AHLUL BAIT DIMATA AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Siapakah yang dimaksud Ahlul bait?

Ahlul bait adalah keluarga nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, yaitu orang-orang yang diharamkan menerima shadaqah, mereka adalah: Alu (keluarga) Ali, alu Ja’far, alu ‘Aqil, alu Abbas, dan bani (keturunan) Harits bin Abdul Muththalib, demikian pula istri-istri nabi shalallahu ‘alaihi wasallam serta anak-anak beliau. Dengan dasar firman Allah subhanahu wata’ala:

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Hanya saja Allah hendak menghilangkan dari kalian kejelekan wahai Ahlul bait dan membersihkan kalian sebersih bersihnya.” (QS. Al-Ahdzab:33)

berkata Imam Ibnu Katsir rahimahullah: “Kemudian yang tidak diragukan lagi bagi setiap pembaca Al-Qur’an bahwa istri-istri nabi shalallahu ‘alaihi wasallam masuk dalam ayat: “Hanya saja Allah hendak menghilangkan dari kalian kejelekan wahai Ahlul bait dan membersihkan kalian sebersih bersihnya.” (QS. Al-Ahdzab:33) karena konteks pembicaraan bersama mereka. Oleh karena itu Allah melanjutkan pada ayat setelahnya:

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آَيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ

“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu (wahai istri-istri nabi) dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu).” (QS. Al-Ahdzab:34) maksudnya: Ketahuilah (wahai istri-istri nabi) bahwa apa yang Allah –tabaraka wata’ala- turunkan kepada rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam di rumah-rumah kamu berupa Al-Qur’an dan sunnah (hadits-hadits nabi).

Berkata Qatadah dan selainnya: ” Dan ingatlah (wahai istri-istri nabi) nikmat ini yang di khususkan untuk kamu tanpa sekalian manusia, dan wahyu turun di rumah kamu tanpa sekalian manusia. ‘Aisyah shiddiqah (wanita yang selalu jujur) bintu Shiddiq (Abu Bakar) radhiallahu ‘anha adalah istri nabi yang paling pertama mendapatkan nikmat ini dan istri nabi yang paling khusus mendapatkan rahmat yang mulia ini. Karena, rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah diberikan wahyu di kamarnya seorang wanita pun selainnya. Sebagaimana yang disebutkan langsung oleh rasulullah shalallahu ‘alihi wasallam.

Berkata sebagian ulama’: karena beliau tidak pernah menikahi gadis selain ‘Aisyah, dan tidak ada laki-laki yang tidur bersamanya selain beliau shalallahu ‘alaihi wasallam –maksudnya bahwa ‘Aisyah tidak pernah menikah selain kepada nabi- maka sangat pantas jika ‘Aisyah mendapatkan keutamaan ini, dan diberikan kedudukan yang tinggi dalam hal ini. Akan tetapi, jika istri nabi masuk dalam kategori Ahlul bait maka karib kerabat nabi lebih berhak masuk kedalamnya. (selesai dinukil dari tafsir Ibnu Katsir)

Ahlul bait dimata Ahlussunnah

Ahlussunnah wal jama’ah sangat mencintai Ahlul bait rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, menjadikan mereka wali dan selalu menjaga hak-hak mereka yang pernah diwasiatkan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pada hari Ghadir Khum (nama sebuah tempat): ”Aku ingatkan kalian akan hak-hak ahlul bait yang Allah wajibkan untuk kalian tunaikan” (riwayat Muslim).

Maka Ahlussunnah sangat mencintai dan memuliakan mereka, karena hal itu adalah bagian dari kecintaan dan pemuliaan kepada nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, dengan syarat: mereka (Ahlul bait) harus berpegang teguh dengan sunnah (bimbingan nabi) dan berada diatas jalan yang lurus. Sebagaimana pendahulu mereka, seperti: Abbas dan anaknya, Ali dan anaknya. Adapun orang-orang yang menyelisihi bimbingan nabi dan tidak berada di jalan yang lurus maka tidak boleh menjadikan mereka wali walaupun dari kalangan Ahlul bait.

Maka sikap Ahlussunnah terhadap Ahlul bait adalah sikap yang adil dan inshaf: Ahlussunnah menjadikan wali setiap Ahlul bait yang istiqamah diatas jalan yang lurus dan berlepas diri dari setiap Ahlul bait yang menyimpang.

Karena titel Ahlul bait atau qarabah (kerabat dekat nabi) tidak akan memberikan manfaat apapun kecuali jika ia berada diatas jalan yang lurus. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda ketika turun ayat: “Dan berilah peringatan kerabat dekatmu.” (QS. Asy-Syu’aro:214) beliau bersabda: “Wahai sekalian Quraisy, lindungilah diri kalian sendiri. Sesungguh aku tidak dapat melindungi kamu dari apapun, wahai Abbas bin Abdul Muththalib! Aku tidak dapat melindungi kamu dari apapun, wahai Shafiyyah! Aku tidak dapat melindungi kamu dari apapun, wahai Fathimah bintu Muhammad! Mintalah hartaku sesukamu, aku tidak dapat melindungimu dari sesuatu apapun.” (HR. Bukhari) demikian pula beliau bersabda: “Barangsiapa yang amalannya lambat (sedikit) tidak bisa mempercepatnya (melindunginya) nasabnya (yang baik).” (HR. Muslim)

Ahlussunnah berlepas diri dari 3 kelompok sesat

Ahlussunnah wal jama’ah berlepas diri dari Syi’ah rafidhah, yaitu orang-orang yang berlebihan dalam (memuliakan) sebagian Ahlul bait dan menganggap mereka makshum.

Dan mereka berlepas diri dari Nawashib, yaitu orang-orang yang menanamkan kebencian terhadap Ahlul bait yang istiqamah (diatas jalan yang lurus) dan mencela mereka.

Demikian pula (Ahlussunnah) berlepas diri dari Ahlul bid’ah dan Khurafiyyin, yaitu orang-orang yang bertawasul dengan Ahlul bait (yakni tawasul yang tidak benar) dan menjadikan mereka tuhan selain Allah.

Ahlul bait berlepas diri dari Syi’ah Rafidhah

Maka manhaj Ahlussunnah dalam perkara ini dan selainnya adalah tengah-tengah tidak berlebihan dan tidak pula bermudah-mudahan.

Ahlul bait yang berjalan diatas agama yang lurus juga mengingkari sikap berlebihan terhadap mereka serta belepas diri dari mereka. (sebagai contoh) Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu pernah membakar orang-orang yang berlebihan terhadap dirinya dengan api. Ibnu Abbas juga sepakat membunuh mereka akan tetapi dengan cara di penggal bukan dibakar.

Dan Ali bin Abi Thalib pun ketika itu ingin membunuh Abdullah bin Saba’, gembong ghulah (pendiri syi’ah rafidhah) akan tetapi ia lari dan bersembunyi…….

(diterjemahkan dari kitabut tauhid, karya Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan. Hal.71-73 cetakan I Maktabah Ibnu ‘Abbas)

syi’ah bukanlah ahlul bait dan ahlul bait bukanlah syi’ah keduanya terdapat perbedaan yang jauh bagaikan timur dan barat bahkan lebih jauh lagi….

semoga bermanfaat……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: