MENGENAL SYI’AH LEBIH DALAM LAGI 2

Kedudukan Imam Syi’ah

Mereka berkata: “Sesungguhnya para imam yang 12 lebih mulia dari para nabi dan rasul ‘alaihimus salam.” (Lihat kitab mereka “Al-Nawar An-Nu’maniyyah” karya Ni’matullah Al-Jazairi, 3/308)

Perhatikanlah! Bagaimana sikap berlebihan Syi’ah terhadap Imam mereka, sampai melebihkannya dari para nabi dan rasul, subhanallah ‘amma yashifuun wa subhanallah ‘amma yaquluun.

Syi’ah menuhankan Imam-Imam mereka

Mereka berkata: “Imam-imam Syi’ah maha mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, tidak ada sesuatu apapun yang tersembunyi atas mereka, dan mereka tidak akan mati melainkan dengan kemauannya sendiri.” (Lihat kitab “Ushulul Kafi” karya Al-Kulaini, 1/258 s/d 260)

Sifat Imam Syi’ah yang tersebut diatas adalah sifat ketuhanan yang Allah sifatkan untuk diri-Nya melalui ayat: “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” (QS. Ali Imran.5)

“dan mereka tidak akan mati melainkan dengan kemauannya sendiri” sebuah kekufuran yang nyata, tidakkah mereka mendengar firman Allah: “Tiap-tiap umat telah ditetapkan ajalnya; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raf:34)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman: “Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan (Nya).” (QS. Al-Hijr:5)

Bandingkanlah ayat ini dengan pernyataan Sy’iah diatas; mereka mengatakan bahwa Imam yang 12 itu akan mati dengan kehendaknya sendiri, sementara Allah menyebutkan bahwa tiap umat dan pribadi masing-masing telah ditetapkan ajalnya (batas waktunya). Kira-kira tuhan manakah yang benar?! Allah ataukah imam yang 12??? Na’udzubillahi min dzalik.

Kebencian mereka terhadap shahabat nabi

“mereka mengklaim kafir dan murtadnya para shahabat nabi, terutama Abu Bakar, Umar, Utsman, Khalid bin Walid, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhum dan selain mereka semuanya kecuali tiga orang saja.” (Lihat kitab mereka “Ar-Raudhah minal Kaafi” karya Al-Kulaini, 8/245)

Kebencian Syi’ah terhadap Khulafa’ Rasyidin

Mereka berkata: “kami berlepas diri dari empat berhala: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Mu’awiyah. Dan dari empat wanita: ‘Aisyah, Hafshah, Hindun dan Ummul Hakam, serta dari semua pengikut mereka. Mereka adalah sejelek-jelek ciptaan Allah di muka bumi, dan tidak akan sempurna iman kepada Allah, Rasul-Nya dan para imam kecuali setelah berlepas diri dari musuh-musuh mereka.” (Lihat kitab mereka “Haqqul Yakin” karya Al-Majlisi, hal.519)

Mereka berkata: “Sesungguhnya Abu Bakar dan Umar adalah kafir, kafir pula setiap yang mencintai keduanya.” (Lihat kitab mereka “Biharul Anwar” karya Al-Majlisi, 69/137,138)

Jadi menurut Syi’ah semua yang mencintai Abu Bakar dan Umar telah kafir dari islam. Kalau begitu seluruh kaum muslimin di negeri ini telah kafir, karena mereka sangat mencintai Abu Bakar dan Umar. Hanyasaja Syi’ah tidak menampakkan aqidah mereka ini karena taqiyyah.

Mereka berkata: “Sesungguhnya Umar radhiallahu ‘anhu terjangkiti sebuah penyakit yang tidak akan sembuh kecuali dengan mani laki-laki (tukang homo), dan neneknya adalah anak zina wal-‘iyadzu billah.” (Lihat kitab mereka “Al-Anwar An-Nu’maniyyah” karya Ni’matullah Al-Jazairi, 1/63 dan kitab “Ash-Shirathul Mustaqim” karya Zainud Diin An-Nabathi Al-Bayadhi, 3/28)

Mereka sangat mengagungkan hari Nairuz, merayakan hari terbunuhnya Umar bin Khattab, dan menamakan pembunuhnya sebagai “Pintu sang pemberani” serta menghimbau untuk menziarahi kuburnya (pembunuh Umar) sebagai penghargaan dari perbuatannya itu.” (Lihat kitab mereka “‘Aqdu Ad-Durar fii Baqari Bathni Umar” karya Yaasiin Ash-Shawwaf, hal.120)

Pembunuh Umar bin Khattab adalah seorang Majusi (penyembah api) yang bernama Abu Lu’luah. Mereka (Syi’ah) sangat mengagungkan Abu Lu’luah Al-Majusi bahkan membangun kuburannya, dan menghimbau penganut syi’ah untuk menziarahi kuburan tersebut. Ternyata agama Syi’ah sangat memiliki hubungan erat dengan yahudi, nashrani dan Majusi. Semoga Allah menyelamatkan kaum muslimin dari bahaya mereka

Mereka berkata: “Sesungguhnya Imam Mahdi Syi’ah (Mahdi Khurafat) akan menghidupkan Abu Bakar dan Umar kemudian menyalib keduanya dan membakarnya, kemudian menghidupkan ‘Aisyah Ummul Mukminiin dan menegakkan hukum had atasnya (karena perbuatan zina yang ia lakukan).” (Lihat kitab mereka “Ar-Raj’ah” karya Ahmad Al-Ahsa-i, hal.116 dan 161)

Mereka berkata: “Sesungguhnya Utsman adalah pezina, banci, dan senang menabuh rebana.’ (Lihat kitab mereka “Ash-Shirathul Mustaqim” karya Zainud Diin An-Nabathi Al-Bayadhi, 3/30)

Mahdi Khurafat Syi’ah dan aqidah Raj’ah mereka

Mereka berkata: “Sesungguhnya Jibril, Mikail, Kursi, Lauhul Mahfuzh, dan pena tunduk kepada Mahdi Syi’ah.” (lihat kitab mereka “Muqtathofat Walaiyah” karya syeikh mereka Al-Wahid Al-Khurasani, hal.39)

‘Raj’ah sebelum hari kiamat, maksudnya: Allah akan mengembalikan ke dunia suatu kaum yang telah meninggal. Lalu Allah akan memuliakan satu golongan (Syi’ah) dan menghinakan golongan yang lain (kaum muslimin). Hal itu terjadi ketika keluarnya Imam Mahdi mereka (Syi’ah), si pembunuh berdarah dingin.” (Lihat kitab mereka “‘Aqa-idul Imamiyyah” karya Muhammad Ridha Muzhffar, hal.102)

“Sesungguhnya Mahdi Syi’ah akan membumi hanguskan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, berhukum dengan hukum keluarga Daud, mengajak bicara Allah dengan bahasa Ibrani bahkan akan membunuh 1/3 penduduk bumi.”

Syi’ah sang penyembah kuburan

Mereka berkata: “Sesungguhnya (keutamaan) menziarahi kuburan Husein bin Ali radhiallahu ‘anhuma sama dengan dua juta kali haji, 2 juta kali umrah, dan 2 juta kali bertempur. Dan pahala setiap haji, umrah dan bertempur seperti pahalanya orang haji, umrah, dan bertempur bersama nabi dan Imam-imam rasyidin.” (Lihat kitab mereka “Nuurul ‘Ain fil Masyi ila Ziyarati Qabril Husein” karya Muhammad Al-Ishtibhanathi, 265)

Jadi menurut mereka “pahala” menziarahi kuburan Husein sama dengan 2 juta kali haji bersama rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, demikian pula 2 juta kali umrah, dan 2 juta kali bertempur.

Jika kita buka Al-Qur’an dari awal sampai akhir pasti tidak akan kita dapatkan keutamaan diatas. Demikian pula, jika kita buka kitab-kitab hadits shahih pasti kita tidak akan menemukannya. Kira-kira dari mana bualan ini mereka dapatkan??

Penghinaan mereka terhadap tempat kudus kaum muslimin

Mereka berkata: “Sesungguhnya Karbala (sebuah tempat di Iraq) adalah tempat yang paling kudus (suci) dalam islam dan lebih agung dari Makkah, Madinah, dan Baitul Maqdis.” (Lihat kitab mereka “Mashabihul Janan” karya syaikh mereka ‘Abbas Al-Kasysyani, hal.360)

Sekali lagi, wahai Syi’ah dari mana bualan ini kalian dapatkan?!!!

Tidakkah kalian membaca firman Allah: “Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya (rasulullah) pada suatu malam (malam isra’) dari Al Masjidil Haram (di Makkah) ke Al Masjidil Aqsha (di Baitul Maqdis) yang Telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra’:1)

Tidakkah kalian mendengar sabda rasulullah shahalallahu ‘alaihi wasallam: “Sebaik-baik negeri di muka bumi ini dan yang paling dicintai Allah adalah Makkah.” (lihat kitab “Fadhail Makkah”, karya Hasan Al-Bashri)

Tidakkah kalian mendengar sabda rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Ya Allah, tanamkanlah ke hati-hati kami rasa cinta terhadap negeri Madinah sebagaimana telah Engkau tanamkan ke hati-hati kami rasa cinta terhadap negeri Makkah.”

Demikian pula sabda rasulullah: “Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim telah meminta kepada-Mu kebaikan untuk negeri Makkah, maka aku (juga) meminta kepadamu kebaikan untuk negeri Madinah seperti yang diminta Ibrahim ‘alaihis salam.” (Lihat kitab “Fadhail Madinah” karya Al-Jundi)

Penghinaan mereka terhadap hari raya kaum muslimin

“Sesungguhnya hari raya yang paling agung dalam islam bukan ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha, akan tetapi ‘Idul Ghadir (hari raya Ghadir yang tidak pernah dikenal dalam islam).” (Lihat risalah mereka “‘Idul Ghadir” karya syaikh mereka Muhammad Asy-Syirazi, hal.11)

* Pertanyaan yang sama untuk kalian “dari mana bualan ini kalian dapatkan?!!!”

Kedengkian mereka terhadap Penduduk Makkah dan Madinah

“Sesungguhnya penduduk Makkah benar-benar telah kafir kepada Allah, dan penduduk Madinah lebih hina 70 kali lipat dari penduduk Makkah.” (lihat kitab mereka “Ushulul Kafi” karya Al-Kulaini, 2/410)

Kalau imam yang mereka agungkan seperti Al-Kulaini saja perkataannya gak karuan maka terlebih lagi para penghambanya seperti Zainal Abidin, Ibnu Jakfari, Ressai, dan yang lainnya……

Kedengkian mereka terhadap Mesir dan Syam

“Sesungguhnya putra-putra (Mesir) telah di laknat melalui lisan nabi Daud, dan menjadikan diantara mereka kera dan babi.”

“Sesungguhnya Allah ketika murka kepada bani israil memasukkan mereka (ke Mesir) dan ketika ridha kepada bani israil mengeluarkan mereka darinya (Mesir).”

(Lihat kitab mereka “Tafsir Al-Qummi” karya Al-Qummi 2/241, dan kitab “Tafsirul Burhan” karya Hasyim Al-Bahrani 1/456, dan kitab “Furu’ul Kafi” karya Al-Kulaini 6/501 dan kitab “Biharul Anwar” karya Al-Majlisi 60/211)

“Sebaik-baik tanah (dimuka bumi) adalah Syam dan sejelek-jelek penduduk (bumi) adalah penduduk Syam. Sesungguhnya penduduk Rum (Romawi) walaupun mereka kafir akan tetapi tidak memusuhi kami, adapun penduduk Syam mereka kafir dan memusuhi kami. Jangan kalian menyebut Ahlu Syam (penduduk negeri Syam) tapi katakan Ahlu Syau’m (orang-orang sial).”

Masih pertanyaan yang sama; “dari mana bualan ini kalian dapatkan?”

pembaca rahimakumullah…

Demikianlah apa yang dapat kami suguhkan kehadapan anda sekalian pada kesempatan kali ini.

Semoga bisa menambah wawasan kita akan hakekat sebenarnya Syi’h rafidhah.

Barakallahu fiikum jami’an

Satu Tanggapan

  1. Alhamdulillah… Akhirnya saya mendapat pencerahan tentang siapa sebenarnya Syi’ah…
    Akhir-akhir ini banyak sekali buku-buku yang berisi justifikasi tentang aliran ini di toko-toko buku terkemuka. Diharapkan Blog ini bisa menjadi counter yang ampuh…

    Amiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: