Keistimewaan Sepuluh Shahabat Peraih Janji Surga

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Abu Bakar di Jannah (surga), Umar di Jannah, Ustman di Jannah, Ali di Jannah, Thalhah di Jannah, Zubair di Jannah, Abdurrahman bin ‘Auf di Jannah, Sa’d di Jannah, Sa’id di Jannah, dan Abu ‘Ubaidah di Jannah)) (HSR. Tirmidzi)

1. Keistimewaan Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu

  • Meraih keistimewaan menjadi shahabat pertama yang masuk islam dari kalangan laki-laki. Beliau juga shahabat dekat nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam sebelum masa keislaman.
  • Meraih kemuliaan mendapatkan gelar Ash-Shiddiq dari Allah dan Rasul-Nya.
  • Meraih keistimewaan menjadi pendamping Nabi dalam menjalankan dakwahnya. Sehingga masuk islam melalui usaha beliau beberapa shahabat mulia, diantaranya adalah Utsman bin ‘Affan Radhiallahu ‘anhu.
  • Meraih keistimewaan Hijrah ke negeri Habasyah.
  • Meraih keistimewaan hijrah ke negeri Madinah bareng bersama Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.
  • Meraih keistimewaan berjihad dengan jiwa dan hartanya fii sabilillah.
  • Meraih keutamaan menjadi khalifah kaum muslimin yang lurus setelah wafatnya Rasulullah.
  • Meraih kemuliaan menjadi imam shalat menggantikan Rasul ketika beliau sakit.
  • Memberangkatkan pasukan Usamah untuk membuka negeri Syam karena menjalankan kehendak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam di akhir hayatnya
  • Menumpas habis Ahlur Riddah (orang-orang yang murtad).
  • Memperluas daerah kekuasaan kaum muslimin sampai ke beberapa daerah di Iraq dan Syam. Radhiallahu ‘anhu.

2. Keistimewaan Umar bin Khattab

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam pernah berdo’a, “Ya Allah, Muliakanlah islam dengan salah satu dari dua Umar!”

  • Meraih kemuliaan Islam dengan do’a Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.
  • Meraih keistimewaan mendapatkan julukan ­Al-Faruq (pembeda), pembeda antara yang hak dan yang bathil.
  • Meraih keistimewaan mendapatkan julukan Al-Mulham (yang diberi ilham).
  • Meraih kemuliaan dan kesempatan menjadi mertua Nabi dari putrinya yang bernama Hafshah Radhiallahu ‘anha.
  • Meraih keutamaan jihad fii sabilillah bersama Rasul diberbagai medan pertempuran.
  • Meraih keutamaan menjadi khalifah kedua kaum muslimin yang lurus setelah Abu Bakar.
  • Beliau diberi anugerah menjadi khalifah yang adil, sehingga bertebaran keadilan dan keamanan pada masa kekhilafaannya.
  • Melanjutkan usaha Abu Bakar dalam menyebarkan islam sampai beliau berhasil menguasai sisa-sisa negeri syam, sebagian negeri Paris, Mesir, dan Baitul maqdis. Radhiallahu ‘anhu.

3. Kestimewaan Utsman bin ‘Affan Radhiallahu ‘anhu

  • Meraih kemuliaan islam melalui usaha dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu.
  • Meraih kemuliaan hijrah ke negeri Habasyah
  • Meraih kemuliaan hijrah ke negeri Madinah Nabawiyyah.
  • Meraih berbagai pujian dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.
  • Seorang pedagang jujur dan mulia, menginfakkan hasil perdagangannya di jalan Allah.
  • Meraih kemuliaan dan kesempatan menjadi menantu Rasulullah dengan dua puteri beliau, Ruqoyyah dan Ummu Kultsum karena sebab itulah beliau dijuluki Dzun Nurain.
  • Meraih janji surga dari Rasul yang tercantum dalam sabdanya, “barangsiapa yang membeli sumur Rumah untuk kepentingan kamu muslimin maka baginya surga.” Maka Utsman pun membelinya.
  • Meraih janji surga dari Rasul yang tercantum dalam sabdanya, “Barangsiapa yang membantu menyediakan perbekalan tentara ‘usrah maka baginya surga.” Maka Utsmanpun membantu menyiapkan perlengkapannya mereka. Peristiwa ini terjadi pada perang Tabuk.
  • Meraih kemuliaan menjadi khalifah kaum muslimin ketiga.
  • Beliau melanjutkan usaha khalifah sebelumnya dalam melakukan perluasaan daerah kekuasaan kaum muslimin baik di daerah timur dan barat.
  • Pada masa kekhilafaan beliau kaum muslimin berhasil memenangkan pertempuran Dzat Shawari sehinggal menjadikan daerah pesisiran milik kaum muslimin yang sebelumnya di bawah kekuasaan Romawi.
  • Pada masa kekhilafaan beliau sempurnalah pengumpulan alqur’an dan penyebarannya di berbagai negeri. Radhiallahu ‘anhu.

4. Keistimewaan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu

  • Meraih kemuliaan islam dalam usianya yang sangat muda.
  • Meraih kemuliaan bermulazamah dengan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.
  • Meraih kemuliaan membantu dakwah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.
  • Meraih kemuliaan berjihad fii sabilillah bersama Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam disemua medan pertempuran kecuali perang Tabuk, itupun disebabkan karena Rasulullah menjadikannya sebagai pengganti beliau di Madinah.
  • Meraih kemuliaan menjadi menantu Rasul dari puterinya tercinta, Fathimah, pemimpin wanita penduduk surga.
  • Meraih kemuliaan dengan mendapatkan keturunan yang shalih, yaitu Al-Hasan, Husein, Zainab, dan Ummu Kultsum, Radhiallahu ‘anhum.
  • Meraih kemuliaan menjadi khalifah keempat kaum muslimin setelah syahidnya khalifah Utsman bin ‘Affan.
  • Meraih kemuliaan menjadi shahabat yang ahli dalam bidang fiqih, fatwa, qadha’, beliau juga termasuk shahabat yang paling tahu permasalahan sunnah Rasul. Radhiallahu ‘anhu.
  • Meraih kemuliaan sanjungan dari Rasul Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, “kedudukanmu disisiku seperti kedudukan Harun disisi Musa hanyasaja tidak ada nabi setelahku.”
  • Meraih kemuliaan dari Rasul sebagai seorang yang mencintai dan dicintai Allah dan Rasulnya.
  • Beliau meneruskan usaha para khalifah sebelumnya yaitu memperluas daerah kekuasaan kaum muslimin.

5. Keistimewaan Thalhah bin ‘Ubaidillah Radhiallahu ‘anhu

  • Meraih kemuliaan islam melalui usaha dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu.
  • Meraih kemuliaan menjadi salah satu ahlu syuro.
  • Meraih kemuliaan mendapatkan julukan Al-Juud , Al-Khair, dan Al-Fayyadh.
  • Meraih kemuliaan hijrah ke negeri Madinah.
  • Meraih kemuliaan jihab fii sabilillah bersama Rasul Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam semua pertempuran.
  • Shahabat yang setia melindungi Nabi pada peristiwa Uhud sehingga tubuh beliau dipenuhi luka. Kemudian Rasul mengusapnya sehingga hilanglah luka tersebut dari tubuhnya, maka hari itu disebut hari Thalhah.

6. Keistimewaan Zubair bin Al-Awwam Radhiallahu ‘anhu

  • Meraih kemuliaan islam melalui usaha dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu pada usianya yang belum genap enam belas tahun.
  • Meraih kemuliaan hijrah ke negeri Habasyah dan Madinah.
  • Meraih kemuliaan jihad fii sabilillah bersama Rasul dalam semua pertempuran.
  • Termasuk Shahabat yang setia membela dan melindungi Nabi pada peristiwa Uhud.
  • Meraih sanjungan kehormatan dari Rasul dalam sabdanya, “Setiap nabi pasti memiliki penolong setia dan penolong setiaku adalah Az-Zubair.”.
  • Meraih kemuliaan jihad fii sabilillah melawan orang-orang murtad di jaman Abu Bakar Ash-Shiddiq.
  • Hadir pada pertempuran Yarmuk.
  • Umar bin Khatthab menyatakan, “Sesungguhnya Zubair adalah rukun dari rukun-rukun agama.” Radhiallahu ‘anhu.

7. Keistimewaan Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallahu ‘anhu

  • Meraih kemuliaan islam melalui usaha dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu .
  • beliau adalah orang kedelapan yang memeluk islam.
  • Meraih kemuliaan menjadi ahlu syura, yaitu orang-orang yang Rasulullah wafat dalam keadaan ridha kepada mereka.
  • Meraih kemuliaan hijratain (dua hijrah) ke negeri Habasyah dan Madinah.
  • Meraih kemuliaan jihad fii sabilillah bersama Rasulullah.
  • Meraih kemuliaan menjadi imam shalat menggantikan Rasul pada perang Tabuk, maka Rasul mempersaksikan beliau dengan kebaikan.
  • Beliau adalah shahabat yang dermawan, sering membebaskan budak, bersedekah untuk kaum muslimin, dan menyediakan perbekalan jihad fii sabilillah. Radhiallahu ‘anhu.

8. Keistimewaan Sa’d bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu

  • Meraih kemuliaan islam melalui usaha dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu .
  • Meraih kemuliaan menjadi paman Rasul.
  • Darahnya adalah darah pertama yang mengalir dalam islam.
  • Meraih kemuliaan jihad fii sablilillah bersama Rasul disemua pertempuran.
  • Menjadi pahlawan dalam peperangan Uhud sebagai pemanah sejati.
  • Hadir dalam pertempuran Qadisiyah pada pemerintahan Umar dan pertempuran Madain, salah satu kota di Persia. Radhiallahu ‘anhu.

9. Keistimewaan Sa’id bin Zaid Radhiallahu ‘anhu

  • Meraih kemuliaan islam sebelum rasul berdakwah dirumah Arqam.
  • Meraih kemuliaan hijrah ke negeri Habasyah dan Madinah
  • Meraih kemuliaan berjihad fii sabilillah bersama Rasul.
  • Hadir dalam pertempuran Yarmuk dan pembukaan kota Damaskus.
  • Meraih kemuliaan menjadi shahabat yang doanya selalu mustajab. Radhiallahu ‘anhu

10. Keistimewaan Abu ‘Ubaidah Radhiallahu ‘anhu

  • Meraih kemuliaan islam melalui usaha dakwah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu .
  • Keislimannya berbarengan dengan keislaman Utsman bin Mazh’un, Ubaidah bin Harits bin Mutthalib, Abdurrahman bin ‘Auf, dan Abu Salamah bin Abul Asad. Radhiallahu ‘anhum.
  • Kokoh dalam keislamannya walaupun diboikot oleh kaumnya.
  • Meraih kemuliaan jihad fii sabilillah bersama Rasul disemua pertempuran.
  • Meraih kemuliaan sanjungan dari Rasul dalam sabdanya, “Setiap umat memiliki seorang kepercayaan, dan kepercayaan umat ini adalah Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah.”.
  • Meraih kemuliaan menjadi duta Rasul untuk negeri Yaman dan Najran dalam rangka mengajarkan syariat islam.
  • Memimpin pasukan Syam untuk memerangi Yarmuk, membuka kota Damaskus, Ladziqiyah dan daerah-daerah di negeri Syam.
  • Meninggal di Syam karena penyakit Tha’un. Radhiallahu ‘anhu.

Lihat biografi mereka selengkapnya di:

Al-Ishabah fii Ma’rifah Ash-Shahabah, karya Al-Hafizh

Tadzkiratul Huffazh dan Siyar, karya Al-Hafizh Adz-Dzahabi.

9 Tanggapan

  1. hanya orang bodoh aja yang ngomong kalua abu bakar umar usman dan talhha serta zubair.silakan cari hadist tentang tanah fadaq peristiwa hari kamis dan pengkhianatan talha dan zubair kepada Imam Ali As

    —haulasyiah—
    Alhamdulillah, kami beriman dan yakin dengan seluruh khabar yang datang dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.
    Mereka adalah shahabat Rasul yang mulia sekaligus peraih janji surga, ini adalah wahyu dari Allah yang harus kita imani.

    untuk permasalahan fadak, bisa dilihat disini E-booknya ada disini

  2. manusia mana yang berani mncela para shahabat?na’am manusia jenis apa itu?khumaini??khumaini huwal mubtadi’. syi’i yang suka dengan celaan thd para shahabat rasulullah.

  3. huhhhh…
    sebodoh2 orang, adalah orang yang menertawakan dan coba menghinakan orang2 yang dimuliakan.
    apalagi coba melaknat mereka……

    siapakah diri anda “lasaudin”?, sehingga berani mengambil
    Rasulullah sebagai lawan di akhirat sana?…

    Kau hanyalah orang kalah….dan tidak mau keluar dari kebodohan…huh, malangnya dirimu

    tobatlah….sebelum terlambat.

  4. @lasaudin…

    anda sudah merasa lebih mulia drpada para sahabat Nabi Muhammad SAW yang sudah jelas2 Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan keutamaan2 mereka???

    Apakah anda syiah? Kalau benar, segeralah bertobat. Umat Islam disatukan oleh aqidah ahlus sunnah wal-jamaah, berdiri kokoh diatas petunjuk Al qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Ketahuilah kawan lasaudin, tidaklah pantas org2 seperti kita mencela para sahabat r.a walaupun sejarah telah mencatat diantara mereka pernah terjadi kesalahpahaman dan pertempuran seperti halnya Ali r.a dan Mu’awiyyah r.a, namun kita sepantasnyalah husnudzon dan menjunjung tinggi mereka sebagai org2 yg utama dalam agama Islam setelah Rasulullah SAW. Masalah kesalahpahaman itu biarlah urusan mereka dengan ALLAH SWT saja karena Ia adalah Dzat Yang Maha Tahu dan Maha Adil.

    Kawanku lasaudin segeralah bertobat, kembali ke jalan islam dan aqidah sunnah Rasulullah SAW. Tidak ada itu agama islam wahhabi, itu adalah julukan dari para ahlul bid’ah dan org2 syiah yg memandang sinis terhadap org Islam yg berpegang teguh pada sunnah, dan terutama diperuntukkan pada syaikh yg telah memberantas bid’ah2 dan memurnikan aqidah ahlus sunnah wal-jamaah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Yg ada adalah ISLAM yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, kedua hal pokok inilah pemersatu umat muslim di kolong langit ini.

    Kepada pemilik blog ini, -haulasyiah-…
    Teruskan perjuanganmu, sobat, jangan pernah putus asa untuk memurnikan sunnah Rasulullah SAW. Ingat, biarpun banyak yang membencimu dan menggelarimu wahhabi, tapi ALLAH SWT Maha Tahu mana yang benar dan mana yang salah. Ia akan menolong org yg tak kenal lelah memperjuangkan agamaNya dan sunnah RasulNya, Insya ALLAH.

    Semoga anda selalu dirahmati ALLAH SWT dan selalu dalam naunganNya. Amin

  5. Dalil Alqurannya mana Ustadz ??

    bisa di share kan di sini.

    salam,

    —haulasyiah—
    dalilnya dari Al-Qur’an ttg permasalahan diatas adalah firman Allah, “Segala apa yang datang dari rasul kepada kalian maka ambillah….” QS. Al-Hasyr:7.
    diantara yang didatang dari Rasul dan disampaikan kepada umatnya adalah apa yang kami sebutkan diatas.

  6. @lasaudin….
    Wahai pengikut Syiah,sadarkah siapakah dirimu…?
    Anda bukan orang Persia atau Majusi bukan….???
    Kau pertaruhkan dirimu dalam jurang neraka dengan melaknat orang2 mulia disisi Allah dan RasulNya.
    Jaga lisan dan hatimu………………….

  7. Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?

    Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.

    Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?

    Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

    Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

    Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

    Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.

    Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

    Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).

    Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

    Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

    Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

    1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
    a) Syahadatain
    b) As-Sholah
    c) As-Shoum
    d) Az-Zakah
    e) Al-Haj

    Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
    a) As-Sholah
    b) As-Shoum
    c) Az-Zakah
    d) Al-Haj
    e) Al wilayah

    2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :
    a) Iman kepada Allah
    b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
    c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
    d) Iman kepada Rasul Nya
    e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
    f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

    Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
    a) At-Tauhid
    b) An Nubuwwah
    c) Al Imamah
    d) Al Adlu
    e) Al Ma’ad

    3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat

    Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

    4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
    Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

    Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

    5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
    a) Abu Bakar
    b) Umar
    c) Utsman
    d) Ali Radhiallahu anhu

    Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).

    6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
    Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

    Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi.

    7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

    Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

    8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

    Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

    9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
    a) Bukhari
    b) Muslim
    c) Abu Daud
    d) Turmudzi
    e) Ibnu Majah
    f) An Nasa’i
    (kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

    Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :
    a) Al Kaafi
    b) Al Istibshor
    c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
    d) Att Tahdziib
    (Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).

    10. Ahlussunnah : Al-Qur’an tetap orisinil

    Syiah : Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

    11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
    Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

    Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
    Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

    12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

    Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

    Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
    Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

    13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

    Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

    14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.

    Syiah : Khamer/ arak suci.

    15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

    Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

    16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

    Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
    (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

    17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

    Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.
    (Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

    18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

    Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

    19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.

    Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
    (padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).

    Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sengaja kami nukil sedikit saja, sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.

    Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

    Masihkah mereka akan dipertahankan sebagai Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

    Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).

    Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).

    Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.

    Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.

    Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.

    Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.

  8. Assalamualikum

    Kita dapat melihat sendiri bahwa Redaksi HaulaSyiah rajin menyebarkan kebohongan2 tentang Islam; karena Redaksi HaulaSyiah tidak mengerti Islam dengan baik dan benar.

    Kaum Syiah berusah keras untuk mencerdaskan para pembaca; sehingga Kaum Syiah selalu memberikan pendapat-pendapatnya berdasarkan AlQuran dan Hadith.

    Redaksi Haulasyiah telah berani menjamin para sahabat tertentu untuk masuk surga. Padahal ALLAH telah menjamin semua sahabat untuk masuk ke api neraka; kemudian mereka yang benar2 takut kepada ALLAH akan dikeluarkan dan diselamatkan dari api neraka.

    Pak Haji, yang menjamin para shahabat dengan surga bukan seorang haulasyiah, tapi Allah didalam Al-Qur’an dan Rasulullah dalam haditsnya. Tentang sepuluh shahabat peraih janji surga diatas telah Rasulullah sebutkan dalam haditsnya, kalau memang Syi’ah beriman dengan hadits maka terimalah hadits yang menjelaskan permaslahan diatas.

    ALQURAN 19:71-72
    71. dan tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan mendatangi api neraka itu. Hal itu bagi Tuhamu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan

    72. Kemudian ALLAH akan menyelamatkan mereka yang takut kepada ALLAH dan membiarkan mereka yang jahat (dzolim) di dalam keadaan berlutut.

    Baca juga SHOHIH MUSLIM no 4781

    Pak Haji, makna “mendatangi api neraka” maksudnya bukan memasukinya, namun melewati jembatan yang berada diatasnya. Karena, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjelaskan didalam haditsnya bahwa akan ada diantara umatnya yang akan masuk surga tanpa hisab dan adzab.

  9. sekiranya ada orang syiah yang saya jumpai dan telah nyata dia mengkafirkan sahabat maka saya tidak akan berpikir panjang untuk memisahkan kepalax dari badannya.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: