Kedudukan hadits, “Manusia yang paling dicintai rasulullah adalah Fathimah dan ‘Ali”

Alhamdulillah wash sholatu wassalamu ‘ala rasulillah wa ‘ala ‘alihi wa shahbihi waman walah

كان أحب النساء إلى رسول الله r فاطمة، و من الرجال علي

“Wanita yang paling dicintai rasulullah adalah Fathimah dan dari kalangan laki-lakinya adalah Ali.”

Hadits bathil. Dikeluarkan Tirmidzi 2/319 dan Hakim dari jalur Ja’far bin Ziyad Al Ahmar dari Abdullah bin Atho’ dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya, ia berkata, “Kemudian ia menyebutkan hadits diatas.”

Berkata Tirmidzi, “Hadits ini Hasan Gharib, kami tidak mengetahui (periwayatannya) kecuali dari jalur ini.” Berkata Al Hakim, “Sanadnya Shahih.” Dan disepakati oleh Imam Dzahabi.

Asy Syaikh Al Albani rahimahullah berkata, “(Adapun) Abdullah bin Atho’, Imam Dzahabi sendiri mengatakan dalam kitabnya Adh Dhu’afa’, ‘berkata Nasa’i, ‘tidak kuat.’ Dan Al Hafizh berkata dalam Taqrib, ‘Jujur, tapi salah (dalam meriwayatkan hadits) dan (ia seorang) mudallis.’.”

Syaikh Al Albani melanjutkan, ‘(ia seorang mudallis) dan pada sanad ini meriwayatkan dengan ‘an’anah, perawi seperti ini tidak bisa dijadikan hujjah walaupun ia tsiqah. Terlebih, jika ternyata ia hanya seorang yang shaduq (kedudukan shaduq dibawa kedudukan tsiqah).

Kemudian yang meriwayatkan darinya adalah Ja’far bin Ziyad Al Ahmar, keadaanya diperselisihkan. Imam Dzahabi dalam Adh Dhu’afa’ berkata, ‘ia tsiqah tapi (sering meriwayatkan) sendirian.’

Berkata Ibnu Hibban, ‘(jika meriwayatkan hadits) terbolak balik.’

Dan Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan dalam kitabnya Taqrib, ‘Jujur, terpengaruh paham Syi’ah.’.”

Syaikh Al Albani kembali melanjutkan, ‘(jika perawinya) seperti dia (sering salah dan berpaham Syi’ah) maka hati ini tidak tenang terhadap haditsnya, terlebih ketika berbicara tentang keutamaan Ali radhiallahu ‘anhu. Karena sudah diketahui, bagaimana sikap berlebihan Syi’ah terhadap Ali, dan demikian banyaknya mereka membuat hadits-hadits dusta tentang keutamaannya.

Hadits ini dengan redaksi yang sama juga diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, melalui jalur seorang perawi yang tertuduh (sebagai pemalsu hadits) bernama Jami’ bin ‘Umair At Taimi, ia berkata, “Aku masuk bersama bibiku (dari pihak ayah) -dalam riwayat lain, ‘bersama ibuku.’- menemui ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, (ketika itu) ada yang bertanya, ‘Siapakah manusia yang paling dicintai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam?’ ‘Aisyah menjawab, ‘Fathimah.’ Dan dari kalangan laki-laki? Tanya orang itu lagi. ‘Suaminya.’ Jawab ‘Aisyah.” Diriwayatkan Tirmidzi (2/320) dan Hakim (3/154) melalui dua jalur yang (kesemuanya) dari Jami’ bin ‘Umair At Taimi si Pemalsu hadits. Imam Tirmidzi memberikan komentar terhadap hadits ini, kata beliau, “Hadits ini, Hasan Gharib (asing).” Dan berkata Hakim, “Sanadnya Shahih.” Klaim ini dikritik oleh Imam Dzahabi dengan kritikan yang sangat bagus.

Berkata Syaikh Al Albani rahimahullah, “Jami’ tertuduh (sebagai pemalsu hadits), dan ‘Aisyah tidak pernah sama sekali mengucapkan perkataan ini.”

Kemudian Syaikh Al Albani menjelaskan penyakit kedua yang menyebabkan bathilnya hadits ini, yaitu maknanya bertentangan dengan hadits-hadits yang tidak diragukan lagi keshahihannya bagi Ahlus Sunnah.

Pertama: Al Imam Ahmad berkata, “Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid Al Haddad dari Kahmas dari Abdullah bin Syaqiq, ia berkata, ‘Aku berkata kepada ‘Aisyah, Siapakah manusia yang paling dicintai rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam?’ Ia menjawab, ‘’Aisyah.’ Aku bertanya lagi, ‘dan dari kalangan laki-laki?’ Ia menjawab, ‘Bapaknya.’ ‘Kemudian siapa lagi?’ ‘Umar.’ Lalu beliau menyebutkan beberapa orang lagi.” Syaikh Al Albani berkata, “Sanad hadits ini shahih, para perawinya semuanya terpercaya, perawi Al Bukhari.”

Kedua: Diriwayatkan dari ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata, “Aku mendatangi rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu aku bertanya, ‘Siapakah manusia yang paling engkau cintai?’ beliau menjawab, ‘’Aisyah.’ Aku bertanya lagi, ‘dari kalangan laki-laki?’. ‘bapaknya.’ Jawab beliau.” Diriwayatkan Al Bukhari, Muslim, dan Ahmad 4/203.

Riwayat ini dikuatkan oleh hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan Ibnu Majah (101) dan Hakim (4/12) hanyasaja (pada riwayat ini) dicukupkan sampai perkataan rasulullah “Bapaknya”. Setelah menyebutkan riwayat ini Imam Hakim memberikan komentar, “Shahih, atas syarat Bukhari dan Muslim.” Memang hadits ini seperti yang beliau sebutkan.

Dikuatkan pula oleh hadits Ummu Salamah yang diriwayatkan Ath Thayalisi (1613), ia berkata, “Semoga Allah merahmatinya (yakni ‘Aisyah), demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, beliau adalah manusia yang paling dicintai rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam setelah bapaknya.” Sanad hadits ini bisa untuk dijadikan penguat.

Adapun yang menerangkan bahwa Abu Bakar adalah manusia yang paling dicintai rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam selain hadits diatas juga kesepakatan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mereka semua sepakat bahwa Abu Bakar adalah empat khalifah rasulullah yang terbaik. Dan aqidah inilah yang diyakini oleh Ali bin Abi Thalib, sebagaimana yang dikhabarkan oleh manusia yang paling tahu tentang keadaannya, yaitu anaknya yang bernama Muhammad Al Hanafiyyah, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada bapakku, ‘Siapakah manusia terbaik setelah rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam?’ Ia menjawab, ‘Abu Bakar.’ Kemudian siapa lagi, tanyaku, ‘Kemudian Umar…’ jawabnya.” Dikeluarkan Al Bukhari.

Maka dengan riwayat-riwayat ini kita tahu bathilnya hadits diatas.

Diterjemahkan secara bebas dari As Silsilah Al Ahadits Adh Dha’ifah no.1124, karya Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah ta’ala.

Tanbih: Bathilnya hadits ini tidaklah menurunkan kemuliaan Ahlul bait disisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sebagaimana yang sering kami jelaskan. Bagi anda yang ingin mendalami aqidah Ahlus Sunnah tentang Ahlul Bait bisa merujuk ke kitab-kitab induk mereka.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua untuk selalu beramal dengan hadits-hadits shahih.

3 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum akhi tolong dibahas kemiripan syi’ah dengan yahudi, nashara dll. Syukron

  2. Yang U Maksud shohih itu yang mana?

    lho.. dah baca belum ni?

    , U fikir U Yang berhak nyohihin atau ngelemahin hadits…

    wah saya sih gk berhak mas, makanya saya nukilin pendapat ulama’

    biadab memang U,

    waduh… jangan emosi disini

    Ingat Alloh akan memusuhi orang yang memusuhi Ali As dan Syi’ahnya.

    betul, tapi syi’ah yang mana nih?

    Buat ibnu Selamet, “Yahudi mirip Kamu….”,

    hehehe… darah tinggi ya mas???

  3. Iya nih ishak (nggak pantes nama nabi dipakai si dungu ini) darah tinggi. Mungkin nggak ada wanita yang sudi dimut’ah oleh “beliau” (siphilis parah). Ha ha ha. Saya mirip yahudi? apa karena mereka memuliakan SAHABAT nabi Musa AS sebagaimana saya memuliakan SAHABAT Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam? Dalam hal ini yahudi punya satu “keutamaan” dibanding rafidli macam ishak .
    Woi ishak!!!dimana kedudukanmu dibanding sahabat nabi ??? Nyebokin mereka saja you sama sekali tidak pantas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: