Sekelumit Tentang Keutamaan Ummul Mukminin ‘Aisyah

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Tiga malam aku bermimpi melihat kamu. Malaikat datang kepadaku mengantarkanmu dengan memakai sepotong baju sutera seraya berkata: Inilah istrimu. Ketika aku buka wajahmu, ternyata itu memang benar-benar kamu. Lalu aku katakan: Kalau itu memang datang dari sisi Allah, maka Allah pasti akan menjadikannya kenyataan.”

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata: Apabila Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sedang merasa gundah, beliau akan bertanya-tanya: “di manakah aku hari ini, di manakah aku esok hari”
Karena merasa lama menunggu hari giliran Aisyah. Aisyah melanjutkan: “Ketika pada hari giliranku Allah mencabut nyawa beliau yang masih berada dalam pelukanku”

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Keutamaan Aisyah atas wanita-wanita lain adalah seperti keutamaan tsarid (bubur daging dan roti) atas makanan yang lainnya.”
Keterangan: Tsarid adalah jenis makanan yang paling istimewa ketika itu.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha: bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepadanya: “Sesungguhnya malaikat Jibril mengucapkan salam kepadamu.” Aisyah berkata: Lalu aku menjawab: “Wa alaihissalam wa rahmatullahi (Semoga keselamatan serta rahmat Allah selalu terlimpahkan atasnya).”

Lihat selengkapnya di “Shahih Muslim”

19 Tanggapan

  1. Jangan lupa larangan Rosul yang telah melarang Aisyah untuk keluar rumah sepeninggal Rosul, namun dilanggar oleh Aisyah, bahkan Aisyah (Pencipta Perang Jamal) keluar untuk memerangi kekhalifahan yang SAH menurut Islam. Jadi siapapun yang memerangi kekhalifahan yang sah adalah BATHIL. Kecuali jika pemimpinnya Shorbul Khamr seperti Muawiyyah dan Yazid anaknya, hukumnya WAJIB diperangi.

    —haulasyiah—
    masak sih, e… jangan lupa juga larangan rasul mengolok2 shahabatnya.

  2. jenggot naga? wah, namanya serem gitu. komentarnya juga serem. tapi, paling dia juga nggak ngerti makna komentarnya, asbun dan asmun, asal bunyi dan asal muni. atau, minimal ketahuan sifat aslinya sebagai pengikut syiah. ucapannya keji dan kotor thd sahabat nabi.

  3. Ya Ali tidak mencintaimu kecuali orang Mu’min dan tidak membencimu kecuali orang MUNAFIK. (U pengen berapa sanad dari I tentang keshahihan hadist ini?). U berpikir dari logika yang sebelah mana? jika terjadi pertumpahan darah, disitu tidak ada kebencian? atau tidak ada pihak yang salah dan pihak yang benar? Dalam Islam hanya ada Hitam-Putih (Hak dan Batil) tidak ada istilah abu-abu mas. I tidak mengolok-olok, I sampaikan sesuai realitas sejarah. Kitab sejarah mana yang tidak bercerita tentang perang Jamal Ashghar dan Akbar? Siapa yang bisa pungkiri peperangan Siffin? U keberatan ketika I kritisi perbuatan beberapa sahabat, lalu bagaimana dengan sahabat yang menumpahkan darah sahabat yang lain? Jika Rosul melarang kita untuk mengolok-2 sahabat, lalu apa menurut U Rosul akan membenarkan perbuatan sahabat yang memerangi sahabat yg lain dgn pertumpahan darah? Kemana logika U? Apa menurut U Rosul akan seperti itu? Buat antosalafy, U kurang baca, terutama kitab sejarah. I asbun? Apa perlu I kupas perang Jamal dan Siffin hingga akar-akarnya menurut kitab-2 sejarah yang Mu’tabar? Nanti dihapus tidak dgn yang punya POS? ini 2008 bung, jgn berbetah diri didalam kotak Ashobiah Mazhab yang sempit trs-menerus dong.

    —haulasyiah—
    hehehe.. jangan emosi dong mas, kalau anda mau kaji dari kitab-kitab mu’tabar kami persilahkan. tapi ingat yang benar2 mu’tabar lho ya!

  4. Halahhh… jengot naga, jenggot naga. bisanya mendesis aja. coba bicara yang ilmiah dikitlah. ini 2008 bung, jgn menutup diri di dalam tempurung Ashobiah Mazhab (syiah) yang sempit trs-menerus dong! pake logika yang bener, jgn logika perman.

  5. he,he,he antosalafi. Dr kmrn tdk ada sedikitpun komentar U yg ilmiah, U hny bisa menggonggong, mmg sih menggonggong tidak perlu baca, apalagi kitab sejarah🙂 I dlm tempurung? Dr komentar I, jika U terpelajar U pasti tahu karakter I yang terbuka dan bicara apa adanya, berdasarkan yg I pelajari & fahami. Sorry Morry bozz, jika I dlm tempurung tdk mgkinlah I ambil study jurusan perbedaan Mazhab-2. Tp U? Jgnkan ilmiah, menerima perbedaan saja, U terkaget-kaget & meluap-luap (sungai kalee meluap), maaf mas, sdh 2008 nih udah bkn zamannya lg U takut berpendapat, slama itu ilmiah dan punya dasar (bkn menggonggong yah)
    To Haula Syiah jujur I salut, U tampilkan tulisan I apa adanya & tdk U buang. Positif buat I untuk trs baca tulisan-2 U. Tp tdk mslahkan jika I kritisi? Tentu yang menurut I tdk sesuai dengan pemahaman I. Salah jika U anggap I emosi, mmg karakter I dlm menyampaikan sesuatu sdh seperti ini. Jika emosi tdk mngknlah I balik lg ke-Blog ini. U perlu tahu, tidak semua orang yang mengkritisi tindakan beberapa sahabat, itu Syi’ah. U jgn memvonis sesuatu yg blm U ketahui.

    —haulasyiah—
    Silahkan, asal sesuai kaedah yang benar dan gk pake akal. Pada asalnya yang senang mengkritisi tindakan shahabat nabi adalah Syi’ah, kalau gk mau dikatakan Syi’ah ya.. minimalnya terpengaruh pahamnya lha….

  6. Syukran… Tidak mungkin I mengkritisi tulisan U tanpa dasar, yg jelas dengan Naqli dan Aqli. Bknkah akal/aqli yang membedakan kita (manusia) dengan hewan? Bknkah sdh menjadi kaidah, bahwa berhujjah yg benar harus menggunakan Naqli Plus Aqli? I rasa U sdh sangat mengetahui tentang kaidah ini.

    —haulasyiah—
    ia mas, tapi kita tidak boleh berpegang sepenuhnya dan akal tanpa naql. bukankah Allah dalam banyak ayatnya juga mencela akal (yang tidak digunakan semestinya)

  7. aslm.wb antosalafy,jenggot naga dan haulasyiah
    anda bertiga hamba allah yg beruntung di berikan akal sehat oleh ALLAH tapi sayang hanya digunakan utk bedebat,hindarilah perdebatan utamakan amal.jazakumullah kasiran

  8. To hamba, thanks buat sarannya. Tp U harus mengerti kalau kita disini bukan sedang berdebat. Tapi saling mengkritisi yang sangat berguna untuk menambah pengetahuan kita masing-masing. Dalam pembahasan Ilmiah Pro-Kontra itu hal biasa. Yang penting adab berdialog tetap kita jaga. Tidak ada caci maki, tidak ada saling vonis sesat apalagi kafir. Kami menulis komentar ini justeru sedang beramal (mengamalkan Ilmu masing-masing) “Ilmu tanpa AMAL seperti pohon tanpa BUAH”.

    —haulasyiah—
    vonis itu sah sah saja, rasulullah juga pernah memvonis. Yang penting sesuai dasar-dasar yang shahih.

  9. Waduh, dasar-dasar VONIS yang shahih seperti apa? dasar-dasar dari narasumber yang salah? Tidak fair itu namanya. Mau menyamakan cara penilaian kita dengan cara penilaian Rasul? Ya jauhlah mas. Narasumber Rasul langsung dari ROBBUL ALAMIIN, sementara narasumber kita mas? Kecendrungan berat sebelahnya sangat tinggi.

    Ya makanya mas, kita diperintah untuk mengikuti syari’at rasul, karena bersumber langsung dari wahyu ilahi, kan gampang aja.

    Jika I mau tau seluk beluk keluarga U, yang benar I harus bertanya sama U. Jika I bertanya tentang seluk beluk keluarga U pada orang yang salah (Mis.Musuh U), Kira-kira berita apa yang I akan dapatkan tentang keluarga U?
    Just Simple…

    kalau main akal-akalan seperti ini anda ya kurang tepat juga mas, ketika anda pingin tahu pribadi seorang maling, kemudian anda menanyainya, Apakah anda maling? kira-kira anda akan mendapatkan jawaban yang memuaskan atau tidak ya??? Tapi sebaliknya, jika anda tanya kepada tetangganya, pasti anda akan mendapatkan jawaban yang lebih memuaskan, bukankah begitu mas?! hehehe, akal tu bukan patokan utama mas.

  10. weh jenggot naga mengambil riwayat hadits sunni, setahu saya hadits itu diriwayatkan sahabat nabi, sedang menurut syiah semua sahabat nabi murtad kecuali 4 orang. nah, ngapain lu nambil periwayatan hadits dari org murtad.
    dasar tengil

  11. TEST>>>TEST

    —haulasyiah—
    nulis komentar tidak berguna seperti ini, tidak ditampilkan dituduh gk fair, gak ilmiyyah. halah dasar pembaca…

  12. Waduh tulisan I di-SPAM nih? Why? Jgn jd gerah gitu donk

    —haulasyiah—
    maaf, rasanya kami gk pernah nyePAMkan tulisan anda.

  13. Waduh mas U salah memahami contoh yang I paparkan. Kalau U bicara maling, itu namanya sudah VONIS. Menurut aturan peradilan dibelahan bumi manapun. Sebelum Hakim menjatuhkan Vonis, PASTI hakim akan menghadirkan terdakwa untuk dimintai keterangan terlebih dahulu. Jika Hakim memvonis tanpa menghadirkan terdakwa, Vonisnya dianggap cacat menurut hukum.
    To. Syaipullah, jika U tidak mengetahui permasalahan lebih baik U diam. U hanya hanya bisa mendengar katanya dan katanya. Belajar dong tentang mazhab-2 lain diluar mazhab U, jadi komentar U berbobot, tidak asal sembur.
    Malu-lah jadi terlihat………………U

    —haulasyiah—
    ya sudah, seandainya anda melihat orang mencuri kemudian anda menanyainya, apakah anda tadi mencuri? kira-kira apakah anda akan mendapatkan jawaban yang memuaskan, kalau pake “kaedah” anda tentu akan mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan. hehehe akal bukan patokan utama mas….

  14. Kenapa di-SPAM terus mas? Kalau memang tidak Ilmiah, U kasih tahu I letak tidak ilmiahnya dimana?

    —haulasyiah—
    mas jenggot kah? sabar dong, saya hidup/OL kan bukan untuk naggapin komennya sampeyan tok.

  15. He,he,he di-SPAM lagi. Ruwet ya mas jawabnya? Kalau setiap jawaban yang mengkritisi U spam, kurang hidup blog sampean mas. Sulit memang mas untuk bersikap FAIR.

    —haulasyiah—
    jenggot naga, daurulank, track, dan break sepertinya sih satu orang. katanya pingin fair, ilmiyyah. halah itukan omong kosong doang.

  16. Afwan jika tidak salah ada tulisan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahulloh– tentang peperangan fitnah diantara para shahabat -rodhiAllohu ‘anhum- tersebut. Apa Akh juga pernah mempostingnya di web ini?

    Jazakumullohu khoiron

    —haulasyiah—
    bisa dicari di daftar isi

  17. Sorry mas I memang ganti nama, soalnya I coba kirim tapi tidak masuk-masuk. I coba ganti nama, baru bisa masuk.

  18. @track
    masak belum tahu yang mana yang bener udah disuruh belajar perbedaan madzhab..
    belajar lagi yuk..
    sesuai pemahaman para salafus shaleh..
    mengapa demikian??
    karena setiap golongan menggembar-gemborkan al-quran dan sunnah..

    terus menulis ya haulasyiah..
    barakallahu fikum..
    wasalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

  19. Aisyah RA adalah manusia biasa. Beliau sangat menyesali pernah keluar rumah sepeninggal Rasul hingga terjadi perang Jamal. Muawiyah RA sangat menyesali diri telah berperang melawan Ali RA dan mudah-mudahan ijtihadnya diterima oleh Alloh SWT. Amin. Sedangkan Ali RA adalah sahabat Rasul utama yang sangat cendekia dan sangat di cintai Rasul. Sahabat Ali adalah sepupu nabi yang saat kecil rela makanannya diambil ibundanya dan diberikan pada Rasul. Mudah-mudahan beliau menempati surga Firdaus. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: