IMAM ALI DI MATA IBNU TAIMIYYAH

Berkata Ibnu Taimiyyah:

((فضل عليّ وولايته لله وعلو منزلته عند الله معلوم، ولله الحمد….))

“Keutamaan Ali dan kewaliyannya serta kedudukannya yang tinggi di sisi Allah adalah suatu yang sudah diketahui. Segala puji hanya milik Allah, dari riwayat-riwayat yang shahih memberikan kepada kita sebuah keyakinan (tentang keutamaannya), yang tidak membutuhkan lagi (setelah adanya hadits shahih itu riwayat-riwayat) dusta dan tidak pula (riwayat) yang tidak diketahui kebenarannya” (Minhajus Sunnah: 8/165)

Berkata Ibnu Taimiyyah:

((وأما كون عليّ وغيره مولى كل مؤمن ، فهو وصف ثابت لعليّ في حياة النبي صلى الله عليه وسلم وبعد مماته، وبعد ممات عليّ، فعلي اليوم مولى كل مؤمن))

“Adapun keadaan Ali dan selainnya bahwa dia adalah kekasih setiap mukmin, itu adalah sifat yang benar untuk Ali sejak Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam hidup dan setelah beliau meninggal dan juga setelah Ali meninggal. Maka Ali pada hari ini tetap wali/kekasih setiap mukmin” (Minhajus Sunnah:7/325)

((وأما علي رضي الله عنه فلا ريب أنه ممن يحب الله ويحبه الله))

“Adapun Ali radhiallahu ‘anhu tidak diragukan lagi bahwa dia adalah termasuk orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah” (Minhajus Sunnah:7/218 )

((لا ريب أن موالاة علي واجبة على كل مؤمن، كما يجب على كل مؤمن موالاة أمثاله من المؤمنين))

“Tidak diragukan lagi bahwa mencintai Ali adalah wajib bagi setiap mukmin, sebagaimana diwajibkan bagi setiap mukmin mencintai mukmin yang lainnya” (Minhajus Sunnah:7/27)

Berkata Ibnu Taimiyyah ketika menggambarkan keberanian Ali radhiallahu ‘anhu:

))لا ريب أن علياً رضي الله عنه كان من شجعان الصحابة، وممن نصر الله الإسلام بجهاده، ومن كبار السابقين الأوَّلين من المهاجرين والأنصار، ومن سادات من آمن بالله واليوم الآخر وجاهد في سبيل الله، وممن قاتل بسيفه عدداً من الكفار((

“Tidak diragukan lagi bahwa Ali radhiallahu ‘anhu termasuk shahabat yang paling berani, dan termasuk yang Allah menolong islam dengan sebab jihadnya, termasuk shahabat besar sabiqunal awwalun dari muhajirin dan anshar, pembesar orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan (pembesar) orang yang berjihad fii sabilillah, dan Ali dengan pedangnya telah membunuh sejumlah orang kafir.” (Minhajus Sunnah:8/76)

Berkata Ibnu Taimiyyah menggambarkan kezuhudan Ali:

((وأما زهد عليّ رضي الله عنه في المال فلا ريب فيه))

“Adapun kezuhudan Ali radhiallahu ‘anhu dalam hal harta maka tidak perlu diragukan lagi” (Minhajus Sunnah:7/489)

Ibnu Taimiyyah lebih mengutamakan shahabat yang tidak ikut memerangi Ali daripada shahabat yang ikut memerangi Ali:

((وأيضاً فأهل السنة يحبون الذين لم يقاتلوا علياً أعظم مما يحبون من قاتله، ويفضلون من لم يقاتله على من قاتله كسعد بن أبي وقاص، وأسامة بن زيد، ومحمد بن مسلمة، وعبد الله بن عمر رضي الله عنهم. فهؤلاء أفضل من الذين قاتلوا علياً عند أهل السنة.

والحب لعليّ وترك قتاله خير بإجماع أهل السنة من بغضه وقتاله، وهم متفقون على وجوب موالاته ومحبته، وهم من أشد الناس ذبّاً عنه، ورداً على من طعن عليه من الخوارج وغيرهم من النواصب، ولكن لكل مقام مقال))

“dan juga, kecintaan Ahlussunnah terhadap para shahabat yang tidak ikut memerangi Ali lebih besar dari kecintaan mereka terhadap shahabat yang ikut memerangi Ali. Dan lebih mengutamakan shahabat yang tidak ikut memeranginya daripada shahabat yang ikut memeranginya, Seperti Sa’d bin Abi Waqqash, Usamah bin Zaid, Muhammad bin Maslamah, dan Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhum, mereka ini lebih utama disisi Ahlussunnah daripada (para shahabat) yang ikut memerangi Ali.

Dan mencintai Ali demikian pula menghindar dari peperangan adalah lebih baik dengan kesepakatan Ahlussunnah daripada membencinya dan memeranginya. Dan mereka sepakat wajibnya menjadikan Ali wali dan mencintainya, mereka (ahlussunnah) adalah manusia yang paling gigih membela Ali, dan membantah setiap yang mencelanya dari kalangan Khawarij dan selain mereka dari nawashib, akan tetapi setiap keadaan ada maqol tersendiri” (Minhajus Sunnah:4/395)

Ibnu Taimiyyah lebih mengutamakan imam Ali daripada Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan para shahabat nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:

بل هم كلهم متفقون على أنه أجلّ قدراً، وأحق بالإمامة، وأفضل عند الله وعند رسوله وعند المؤمنين من معاوية وأبيه وأخيه الذي كان خيراً منه، وعليّ أفضل من الذين اسلموا عام الفتح وفي هؤلاء خلق كثير افضل من معاوية. أهل الشجرة افضل من هؤلاء كلهم ، وعليّ أفضل جمهور الذين بايعوا تحت الشجرة، بل هو أفضل منهم كلهم إلا ثلاثة، فليس في أهل السنة من يقدم عليه أحداً غير الثلاثة، بل يفضلونه على جمهور أهل بدر وأهل بيعة الرضوان، وعلى السابقين الأوَّلين من المهاجرين والأنصار))

“Bahkan mereka (Ahlussunnah) semua sepakat bahwa Ali memiliki kedudukan lebih tinggi, lebih berhak dengan kepemimpinan, dan lebih mulia di sisi Allah dan rasul-Nya serta kaum mukminin dari Mu’awiyah, ayahnya dan saudaranya yang lebih utama darinya (Mu’awiyah). Dan Ali lebih utama dari semua shahabat yang masuk islam pada Fathu Makkah, sedangkan banyak diantara mereka (yang masuk islam pada Fathu Makkah) lebih utama dari Mu’awiyah. Dan Ahlu Syajarah (yang berbaitan di bawah pohon, bai’at ridhwan) lebih utama dari mereka (yang masuk islam pada fathu Makkah), dan Ali lebih utama dari mereka semua yang ikut berbai’at di bawah pohon kecuali dari tiga orang. Tidak ada dari kalangan Ahlussunnah yang mendahulukan seorang pun diatas Ali kecuali dari tiga orang. Bahkan Ali lebih afdhal dari mayoritas Ahlu Badar (yang ikut perang badar) dan yang mengikuti bai’at Ridhwan, dan (lebih utama) dari Sabiqunal Awwalun dari Muhajirin dan Anshar” (Minhajus Sunnah:4/396)

Ibnu Taimiyyah lebih mendahulukan shahabat yang berperang dipihak Ali daripada shahabat yang berperang dipihak Mu’awiyah –radhiallahu ‘anhum ajma’in- beliau berkata:

((معلوم أن الذين كانوا مع علي من الصحابة مثل: عمار وسهل بن حنيف ونحوهما كانوا أفضل من الذين كانوا مع معاوية))

“dan telah diketahui bahwa para shahabat yang berperang di pihak Ali seperti, Ammar, Sahl bin Hunaif dan selain keduanya lebih afdhal dari para shahabat yang ikut berperang di pihak Mu’awiyah” (Majmu’ atur Rasail wal Masail li Ibni Taimiyyah, hal:61)

Imam Husein di mata Ibnu Taimiyyah

Berkata Ibnu taimiyyah:

((والحسين رضي الله عنه قتل مظلوماً شهيداً ، وقتلته ظالمون معتدون((

مقتل الحسين وحكم قاتله – ص 77

Dan Husein radhiallahu ‘anhu terbunuh sebagai syahid secara zhalim, yang membunuhnya adalah orang-orang yang zhalim yang melampaui batas” (Maqtal Al-Husein wa Hukmu Qatilihi, hal:77)

((( وأما من قتل الحسين ) أو أعان على قتله ، أو رضي بذلك فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين ، لا يقبل الله منه صرفاً ولا عدلا ً))

مجموع الفتاوى 4 / 487 – 488

“Adapun orang yang telah membunuh Husein atau memiliki andil dalam pembunuhannya, atau ridha dengan hal itu, maka dia akan mendapatkan LA’NAT ALLAH, MALAIKAT DAN SELURUH MANUSIA, Allah tidak akan menerima darinya sharfan tidak pula adlan” (Majmu’ Fatawa 4/487-488 )

Pernyataan Ibnu Taimiyyah di atas sangat jarang bahkan bisa dibilang tidak pernah ternukilkan ke tengah-tengah kaum muslimin, yang ada hanyalah nukilan dari musuh-musuh Islam untuk menjatuhkan beliau dan menjauhkan kaum muslimin dari ulama’nya tentunya nukilan yang dipenuhi kedustaan, kekejian dan tuduhan.

Nasehat untuk segenap kaum muslimin

Setelah melihat kenyataan diatas, banyak penukilan-penukilan kaum syi’ah rafidhah yang dibangun diatas kedustaan, dalam keadaan para pembaca belum bisa membedakan ini semua. Maka kami nasehatkan kepada segenap kaum muslimin untuk tidak membaca tulisan-tulisan mereka atau mendengar ucapan-ucapan mereka. Jangan ada yang beranggapan untuk mengetahui aqidah Syi’ah kita harus bertanya langsung kepada mereka, ini adalah anggapan yang keliru. Sama halnya dengan kita menanyai pencuri, apakah anda pencuri/mencuri? Tentu dia akan berkilah. Demikian pula kita tidak merasa aman dari syubuhat-syubuhat yang mereka lontarkan, terlebih ketika kita belum memiliki sebuah timbangan untuk menyimpulkan sebuah tulisan atau ucapan itu benar atau salah.

Sekali lagi, Tak lupa kami ingatkan pernyataan ulama besar kita:

الإمام الشافعي أنه قال:

((لم أر أحداً من أصحاب الأهواء أكذب في الدعوى، ولا أشهد بالزور من الرافضة))

أخرجه ابن بطة في الإبانة الكبرى 2/545، واللالكائي في شرح أصول اعتقاد أهل السنة 8/457

Berkata Imam Asy-Syafi’i, “Aku tidak pernah melihat ada seorangpun dari pengikut hawa nafsu yang lebih dusta perkataannya dan lebih palsu persaksiannya dari Syi’ah Rafidhah”. (diriwayatkan Ibnu Baththah dalam kitabnya “Al-Ibanah Al-Kubro 2/545, dan Al-Lalikai dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah 8/457)

وعن الإمام أحمد أنه سئل عمن يشتم أبابكر وعمر وعائشة قال:

«ماأراه على الإسلام)) اخرجه الخلال في السنة 1/499

Imam Ahmad pernah ditanya tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan A’isyah, beliau menjawab: “Aku tidak menganggapnya diatas Islam”. (diriwayatkan Al-Kholllal dalam “As-Sunnah 1/499).

Semoga apa yang kami suguhkan ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang ingin berbicara tentang Ibnu Taimiyyah dan ulama’ Ahlussunnah lainnya.

15 Tanggapan

  1. assalamu’alaikum…keif haaluk akhi? masya Alloh, tulisan2 tentang syi’ahnya mantap sekali. moga banyak yg ambil faedah.

  2. terima kasih banyak atas informasinya…

  3. Assalamu’alaikum, akh salam kenal dari ana……tulisan tentang Syi’ah muuuuuuaaaaaaaaanatp seeeekali, semoga Allah membalas Antum, dengan segala pahala kebaikan…..Sikkkat terus Syi’ah,,,,,,Pantas Aja. Mapir ya http://www.ahlussunnah-wonosobo.blogspot.com minta ijin link blog antum?

  4. ahlan wasahlan,

    bagi2 tugas ya ikhwah, antum yang jabanin si zainal abidin al kadzab

    jazakallah khair

  5. Salamun ‘Alaikum

    akhi ada syubhat di blog
    ……wordpress.com
    ……wordpress.com

    mohon tanggapan

    –haulasyiah–
    ‘alaikumus salam
    Insya Allah akhi, semoga Allah memberikan kemudahan….
    barakallahu fiikum

  6. Semoga Allah makin menguatkan kita semua di atas Al-Haq. Bantahlah semua musuh-sunnah semoga Allah beri kalian kemudahan dan Waja-Nya.Wassalam Mual’aikum Bravo Slafiyyun

  7. “Jangan ada yang beranggapan untuk mengetahui aqidah Syi’ah kita harus bertanya langsung kepada mereka, ini adalah anggapan yang keliru. Sama halnya dengan kita menanyai pencuri, apakah anda pencuri/mencuri?”

    “akhi ada syubhat di blog
    ……wordpress.com
    ……wordpress.com”

    Bukti kebodohan anda dan kepengecutan anda.

    —haulasyiah—

    “… mereka menggigit ujung jari karena marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu Karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati” (QS. Ali Imran:119)

  8. Salamun ‘Alaikum
    Luar biasa bahasannya. Tapi orang2 seperti itu klo dibantah ga bakalan ngerti bagusnya DIPENGGAL AJA LEHERNYA tentunya kita berharap agar yang melakukannya adalah waliyyul amr

  9. Sekarang ini banyak blog yang gentayangan menyebarkan kedustaan, terutama tentang wahabi, seperti blog abusalafy.wordpress.com, saya coba memberi komentar disana, tidak ada satupun yang di approve.

    Awalnya saya kira blog serius, eh ternyata isinya hanya kedustaan, lama – lama saya perhatikan, berat kemungkinan pemiliknya adalah seorang syiah rafidah.

    Akhirnya saya maklumi kalau isinya penuh dusta.

  10. Assalamualaikum,
    salam kenal dari ana di Pondokgede, ana sering mampir ke blog ini kebencian(karena Allah) ana kepada mereka selalu bertambah kalau membaca kedustaan2 mereka disini, bagaimana kalau antum posting terjemahan minhajus sunnah? Aghar ikhwan yang nggak bisa baca kitab aslinya bisa bertambah ilmunya. Sekalian izinnya me link blog antum dengan http://www.firqatunnajiyah.wordpress.com/ Tetap istiqamah, barakallahufiik.

  11. bismillah. barokallahu fikum

  12. SALAM ALAIKUM smua , syiah adalah pembohong. aku ga setuju berdiskusi ilmiah ama pembohng, yg aku setuju membongkar kebohongan nya.

    saranku

    bikin persaksian di DEPAG, PRESIDEN bahwa mereka harus tanda tangan tentang ke aslian al quran. wassalam

  13. Subhanallah… ana lega karena ada jg yg bisa mengungkap kezhaliman ZAINAL ABIDIN ini,, karena dia telah mencemarkan nama baik seorang ualama yg jelas2 di akui le ILMUannya di dunia Islam.
    teruskan perjuangan ente wahai akhi!!!
    Bongkar kebusukan dan strategi2 kaum syi’ah!!!!
    Cukuplah Allah sebagai pelindung kita

  14. ustadz
    …zainal abidin mana yang dimaksud nih…zainal abidin boaaaanyak…

    –haulasyiah—
    Lha yang punya blog tersebut diatas….

  15. Semoga Alloh merahmati penulis dan memberikan balasan dengan pahala yg banyak krn membela para ulama dari kedustaan dan membela Dienul Islam dari rongrongan para pendusta yg di luar Islam ini. Syi’ah bukan Islam dan dia di luar Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: