Kata Mereka: “Umar bin Khattab Tukang Homo”

Ni’matullah Al-Jazairi dalam kitabnya Al-Anwar An-Nu’maniyah 1/63, Zainuddin An-Nabathi Al-Bayadhi dalam kitabnya Ash-Shirathul Mustaqim 3/28, berkata: “Sesungguhnya Umar terjangkiti sebuah penyakit yang tidak akan sembuh kecuali dengan sperma laki-laki (tukang homo), dan neneknya adalah anak zina.”

Yasir Al-Habib, dalam ceramahnya menambahkan: “… Karena ‘Umar, dialah yang mengharamkan pernikahan jenis mut’ah….. seandainya ia tidak mengharamkan mut’ah pasti manusia tidak akan berbuat zina. mengapa ia mengharamkan mut’ah? karena dua sebab, sebagaimana yang telah kami jelaskan pada muhadharah kami yang lalu. Sebab pertama: karena ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ‘wahai Ali! bahwsanya tidaklah mencintaimu kecuali ia seorang mukmin dan tidaklah membencimu kecuali anak zina.” Maka ‘Umar berkeinginan untuk memperbanyak perbuatan zina dan anak zina, oleh karena itu ia mengharamkan mut’ah, agar manusia berbuat zina dan membuahkan dari perzinahan mereka keturunan, sehingga anak-anak zina itu menjadi musuh bagi Ali bin Abi Thalib dan membencinya, yakni Umar ingin memperbanyak jumlah orang-orang yang membenci Ali bin Abi Thalib, ini sebab yang pertama. Sebab kedua: Bahwa ‘Umar ketika melarang perbuatan mut’ah, karena (dengan itu) sebagian manusia akan beralih kepada perbuatan liwath (homo), dan ini ada manfaat tersendiri bagi ‘Umar, karena ia sebagaimana yang telah kami sebutkan (pada pertemuan) lalu bahwa ia senang dengan perbuatan liwath, maksudnya ia senang digauli dengan cara liwath. Dan seperti riwayat al-mukhalifin bahwa ‘Umar pada duburnya terdapat penyakit yang tidak bisa sembuh kecuali dengan sperma laki-laki……….”

Na’udzubillah, Khalifah kedua kaum muslimin Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu yang selalu dijunjung tinggi oleh kaum muslimin dihinakan dan direndahkan oleh kaum Syi’ah. Khalifah, yang dimasanya islam berada pada puncak kejayaan.
Dari sini kita paham bahwa ‘aqidah mereka dari dahulu sampai sekarang adalah satu, ini sebagai bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Syi’ah tidak merujuk kepada pendahulu mereka yang telah meninggal. Yasir Al-Habib, salah seorang ulama mereka ternyata merujuk kepada riwayat ulama sebelumnya.

29 Tanggapan

  1. Benarkah itu? Apabila salah, sungguh fitnah yang sangat keji bagi manusia sekaliber Umar bin Khattab ra.

    —haulasyiah—
    Na’udzubillah, khalifah yang selalu junjung tinggi dihinakan oleh kaum Syi’ah.

  2. na’udzu billaah min dzallik..tp jangan samakan dengan kasus Noordin M top..jangan dibandingkan dan disamakan…masa khalifah rasullullah disamakan dengan para teroris yg mati di wc..na’udzubillaah

    —haulasyiah—
    Na’udzubillah

  3. ALLAH telah mengangi Nikah Misyar dengan Nikah Mut’ah. Rasulullah dan para sahabat telah melaksanakan Nikah Mut’ah.

    Kaum Sunni mengharamkan Nikah Mut’ah dan kembali menghalalkan Nikah Misyar; sehingga Kaum Sunni sama dengan orang2 yang munafiq yang rajin menolak ayata ayat AlQuran atau menolak Nikah Mut’ah.

    Padahal Nikah Mut’ah adalah pernikahan yang terbaik; karena Nikah Mut’ah tidak dapat dipergunakan untuk zina. Nikah Misyar dipergunakan oleh masyarakat Arab Jahiliyyah untuk pelacuran dan untuk perbudakan.

    Umar ibn Khattab yang telah mengharamkan Nikah Mut’ah. Nikah Mut’ah masih dilaksanakan oleh para sahabat ketika Rasulullah masih hidub dan ketika Abu Bakr berkuasa.

    Umar ibn Khattab tidak hanya membatalkan Nikah Mutah; tetapi juga membatalkan ayat ayat AlQuran yang lain misalnya membatalkan Itikaf di dalam Masjid pada bulan suci Romadhan; karena Umar ibn Khattab menciptakan BIDAH yang bernama Sholat Tarawih.

    —haulasyiah—
    Bapak Haji, komentar anda tidak karuan, kepontang panting sana sini, beberapa pertanyaan saya belum dijawab:
    kata anda nikah mut’ah adalah nikah terbaik di dunia, nah:
    0. Pernakah Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk melakukan mut’ah???
    1. Pernakah Rasulullah melakukan mut’ah?
    2. Pernakah Sayyidah Fathimah di mut’ah atau minta di mut’ah??? kalau Sayyidah Fathimah pernah di mut’ah atau pernah minta dimut’ah bagaimana tanggapan Imam ‘Ali????
    3. Pernakah Imam Ali melakukan mut’ah dan memerintahkan kaum muslimat ketika itu untuk melakukannya?
    4. Pernakah Imam Hasan dan Husein melakukan mut’ah???
    Ka

  4. Kepada Haulasyiah yang pintar dan yang terhormat

    PERTANYAAN

    1.Pernakah ALLAH memerintahkan Nabi untuk melakukan Mut’ah?

    2. Pernahkah Rasulullah melakukan Mut’ah

    JAWABAN

    ALQURAN 33:28
    Hai Nabi, katakanlah kepada istri istri kamu, jika kamu menghendaki kehiduban dunia ini dan perhiasannya. maka saya akan memberikan MUT’AH dan saya ceraikan kamu dengan cara yang baik

    ALQURAN 33:49
    Hai orang2 yang beriman; jika kamu menikah dengan wanita2 yang beriman; kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu bercampur; maka tidak wajib atas mereka iddah bagimu yang kamu minta disempurnakan; lepaskanlah mereka dengan cara yang baik

    ALQURAN 2:24
    Kepada wanita2 yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) MUT’AH menurut yang ma’ruf (baik, adil, wajar dll) sebagai kewajiban untuk mereka yang bertaqwa

    Baca juga ALQURAN 2:236 dan ayat ayat lain tentang MUT’AH

    KESIMPULAN

    Kaum Syi’ah menerima ayat ayat AlQuran dengan tulus hati; termasuk ayat ayat tentang Nikah Mut’ah. Kaum Sunni menolak keras ayat ayat AlQuran; terutama menolak ayat ayat tentang Nikah Mut’ah

    PERTANYAAN

    Bukankah Kaum Sunni sama dengan orang2 Munafiq yang rajin menolak ayat ayat AlQuran?

    —-haulasyiah—
    Pak Haji, sudah kubilang, anda jangan berputar kesana kemari, jawab dulu semua pertanyaan saya tentang mut’ah dengan jelas, kalau memang nikah mut’ah seperti yang anda katakan adalah nikah terbaik didunia ini

    0. Pernakah Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk melakukan mut’ah???
    1. Pernakah Rasulullah melakukan mut’ah, dengan siapa mana buktinya? Kalau ayat yang anda sebutkan memang seperti yang anda pahami tentu Beliau sebagai seorang Rasul akan bersegera mengamalkannya. Karena beliau adalah orang yang paling paham tentang makna Al-Qur’an.
    2. Pernakah Sayyidah Fathimah di mut’ah atau minta di mut’ah??? kalau Sayyidah Fathimah pernah di mut’ah atau pernah minta dimut’ah bagaimana tanggapan Imam ‘Ali???? Kalau memang ayat tersebut seperti yang anda pahami tentu Sayyidah Fathimah akan mengamalkannya, karena Ahlul bait termasuk orang yang paling bersemangat mengamalkan kandungan Al-Qur’an
    3. Pernakah Imam Ali melakukan mut’ah dan memerintahkan kaum muslimat ketika itu untuk melakukannya? Kalau memang ayat tersebut seperti yang anda pahami tentu Imam Ali akan mengamalkannya, dan tentu beliau akan menganjurkan umat islam agar bersegera memenuhi perintah Allah. Itu kalau memang seperti yang anda pahami
    4. Pernakah Imam Hasan dan Husein melakukan mut’ah??? Kalau pernah mana buktinya, kalau tidak pernah berarti beliau menolak ayat Al-Qur’an seperti tuduhan anda terhadap kaum sunni.

    Mohon pertanyaan ini djawab dengan jelas sesuai pertanyaan. Syukran wa hadakallah.

  5. Kepada Haulasyiah yang pintar dan yang terhormat

    Semua pertanyaan antum telah dijawab berdasarkan AlQuran; tetapi antum tidak beriman (tidak percaya) kepada AlQuran. Antum meragukan kebenaran AlQuran.

    ALQURAN 2:2
    Kitab (AlQuran) itu tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk untuk MUTTAQIN (orang yang takut kepada ALLAH).

    Kaum Syiah tidak pernah meragukan Nikah Mut’ah; karena Nikah Mut’ah diterangkan langsung oleh ALLAH di dalam AlQuran.

    Kaum Syiah percaya bahwa ALLAH adalah Tuhan yang maha mengetahui dan yang maha beran; sehingga tidak mungkin Nikah Mut’ah sangat buruk seperti yang digambarkan oleh Kaum Sunni.

    Rasulullah dan para sahabat melaksanakan Nikah Mut’ah; karena Nikah Mut’ah adalah pernikahan yang terbaik; dan karena Nikah Mut’ah diwajibkan untuk orang2 yang beriman.

    Jika antum terus menerus meragukan kebenaran AlQuran; maka antum tidak beriman kepada ALLAH dan Rasulullah.

    PERINGATAN untuk redaksi Haulasyiah

    Berhentilah meragukan kebenaran AlQuran; seperti orang2 Kafir, orang2 Munafiq dan orang Musyrik meragukan kebenaran AlQuran.

    —haulasyiah—
    Pak Haji, saya ingin tahu riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah dan para shahabatnya termasuk didalamnya Ahlul bait melakukan mut’ah? Anda kan sebukan diatas bahwa Rasulullah dan para shahabatnya melakukan mut’ah….

  6. Bismillah…

    @ Haji Muhammad Abdullah :

    Ketika kami, ahl as sunnah, tidak memahami ayat al Qur’an diatas seperti yang kalian (syiah) pahami….

    Antum mengatakan :

    “Berhentilah meragukan kebenaran AlQuran; seperti orang2 Kafir, orang2 Munafiq dan orang Musyrik meragukan kebenaran AlQuran.” …(??)

    Kalau begitu, antum pun termasuk
    “…orang2 Munafiq yang rajin menolak ayat ayat Al-Quran”

    ..jika antum meyakini bahwa Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alihi wasalam merupakan penutup para Nabi…

    kenapa…??

    Karena ada sebuah firqoh dari Islam (Al Qadiyani), yang meyakini bahwa masih ada Nabi setelah Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasalam-

    Dan celakanya, mereka-pun berhujjah dengan ayat Al Qur’an seperti antum…

    رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّينَ ….
    [QS. Al Ahzab :40]

    oleh kelompok tersebut.. lafadz “..khatamannabiyyina..”
    diartikan sebagai “perhiasan para nabi”

    …di dalam pandangan kelompok mereka (AL Qodiyani), antum tentunya orang yang munafiq, karena tidak mau mengikuti penafsiran hawa nafsu mereka terhadap Kitabullah…

    ————————————–

    Kalau sudah seperti ini, lalu bagaimana cara menjelaskan atau menafsirkan ayat itu, agar kerancuan hilang, dan kebenaran menjadi terang benderang…?

    Kami ahl as sunnah mengembalikan penafsiran ayat tersebut kepada pemahaman salaful ummah (sahabat, ahl bayt, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan ulama2 ahl as sunnah yang lain),
    melalui nash-nash yang shahih dari Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasalam-

    ————————————–

    Sekarang coba antum tunjukan riwayat-riwayat yang mendukung penafsiran ayat-ayat di atas, yang digunakan sebagai dalil ‘peng-HALAL-an’ nikah mut’ah, seperti yang diminta oleh redaksi Haulasyiah….

    —————-
    Kembalilah ke pangkuan ahl as sunnah wahai saudaraku….

  7. Kepada Abu Yusuf yang pintar dan yang terhormat

    Kaum Syiah dapat menghormati pendapat2 Kaum Sunni; walaupun pendapat2 Kaum Sunni bertentangan dengan AlQuran dan Hadith.

    ALLAH telah menerangkan Nikah Mut’ah di dalam AlQuran dan Rasulullah telah menerangkan Nikah Mut’ah di dalam Hadith yang tertulis pada Kutub Sihah Sittah (Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Ibn Majah, Abu Dawud)

    ALQURAN 4:59
    Hai orang2 yang beriman; taatilah ALLAH dan taatilah Rasul dan Ulil Amri di antara kamu. Jika terjadi perbedaan pendapat; maka kembalikanlah kepada ALLAH (AlQuran) dan Rasul (Hadith/Sunnah) jika kamu benar2 beriman kepada ALLAH dan Hari kemudian; karena yang demikian lebih utama dan lebih baik.

    Kaum Syiah memberikan pendapat2 meraka berdasarkan AlQuran dan Hadith misalnya di dalam Kasus Nikah Mut’ah.

    Kaum Sunni memberikan pendapat2 mereka tidak berdasarkan AlQuran dan tidak berdasarkan Hadith; tetapi berdasarkan kebohongan2 tentang Nikah Mut’ah yang sengaja dikarang oleh Ulama Sunni sendiri.

    PENJELASAN

    Ana tidak akan kembali kepada madhab Ahlul Sunnah; karena banyak kesalahan di dalam madhab Ahlul Sunnah; sakhirnya saya menemukan kebenaran agama Islam di dalam madhab Ahlul Bait (Syi’ah).

    Tidak mungkin saya kembali menghianati ALLAH dan kembali menghianti Rasulullah dengan cara menolak Nikah Mut’ah; seperti penghianatan Kaum Sunni kepada ALLAH dan kepada Rasulullah.

    —haulasyiah—
    Pak Haji, kalau pendapat-pendapat Ahlus Sunnah memang bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits mengapa masih dihormati.
    Tentang nikah mut’ah Pak Haji masih terombang ambing, pertanyaan-pertanyaan saya belum dijawab dengan jelas.
    Pak Haji berani mengatakan bahwa Rasulullah pernah melakukan mut’ah, padahal salah seorang ulama’ mereka dalam dialognya bersama Utsman Al-Khamis tidak berani mengatakan hal tersebut.
    Pak Haji coba jawab pertanyaan saya dengan jelas.

  8. Bismillah..

    @ Haji Muhammad Abdullah :

    saya ajukan satu saja pertanyaan untuk antum,

    Mengapa Imam Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu ‘anhu-, tidak menjalankan wasiat dari Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasalam-…?

    padahal sudah jelas (menurut kaliyan),
    bahwa beliau (Ali r.a.) merupakan satu-satunya orang yang diberikan amanah atau wasiat oleh Nabi -shallallahu ‘alaihi wasalam- sebelum wafatnya, untuk memegang kekhalifahan sepeninggal Beliau -shallallahu ‘alaihi wasalam-

    Kalau sudah begitu jelas wasiat Nabi -shallallahu ‘alaihi wasalam-, kepada Imam Ali (??),

    …..lantas kenapa Imam Ali -radhiyallahu ‘anhu-, membiarkan begitu saja Abu Bakr, Umar, dan Utsman menduduki kursi kekhalifahan..?

    Kenapa Beliau (Imam Ali r.a.) diam saja, tidak menuntut haknya sebagai khalifah…?? tidak memerangi mereka…???

    Padahal ana yakin, tidak ada seorang muslim-pun di atas muka bumi ini yang meragukan keberanian Imam Ali -radhiyallahu ‘anhu- di dalam membela yang haq…
    Dan ke-amanah-an beliau didalam memegang janji (apalagi wasiat)…

    Walohu ta’ala a’lam…

    —haulasyiah—
    Pak Haji, cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan saya dan saudara Abu Yusuf dengan jelas dan ilmiyah

  9. Ketika Orang telah terjerumus ke jalan yang Sesat… akan sulit menemukan jalan yang lurus… kebanyakan mereka akan lebih terjerumus ke jalan yang lebih Sesat…

    Ada teman yang juga mengalaminya… setelah keluar dari LDII kok malah masuk ke Syi’ah

    Semoga mereka mendapatkan hidyah…

  10. Bismillah.

    Buat pak haji, semoga ALLah membukakan pintu hati anda, dan memberikan hidayah, cuma sekedar mengingatkan, saya yakin pak haji mengetahui bahwa syiah itu sesat menyesatkan, akan tetapi dia sudah terlanjur mendapat ajaran Taqiyah dari syiah, sehingga semua perkataan yg dikatakan adalah dusta belaka, yg mana taqiyah(berbohong) itu digunakab untuk menutupi kesesatan syiah.

    Wassalam

  11. jika nasehat yang baik tidak lagi di dengar, mungkin dengan nasehat yang jelek bisa tersentuh.
    kepada penganut syiah anjurkanlah pada anak2 wanita kalian dan istri2 kalian serta para wanita diantara keluarga kalian untuk nikah mut’ah.contohkanlah jika itu adalah syariat. bahkan pada kaum laki2nya juga.ajarkanlah sejak dini tanamkanlah istilah “daripada zina..”puaskanlah syahwat tanpa ada konsekuensinya
    jikalau…saya syiah,semakin kuat aqidah saya dan sebagai orang normal tentulah akan saya pecahkan record sebanyak mungkin nikah mut’ah, kan daripada zina.tentang reaksi ortu?…jelaskan bahwa ini adalah syariat. wa iyya naudzubillah.

  12. Haulasyiah bertanya: “Jika pendapat2 Ahlul Sunnah bertentangan dengan AlQuran dan Hadith/Sunnah; kenapa harus dihormati?”

    Haji Muhammad Abdullah menjawab:

    “ALQURAN 3:103 Berpeganglah kamu semua kepada tali ALLAH dan janganlah kamu bercerai berai……padahal kamu telah berada di tepi jurang api neraka……

    Kaum Syiah lebih suka mencerdaskan ummat Islam dengan cara saling menasehati kepada sesama orang yang beriman (Sunni, Ahmadiyah, Ingkar Sunnah dll) berdasarkan kasih sayang dan cinta kasih;

    tetapi jika mereka (Sunni, Ahmadiyyah) lebih suka melakukan debat kusir yang tidak bermanfaat; kecuali menambah dosa2 mereka (Sunni, Ahmadiyyah dll) sendiri; maka Kaum Syiah mengalah karena takut kepada ALLAH (Taqiyyah); supaya tidak menambah kebencian dan permusuhan di antara sesama orang yang beriman.

    Kaum Sunni lebih suka konfrontasi dari pada saling menasehati; sehingga kaum Sunni sengaja mencari-cari kesalahan2 yang telah dilakukan oleh Ulama Syiah yang telah wafat; karena Kaum Sunni tidak suka menjaga persatuan ummat Islam.

    ALQURAN 3:105
    dan jangalah kamu menyerupai orang2 yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datant kebenaran (AlQuran) yang jelas; karena mereka akan disiksa dengan siksaan yang sangat keras.

    PERMOHONAN

    HMA memohon pertanyaan diajukan satu per satu; supaya HMA dapat menjawabnya dengan baik dan lengkap; dan supaya para pebaca yang lain tidak bingung dan salah faham.

    —haulasyiah—
    Pak Haji setiap menyebutkan ayat Al-quran mesti gak nyambung dengan tema. ayat perintah untuk tidak perpecah belah bukan berarti harus menghormati pihak-pihak yang memiliki ajaran bathil.

    menjawab permohonan anda:
    0. Pernakah Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk melakukan mut’ah???

    1. Pernakah Rasulullah melakukan mut’ah, dengan siapa mana buktinya? Kalau ayat yang anda sebutkan memang seperti yang anda pahami tentu Beliau sebagai seorang Rasul akan bersegera mengamalkannya. Karena beliau adalah orang yang paling paham tentang makna Al-Qur’an.

    2. Pernakah Sayyidah Fathimah di mut’ah atau minta di mut’ah??? kalau Sayyidah Fathimah pernah di mut’ah atau pernah minta dimut’ah bagaimana tanggapan Imam ‘Ali???? Kalau memang ayat tersebut seperti yang anda pahami tentu Sayyidah Fathimah akan mengamalkannya, karena Ahlul bait termasuk orang yang paling bersemangat mengamalkan kandungan Al-Qur’an

    3. Pernakah Imam Ali melakukan mut’ah dan memerintahkan kaum muslimat ketika itu untuk melakukannya? Kalau memang ayat tersebut seperti yang anda pahami tentu Imam Ali akan mengamalkannya, dan tentu beliau akan menganjurkan umat islam agar bersegera memenuhi perintah Allah. Itu kalau memang seperti yang anda pahami

    4. Pernakah Imam Hasan dan Husein melakukan mut’ah??? Kalau pernah mana buktinya, kalau tidak pernah berarti beliau menolak ayat Al-Qur’an seperti tuduhan anda terhadap kaum sunni.

    Mohon pertanyaan ini djawab satu persatu sesuai nomor dengan jelas dan ilmiyah. Syukran wa hadakallah.

  13. Kepada Abu Yusuf yang pintar dan yang terhormat

    Antum memberikan banyak pertanyaan; sehingga HMA tidak mengerti pertanyaan antum dengan sempurna.

    JAWABAN

    ALQURAN 17:71
    Satu hari nanti (pada hari Qiyammah); kami akan panggil semua ummah dengan IMAM-nya (pemimpinnya)….

    Ummah dan Imam berasal dari kosa kata UMM (Ibu).

    Kaum Syiah percaya bahwa pada hari pengadilan nanti setiap manusia akan diminta pertanggun-jawabannya sendiri sendiri.

    Kemudian setiap ummah (bangsa, golongan, rakyat, generasi dll) akan diminta petanggun-jawabannya oleh ALLAH; ummah per ummah; atau kelompok per kolompok; atau bangsa per bangsa dll.

    Kaum Sunni percaya bahwa IMAM adalah seorang pemimpin Sholat berjamah di dalam Masjid.

    Berdasarkan AlQuran dan Hadith; maka Kaum Syiah tidak hanya percaya bahwa IMAM adalah seorang pemimpin sholat di dalam Masjid tetapi juga pemimpin negara atau pemimpin ummah.

    Imam Ali ibn Tholib menolak Khalifah Islamiyyah (Kerajaan Islam) yang diciptakan, dimulai, dipelopori oleh Abu Bakr, Umar ibn Khattab dan Uthman ibn Affan; karena Khalifah Islamiyyah (kerajaan Islam) adalah Bidah yang dibuat oleh Abu Bakr, Umar ibn Khattab dan Uthman ibn Affan.

    Imam Ali ibn Tholib memperjuangkan negara IMAMAH; bukan negara Khalifah Islamiyyah (kerajaan Islam); sehingga Kaum Syiah bertangung-jawab secara langsung atau tidak langsung atas kehancuran Khalifah Islamiyyah (Kerajaan Islam) di dunia ini

    Kasus penggulingan Khalifah terakhir terakhir terjadi; ketika Imam Khomeni dari Iran menggulingkan Khalifah Islamiyyah (kerajaan Islam) tahun 1979 . Raja Reza Pahlevi adalah Khalifah (raja yang beragama Islam) di Iran yang berkuasa pada waktu itu. Raja Reza Pahlevi adalah seorang pengikut madhab Ahlul Sunnah (Sunni).

    —haulasyiah—
    Pak Haji, kok tambah lama tambah gak nyambung gini. Kata anda, Imam Ali menolak khalifah islamiyyah Khilafah Islamiyyah yang diciptakan, dimulai, dipelopori Abu Bakar, buktinya mana?

  14. Kepada HaulaSyiah yang pintar dan yang terhormat

    HaulaSyiah bertanya: “Pernahkah ALLAH memerintahkan Rasulullah untuk melakukan Nikah Mutah?

    Kita sebagai orang yang beriman mengakui bahwa ALLAH adalah Tuhan yang maha mengetahui dan maha pintar; sehingga ALLAH tidak mungkin membuat kesalahan.

    ALQURAN 33:28
    Hai Nabi, katakanlah kepada istri istri kamu: “Jika kamu menghendaki kehiduban dunia ini dan perhiasannya,, maka kemarilah supaya saya memberikan MUT’AH kepada kamu semua; dan saya akan menceraikan kamu dengan cara yang terbaik.

    PERTANYAAN

    Bagaimana pendapat antum tentang ayat AlQuran tersebut.

    ALQURAN 33:49
    Hai orang2 yang beriman, jika kamu menikah wanita wanita yang beriman; kemudian kamu menceraikannya sebelum kamu bercampur; tidak ada kewajiban ‘Iddah atas mereka; maka berikanlah MUT’AH dan lepaskan mereka dengan cara yang terbaik

    PERTANYAAN

    Kenapa ALLAH hanya menerangkan tentang Nikah Mut’ah di dalam AlQuran; dan tidak menerangkah pernikahan yang lain selain Nikah Mut’ah?

    Apakah ALLAH yang salah sehingga Nikah Mut’ah merugikan ummat Islam; atau antum yang salah mengerti (salah faham) tentang Nikah Mut’ah?

    —haulasyiah—
    Pak Haji, anda terlalu bertele-tele. Saya tahu anda tidak akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kami sehingga anda selalu memalingkan pembicaraan dan perhatian.
    Saya ulangi lagi pertanyaan saya, kalau memang anda menjawabnya sesuai dengan pertanyaan maka bolehlah kita lanjutkan diskusi ini, tapi kalau tidak rasanya tidak perlu kita lanjutkan. Semoga Allah memberi hidayahnya kepada kita semua.

    0. Pernakah Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk melakukan mut’ah??? ayat-ayat yang anda sebutkan diatas akan kita ketahui makna dan maksudnya apabila anda mau menjawab pertanyaan no.1 dan seterusnya dengan jelas tanpa bertele-tele

    1. Pernakah Rasulullah melakukan mut’ah, dengan siapa mana buktinya? Kalau ayat yang anda sebutkan memang seperti yang anda pahami tentu Beliau sebagai seorang Rasul akan bersegera mengamalkannya. Karena beliau adalah orang yang paling paham tentang makna Al-Qur’an.

    2. Pernakah Sayyidah Fathimah di mut’ah atau minta di mut’ah??? kalau Sayyidah Fathimah pernah di mut’ah atau pernah minta dimut’ah bagaimana tanggapan Imam ‘Ali???? Kalau memang ayat tersebut seperti yang anda pahami tentu Sayyidah Fathimah akan mengamalkannya, karena Ahlul bait termasuk orang yang paling bersemangat mengamalkan kandungan Al-Qur’an

    3. Pernakah Imam Ali melakukan mut’ah dan memerintahkan kaum muslimat ketika itu untuk melakukannya? Kalau memang ayat tersebut seperti yang anda pahami tentu Imam Ali akan mengamalkannya, dan tentu beliau akan menganjurkan umat islam agar bersegera memenuhi perintah Allah. Itu kalau memang seperti yang anda pahami

    4. Pernakah Imam Hasan dan Husein melakukan mut’ah??? Kalau pernah mana buktinya, kalau tidak pernah berarti beliau menolak ayat Al-Qur’an seperti tuduhan anda terhadap kaum sunni.

  15. Kepada HaulaSyaih yang tidak beriman kepada ALQURAN

    ALLAH sengaja memilih hari jumad supaya orang2 yang beriman berkumpul di dalam Masjid untuk melakukan Sholat Berjamaah; sehingga ALLAH tidak menyebutkan hari hari yang lain.

    ALLAH sengaja memilih bulan Ramadhan supaya orang2 yang beriman berpuasa pada bulan tersebut dan tidak berpuasa pada bulan bulan yang lain.

    ALLAH sengaja memilih Mut’ah supaya orang2 yang beriman melaksanakan pernikahan yang terbaik di mata ALLAH; sehingga ALLAH tidak memilih pernikahan2 yang lain.

    Rasulullah, para sahabat termasuk Ali ibn Tholib mentaati AlQuran; sehingga mereka melaksanakan Nikah Mut’ah sesuai dengan keterangan yang tertulis di dalam AlQuran dan Hadith.

    —haulasyiah—
    wih, wih, wih…. Hebat benar Pak Haji ni, berani mengatakan Rasulullah dan para shahabatnya termasuk Ali melakukan mut’ah….. Padahal Pak Haji, ulama kalian bernama Muhammad At-Tijani saja tidak berani mengatakan demikian. Baiklah, bisa sertakan buktinya Kalau Rasulullah terkhusus Ali pernah mut’ah?

  16. @ Haji Muhammad Abdullah :

    Antum mengatakan :

    “Imam Ali ibn Tholib menolak Khalifah Islamiyyah (Kerajaan Islam) yang diciptakan, dimulai, dipelopori oleh Abu Bakr, Umar ibn Khattab dan Uthman ibn Affan; karena Khalifah Islamiyyah (kerajaan Islam) adalah Bidah yang dibuat oleh Abu Bakr, Umar ibn Khattab dan Uthman ibn Affan.”

    Kalo begitu kenapa Imam Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu ‘anhu- tidak memerangi Abu Bakr, Umar, Utsan… padahal sudah jelas mereka berbuat bid’ah (menurut kaliyan)..??

    Apakah beliau (Imam Ali) tidak punya pasukan? apakah beliau tidak punya kekuatan?

    Padahal (menurut kaliyan) Imam Ali merupakan manusia yang super kuat :

    “Wahai Rasul tatkala Ali hendak
    memukulkan pedangnya pada suatu tempat yang luas Allah menyuruh Israfil Mikail
    untuk menahan lengannya di angkasa agar tidak memukulkan dengan sekuat tenaganya
    dan membagi kekuatan menjadi dua arah.

    Satu arah dikenakan pada besi dan yang satu
    pada tanah. Kemudian Allah menyuruh Jibril agar segera masuk ke bumi untuk menahan
    agar pedangnya tidak sampai ke dasar bumi agar jangan sampai bumi terbalik karenanya.

    Aku (Jibril) pun menahannya. Pedang itu lebih berat bagi sayapku dari kota kaum Lut, yang
    terdiri dari 7 kota. Semuanya kucabut dari bumi ke 7 dan kuangkat hanya dengan 1 bulu
    dari sayapku, aku tunggu perintah Allah hingga waktu sahur untuk membaliknya, aku
    tidak merasakan berat seperti berat pukulan pedang Ali bin Abi Tolib.

    ———————————————————————–

    Pada saat yang sama ada suatu peristiwa ketika benteng pertahanan dapat dijebol
    dan para wanitanya di tahan. Diantara wanita itu ada yang namanya Shafiyah, dia
    adalah anak penguasa benteng tersebut, datang dengan luka di wajahnya.

    Nabi bertanya
    kepadanya.
    Ia berkata pada waktu Ali datang ke benteng dan kesusahan untuk
    menembusnya, maka Ali naik ke menara benteng dan menggoyangkannya. Maka
    tergoyanglah semua benteng dan jatuhlah semua yang ada, saat itu saya berada di atas
    tempat tidurku, lalu aku jatuh oleh goncangan itu dan tertimpa tempat tidurku.

    Nabi
    berkata: “Wahai Shafiyah waktu Ali marah dan menggoncang benteng, Allah marah
    karena marahnya Ali lalu Allah menggoncangkan langit dan bumi.” dan malaikat
    ketakutan jatuh tersungkur.
    Inilah keberanian ilahi.

    ———————————————————————–

    Saat akan membuka pintu benteng
    Khoibar, pada malam hari sebelumnya 40 orang saling bantu membantu untuk menutup
    pintu benteng, saat Ali masuk ke benteng, perisainya jatuh karena tak kuat menahan
    sabetan pedang. Lalu Ali mencabut pintu dan menjadikan pintu benteng itu menjadi
    perisainya hingga Allah memberikan kemenangan.

    ———————————————————————–

    (Al Anwar Anu’maniyah, karangan
    Ni’matillah Aljazaairi)

    Dahsyat betul kekuatan Imam Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu ‘anhu-…..

    dengan kekuatan seperti itu (seharusnya) beliau bisa dengan mudahnya menjatuhkan Abu Bakr, Umar, dan Utsman, memenggal mereka dengan sekali sabetan pedang, memukul pengikut mereka dengan sekali hantaman…..
    Kemudian menegakkan Imamiyyah dengan sempurna, tanpa ada pesaing (Khalifah Bid’ah)

    Tapi kenapa beliau (Imam Ali) malah mendiamkan perbuatan mereka (abu Bakr, Umar, Utsman) , yang berbuat bid’ah (??), dengan membuat-buat khalifah semau mereka sendiri…??
    Padahal Imam Ali adalah hamba Allah yang paling membenci bid’ah….

    Jazakallahu khiar atas penjelasannya

    afwan sebelumnya, apabila pertanyaan ana sukar untuk dipahami…

  17. HR rasululloh dalam kitab AL lrwa no. 1840

    wanita mana saja yang menikah tanpa izin dari walinya, maka nikahnya itu batil, maka nikahnya itu batil, maka nikahnya itu batil.

    pernikahan mut ah amatlah tercela,
    imam homaini, imam syiah rofidoh merupakan penjahat kelamin yang tega memerkosa balita berumur 4 tahun dengan alasan mut ah

    sesunguhnya Alloh menghalangi Taubatnya Ahli bid ah seperti pak HAJI diatas sampai ia bertaubat atas kesesatan yang ada paada dirinya.

  18. sungguh fitnah yang keji

  19. @ Haji Muhammad Abdullah

    “Jaka sembung bawa Golok, Kagak Nyambung Goblok!”

    Kalo debat di atas disaksikan banyak orang di kampus atau aula dan ada moderator debat, ente udah diketawain banyak orang Ji! dan moderator juga bingung nih Haji negrti logika debat gak sih.

    Kalo debat di atas ibarat maen bola, ente udah kebobolan berkali2 Ji. Ngegolin ke gawang sendiri terus sih.

    Kalo debat di atas ibarat maen catur, Raja ente pasti dimakan sama pion lawan Ji. soalnya goblok banget sih.

    Kalo ente orang yang ane kenal, ente pasti udah ane ruqyah kayaknya kepala ente itu banyak jin gobloknya

    Astaghfirullah lii wa lakum.

  20. Kepada Abu Yusuf yang pintar dan yang terhomat

    Imam Ali ibn Abu Tholib sempat ribut (berselisih dengan keras) kepada Abu Bakr dan Umar ibn Khattab dimulai dengan kasus Saqifah di rumah Bani Saidah; karena Imam Ali ibn Abu Tholib tidak setuju dengan Khalifah Islamiyyah (Kerajaan Islam).

    —haulasyiah—
    Pak Haji, mengapa anda selalu lari dari permasalahan? Pertanyaan kami belum anda jawab.
    Anda sebutkan diatas bahwa imam Ali tidak setuju dengan khalifah Islamiyyah, khilafah islamiyyah, kalau beliau tidak setuju dengan kerajaan islam, jadi kerajaan apa yang beliau inginkan? tolong jawab dengan sumber rujukan.

  21. ass,wr wb.kepada saudara2sekalian,hendaknya tidak terpancing dengan komentar2nya haji muhammad abdullah,tidakkah kalian mencurigai ada “sesuatu”pada org tsb?.

  22. Pak Haji nih suka mabur aja. Haji mabur.

  23. syiah itu memang sesat

  24. askum,
    Pak Haji,apakah anda,saudara permpuan anda,anak dan keturunan anda Nikh Mut’Ah.?

  25. askum,
    lebih mulia siapa antara anda dengan Umara bin khattab,dapat gelar apa anda dari baginda rassul.?apa arti alfarruq.?

  26. “Biasakan dirimu untuk memulai SMS dan surat lainnya dengan “Assalamu’alaikum”, semoga engkau akan mendapatinya pada catatan amal solehmu, di hari kiamat kelak.”
    — @almohannam Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al Muhanna, anggota Institut Ilmu Kehakiman Saudi Arabia (bagian dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud), dan salah seorang da’i di Kementerian Urusan Islam, KSA
    9 Januari pukul 20:05
    Waktu: 13/01/2012 21:20:05
    http://twitulama.tumblr.com/

  27. @ pak haji weleh2 nte mank haji bahlul, ni akibat ya pinter tp kpinteran mu pak haji hingga bahlull lo suku saya billang tuammmbukkkkkkk nte. pahami ALqur-an jngn setengah2 pak haji jd ga salah nte, nte px anak perempuan mau kah di nikah mutah pak haji bahlul. mkn y baca kisah Baginda Rassull pak haji jd ga asal jeplak muntung pak haji.baca QUR-AN dan ayat2 y ampe tuntas lo dah paham ru koment,dr pd muka pak haji ilang di ketawain pmbaca.

  28. Pa haji seperti org yg psicho saja ya . Mgkn sewaktu direkrut jd syiah , dia idiot . Ya ALLOH, maafkan saya . Tp sy bcr fakta . Alloh tahu itu .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: