Betapa Besar Kecintaanmu wahai Ibnu Taimiyyah kepada Ahlul Bait Nabi

Bismillah
Ibnu Taimiyah, nama yang tidak asing ditelinga kawan dan lawan. Beliau adalah sosok ulama’ islam yang tidak diragukan lagi keilmuannya. Maka tidak kelirulah kalau umat islam menjuluki beliau sebagai Syaikhul Islam. Hanyasaja, dari pihak lawan ada yang ’kebarakan kumis’ (karena tidak punya jenggot) dengan kiprah dakwah beliau. Karena memang beliau menelanjangi ahlul bathil sampai tidak ada satu helai benang pun di ’badan’ mereka. Lihat saja kitab beliau Minhajus Sunnah, kitab yang terdiri dari 8 jilid (tergantung penerbitnya) beliau khususkan untuk membantah kaum syi’ah dan qodariyah. Berbagai argumen mereka dipatahkan berkeping-keping oleh beliau didalam kitab tersebut. Maka –sekali lagi- tidaklah heran, apabila mereka sampai berusaha begitu keras, memeras keringat, dan membanting tulang untuk menodai nama suci beliau dari tengah umat, dengan kata lain ingin menjauhkan umat dari ulama’ panutannya.

Diantara senjata tumpul yang sering mereka gunakan untuk menghantam Ibnu Taimiyyah adalah ’sikap Ibnu Taimiyyah terhadap Ahlul Bait’. Kata mereka, Ibnu Taimiyyah sangat benci kepada Ahlul Bait, terkhusus kepada Ali bin Abi Thalib. Entah dari mana dagangan basi ini mereka dapatkan, lha wong kami saja yang bertahun-tahun mempelajari kitab-kitab beliau tidak pernah menemukan hal itu. Yang ada justru sebaliknya, beliau sangat memuliakan ahlul bait, tentu ini semua akan diketahui oleh orang yang benar-benar mempelajari kitab beliau, bukan ikut-ikutan, atau hanya sekedar mencuplik sana sini.

Maka dari itulah, kami pada edisi ini menampilkan kembali apa yang pernah kami tulis tentang sikap Ibnu Taimiyyah terhadap Ahlul Bait Nabi Shallallahu ’alaihi wa Sallam.

Berikut sajian dari kami, silahkan dinikmati

Ibnu Taimiyyah dan Ahlul Bait

Kitab Al-’Aqidah Al-Wasithiyyah

Dalam kitab ini beliau memberikan bab khusus tentang ahlul bait,

منزلة أهل البيت النبوي عند أهل السنة والجماعة

Kedudukan Ahlul bait disisi Ahlussunnah wal Jama’ah

Dan mereka (ahlussunnah) mencintai Ahlul bait rasul, menjadikan mereka wali, dan selalu menjaga wasiat Rasulullah tentang mereka ketika beliau bersabda pada hari Ghadir Khum: “Aku ingatkan kalian atas nama Allah untuk menunaikan hak-hak ahlul baitku.”

Dan beliau juga pernah berkata kepada Al-’Abbas, paman beliau ketika dia (Al-’Abbas) mengadu kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa Qurai’sy mengganggu Bani Hasyim: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sekali-kali mereka tidak akan beriman sampai mencintai kalian karena Allah dan juga kerabatku.”

Beliau juga bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memilih bani Isma’il, dan memilih dari bani Isma’il bani Kinanah, dan memilih dari bani Kinanah kaum Quraisy, dan memilih dari kaum Quraisy bani Hasyim dan memilihku dari bani Hasyim.” ……

Minhajus Sunnah

Sebuah kitab yang sangat terkenal baik oleh kawan maupun lawan, dalam banyak tempat beliau menyebutkan secara detail tentang ahlul bait:

وأما أهل السنة فيتولون جميع المؤمنين، ويتكلمون بعلم وعدل، ليسوا من أهل الجهل ولا من أهل الأهواء، ويتبرؤن من طريقة الروافض والنواصب جميعاً، ويتولون السابقين الأولين كلهم، ويعرفون قدر الصحابة وفضلهم ومناقبهم، ويرعون حقوق أهل البيت عليهم السلام التي شرعها الله لهم ……

Adapun Ahlussunnah, mereka mencintai semua orang yang beriman, mereka berucap dengan ilmu dan keadilan. Mereka bukan orang jahil, bukan pula pengikut hawa nafsu. Mereka berlepas diri dari metode (Syi’ah) rafidhah dan kaum nawashib semuanya. Mereka sangat mencintai seluruh As-Sabiiqunal Awwalun, sangat mengetahui kedudukan para shahabat dan keutamaan mereka. Dan mereka selalu memelihara hak-hak Ahlul Bait ‘alaihimus Salam yang telah Allah syari’atkan untuk mereka (Ibnu Taimiyyah dalam Minhajus Sunnah 2/71).


IMAM ALI DI MATA IBNU TAIMIYYAH

Ibnu Taimiyyah berkata:

((فضل عليّ وولايته لله وعلو منزلته عند الله معلوم، ولله الحمد….))

“Keutamaan Ali dan kewaliyannya serta kedudukannya yang tinggi di sisi Allah adalah suatu yang sudah dimaklumi, alhamdulillah. Dari riwayat-riwayat yang shahih memberikan kepada kita sebuah keyakinan (tentang keutamaannya), yang tidak membutuhkan lagi (setelah adanya hadits shahih itu riwayat-riwayat) dusta dan tidak pula (riwayat) yang tidak diketahui kebenarannya” (Minhajus Sunnah: 8/165)

Ibnu Taimiyyah berkata:

((وأما كون عليّ وغيره مولى كل مؤمن ، فهو وصف ثابت لعليّ في حياة النبي صلى الله عليه وسلم وبعد مماته، وبعد ممات عليّ، فعلي اليوم مولى كل مؤمن))

“Adapun keadaan Ali dan selainnya bahwa dia adalah kekasih setiap mukmin, itu adalah sifat yang benar untuk Ali semasa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam hidup dan setelah beliau wafat dan juga setelah Ali meninggal. Maka Ali pada hari ini tetap wali/kekasih setiap mukmin” (Minhajus Sunnah:7/325)

((وأما علي رضي الله عنه فلا ريب أنه ممن يحب الله ويحبه الله))

“Adapun Ali Radhiallahu ‘anhu, tidak diragukan lagi bahwa dia termasuk orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah” (Minhajus Sunnah:7/218 )

((لا ريب أن موالاة علي واجبة على كل مؤمن، كما يجب على كل مؤمن موالاة أمثاله من المؤمنين))

“Tidak diragukan lagi bahwa mencintai Ali bagi setiap mukmin adalah wajib. Sebagaimana diwajibkan pula bagi setiap mukmin mencintai mukmin yang lainnya” (Minhajus Sunnah:7/27)

Ketika menggambarkan keberanian Ali radhiallahu ‘anhu, Ibnu Taimiyyah berkata:

))لا ريب أن علياً رضي الله عنه كان من شجعان الصحابة، وممن نصر الله الإسلام بجهاده، ومن كبار السابقين الأوَّلين من المهاجرين والأنصار، ومن سادات من آمن بالله واليوم الآخر وجاهد في سبيل الله، وممن قاتل بسيفه عدداً من الكفار((

“Tidak diragukan lagi bahwa Ali Radhiallahu ‘anhu termasuk shahabat yang paling berani. Dan termasuk yang Allah menolong islam dengan sebab jihadnya, beliau termasuk shahabat besar sabiqunal awwalun dari muhajirin dan anshar, termasuk pembesar orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan (pembesar) orang yang berjihad fii sabilillah. Dan beliau termasuk orang yang dengan pedangnya telah membunuh sejumlah orang kafir.” (Minhajus Sunnah:8/76)

Ibnu Taimiyyah berkata menggambarkan kezuhudan Ali:

((وأما زهد عليّ رضي الله عنه في المال فلا ريب فيه))

“Adapun kezuhudan Ali Radhiallahu ‘anhu dalam hal harta tidak perlu diragukan lagi” (Minhajus Sunnah:7/489)

Ibnu Taimiyyah lebih mengutamakan shahabat yang tidak ikut memerangi Ali daripada shahabat yang ikut memerangi Ali:

((وأيضاً فأهل السنة يحبون الذين لم يقاتلوا علياً أعظم مما يحبون من قاتله، ويفضلون من لم يقاتله على من قاتله كسعد بن أبي وقاص، وأسامة بن زيد، ومحمد بن مسلمة، وعبد الله بن عمر رضي الله عنهم. فهؤلاء أفضل من الذين قاتلوا علياً عند أهل السنة. والحب لعليّ وترك قتاله خير بإجماع أهل السنة من بغضه وقتاله، وهم متفقون على وجوب موالاته ومحبته، وهم من أشد الناس ذبّاً عنه، ورداً على من طعن عليه من الخوارج وغيرهم من النواصب…..))

“Dan juga. Ahlussunnah mencintai para shahabat yang tidak ikut memerangi Ali lebih besar dari kecintaan mereka kepada shahabat yang ikut memerangi Ali. (Ahlus Sunnah) lebih mengutamakan shahabat yang tidak ikut memerangi Ali dari shahabat yang ikut memeranginya, Seperti Sa’d bin Abi Waqqash, Usamah bin Zaid, Muhammad bin Maslamah, dan Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘anhum. Mereka ini lebih utama disisi Ahlus Sunnah dari (para shahabat) yang ikut memerangi Ali.

Dan mencintai Ali demikian pula menghindar untuk tidak memeranginya lebih baik dengan kesepakatan Ahlus Sunnah dari membencinya dan memeranginya. Dan mereka sepakat atas wajibnya menjadikan Ali wali dan mencintainya. Mereka (ahlus sunnah) adalah manusia yang paling gigih membela Ali, dan membantah setiap yang mencelanya dari kalangan Khawarij dan selain mereka dari Nawashib” (Minhajus Sunnah:4/395)

Ibnu Taimiyyah lebih mengutamakan imam Ali daripada Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan para shahabat nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:

بل هم كلهم متفقون على أنه أجلّ قدراً، وأحق بالإمامة، وأفضل عند الله وعند رسوله وعند المؤمنين من معاوية وأبيه وأخيه الذي كان خيراً منه، وعليّ أفضل من الذين اسلموا عام الفتح وفي هؤلاء خلق كثير افضل من معاوية. أهل الشجرة افضل من هؤلاء كلهم ، وعليّ أفضل جمهور الذين بايعوا تحت الشجرة، بل هو أفضل منهم كلهم إلا ثلاثة، فليس في أهل السنة من يقدم عليه أحداً غير الثلاثة، بل يفضلونه على جمهور أهل بدر وأهل بيعة الرضوان، وعلى السابقين الأوَّلين من المهاجرين والأنصار))

“Bahkan mereka (Ahlussunnah) semua sepakat bahwa Ali memiliki kedudukan lebih tinggi, lebih berhak dengan kepemimpinan, dan lebih mulia di sisi Allah dan rasul-Nya serta kaum mukminin dari Mu’awiyah, ayahnya dan saudaranya yang lebih utama darinya (Mu’awiyah). Dan Ali lebih utama dari semua shahabat yang masuk islam pada Fathu Makkah, sedangkan banyak diantara mereka (yang masuk islam pada Fathu Makkah) lebih utama dari Mu’awiyah. Dan Ahlu Syajarah (yang berbaitan di bawah pohon, bai’at ridhwan) lebih utama dari mereka (yang masuk islam pada fathu Makkah), dan Ali lebih utama dari mereka semua yang ikut berbai’at di bawah pohon kecuali dari tiga orang. Tidak ada dari kalangan Ahlussunnah yang mendahulukan seorang pun diatas Ali kecuali dari tiga orang. Bahkan Ali lebih afdhal dari mayoritas Ahlu Badar (yang ikut perang badar) dan yang mengikuti bai’at Ridhwan, dan (lebih utama) dari Sabiqunal Awwalun dari Muhajirin dan Anshar” (Minhajus Sunnah:4/396)

Ibnu Taimiyyah lebih mendahulukan shahabat yang berperang dipihak Ali daripada shahabat yang berperang dipihak Mu’awiyah –radhiallahu ‘anhum ajma’in- beliau berkata:

((معلوم أن الذين كانوا مع علي من الصحابة مثل: عمار وسهل بن حنيف ونحوهما كانوا أفضل من الذين كانوا مع معاوية))

“Telah maklum bahwa para shahabat yang berperang di pihak Ali seperti, Ammar, Sahl bin Hunaif dan selain keduanya lebih afdhal dari para shahabat yang ikut berperang di pihak Mu’awiyah” (Majmu’ atur Rasail wal Masail li Ibni Taimiyyah, hal:61)

Imam Husein di mata Ibnu Taimiyyah

Berkata Ibnu taimiyyah:

((والحسين رضي الله عنه قتل مظلوماً شهيداً ، وقتلته ظالمون معتدون(( مقتل الحسين وحكم قاتله – ص 77

Dan Husein Radhiallahu ‘anhu terbunuh sebagai syahid secara zhalim, yang membunuhnya adalah orang-orang yang zhalim yang melampaui batas” (Maqtal Al-Husein wa Hukmu Qatilihi, hal:77)

((( وأما من قتل الحسين ) أو أعان على قتله ، أو رضي بذلك فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين ، لا يقبل الله منه صرفاً ولا عدلا ً)) مجموع الفتاوى 4 / 487 – 488

“Adapun orang yang telah membunuh Husein atau memiliki andil dalam pembunuhannya, atau ridha dengan hal itu, maka dia akan mendapatkan LA’NAT ALLAH, MALAIKAT DAN SELURUH MANUSIA, Allah tidak akan menerima darinya sharfan tidak pula adlan” (Majmu’ Fatawa 4/487-488 )

Inilah wahai saudaraku seiman pendirian Ibnu Taimiyyah terhadap Ahlul Bait Nabi. Beliau sangat mencintai mereka. Maka dari sini jelaslah bahwa panah-panah api lagi beracun yang selalu beliau lancarkan adalah ditujukan kepada kaum syi’ah dan selain mereka, dan bukan kepada Ahlul Bait Nabi. Wallahu ’alam

14 Tanggapan

  1. masya Allah. bagus sekali.

  2. Jazakallah khair..

  3. Terimakasih atas percerahan ini. Allohu akbar. Kebenaran dari Allah maka janganlah jadi orang yang ragu-ragu.
    Yaa Allah perlihatkan bahwa yang baik itu adalah baik dan berilah kami rejeki/petunjuk untuk mengikutinya, dan perlihatkanlah yang bathil itu memang bathil dan berilah rejeki/petunjuk kepada kami untuk menjauhinya.
    Syiah bukan Agama Mu yaa Alloh maka hancurkanlah dimanapun dan kapanpun. Ammin

  4. asalamualaykum, jazakh akhi. masih satu lagi sekte yang harus dibantah….ya mereka adalah hizb dan sufisme…tolong dibuat ya akhi….,jaz…!

  5. ALQURAN 23:1-3
    1. Sesungguhnya beruntunglah mereka yang beriman
    2. yaitu mereka yang khusu di dalam sholat mereka
    3. dan mereka yang menjauhi diri mereka dari (perkataan dan perbuatan) yang tidak berguna

    Redaski HaulaSyiah terus menerus menyebarkan kebohongan2 tentang Kaum Syiah; karena Redaksi HaulaSyiah adalah orang2 yang Munafiq; sehingga Redaksi HaulaSyiah rajin melanggar AlQuran dan Hadith/Sunnah.

    Kaum Syiah adalah orang2 yang dengan tulus hati mentaati AlQuran dan Hadith/Sunnah; karena Taqiyyah (takut kepada ALLAH) adalah Aqidah Kaum Syiah.

    Redaski HaulaSyiah adalah orang2 yang sangat bodoh dan sangat tolol; sehingga Redaksi HaulaSyiah sudah tidak malu- malu lagi melakukan dosa dosa besar di depan umum dengan cara terus menerus menyebarkan kebohongan2 tentang Kaum Syiah; karena Redaksi HaulaSyiah sudah tidak takut lagi kepada siksaan ALLAH yang keras di dunia ini dan di akhirat nanti.

    Redaksi HaulaSyiah adalah orang2 yang rajin mendekati perbutaan2 yang berdosa. Padahal orang2 Mukminun rajin menjauhi diri mereka dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna; karena perbuatan dan perkataan yang tidak berguna selalu mengakibatkan dosa dosa besar.

    —haulasyiah—-
    Subhanallah, sering kali kami salafy dicap sebagai kelompok yang senang mengkafirkan. Padahal kalau kita lihat akhlaq orang-orang syi’ah justru lebih parah. Dengan mudahnya mereka men cap orang lain dengan, Dajjal, Kadzab, Munafiq, kafir, dll.

  6. smoga klian org2 salaf akan kmbali ke jlan rasul…..dan meninggalkan mazhab horor ini (wahabi)……
    ini adlah mazhab yg bner2 g nyambung sm ajaran rasul……
    rasul aja ziarah ke makam ibunya…..
    Seperti riwayat ini:

    وروي سليما ن بن بريدة عن ابه قا ل:”زار النبي قبر أمه في ألف مقنع فلم ير باكيا اكثر من يومئد

    “Sulaiman bin Buraidah meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata: bahwa Nabi menziarahi ke kuburan ibunya,dan nabi tidak pernah terlihat menangis seperti itu.”

    Dan riwayat di atas menunjukan bahwa nabi Muhammad S.A.W.W. berziarah kepada kuburan ibunya dan menangis di sana dan apakah nabi disebut sebagai orang kafir, padahal dia adalah nabi kita.dan itu tidak benar sama sekali. Dan jelas nabi pun berziarah,berarti ziarah kubur itu di perbolehkan.dan tuduhan syirik ala wahabi tersebut merupakan hal yang tidak dapat di benarkan…..

    dan jga ibnu taimiyah adlh org yg tdak bisa di benarkan perkataannya……
    dia mengatakan : “tongkat ku lebih baik dari pada jasad nabi muhammad….karena tongkat ku bisa bermanfaat bagi tubuhku….sedangkan mayat nabi muhammad tdk bermanfaat krn dia telah mati”

    begitulah berkataan org miring itu…..

    — haulasyiah —
    Thayib mas salafytulen, tunjukkan di kitab apa salafi mengharamkan ziarah kubur secara mutlak…. hehehe
    Dan tunjukkan pula di mana Ibnu Taimiyyah berucap seperti itu,
    saya tunggu ya….. [ tolong sebutkan kitabnya, kalau bisa juga teka arabnya, nanti kita diskusikan lagi… ]

  7. jazakallah khair akhi maju terus

  8. @ Wahyudi
    Maaf, tanggapan anda tidak dapat kami tampilkan. Tapi coba anda baca lagi dan simpulkan, mana dari cerita anda itu yang menunjukkan bahwa Ibnu Taimiyyah tidak cinta kepada Ahlul Bait.
    Bukankah pembicaraan di situ hanya sebatas siapa pembunuh Husein? atau siapa yang berinisiatif membunuh Husein?
    Adapun berkaitan dengan pribadi Husein, maka Ibnu Taimiyyah seperti yang kami sampaikan di atas.
    Barakallahu fiik

  9. @haji muhammad
    kalau diperhatikan komentar2 anda, semuanya gak mutu.. gak nyambung, menuduh tanpa bukti, mencaci maki. tak lebih hanya sekedar luapan emosi yang membabi buta. tapi memang itulah tabiat org2 syiah, tatkala kesesatannya dibongkar habis2an.
    jadi buat pak haji selamat ‘kebakaran kumis’

  10. Assalamualaikum,

    Simpel aja :

    1. Buat Pak haji : Cepat Tobaaaaaat,
    Tolong dibersihkan otaknya dari virus syiah, coba bagaimana tanggapan anda tentang syiah yang mencaci maki para shahabat , katanya Syiah itu Mazhab “CINTA KASIH” tapi koq kerjaannya “MENGHUJAT TRUS”, piye toh Pak Haji?
    nah klo anak Pak Haji saya Mut’ah selam 3 jam, Ikhlas dak Pak Haji?
    Pasti anak perempuan Pak Haji mencari pernikahan yang langgeng.
    Bagaimana pula dengan statemen Syiah bahwa malaikat jibril salah kirim wahyu, harusnya ke Ali tapi nyasar ke nabi Muhammad?
    Logika apa yang mau Pak Haji pakai?

    2. Buat “Salafy Tulen”

    Saya berharap anda ini Ahlul Sunnah bukan SYIAH, mau anda NU kek, Muhammadiyah keq, saya gak perduli, cuma nasehat saya jangan sampai anda terlalu membenci membabi buta ke saudara sesama Ahlul Sunnah.

    INGAT!!! Kalu anda membenci Wahhaby, itu sama saja anda Membenci Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafei dan Imam Ahmad, dan puluhan atau ratusan Imam yang lain, kenapa???
    Karena para ulama Salafy atau yang anda sebut Wahaby itu mengambil hukum dari pendapat Imam 4 dan juga imam nawawy dan yang lain sebagainya.

    Masak anda gak ngerti?
    Ziarah kubur dilarang sama wahaby? kata siapa, wong itu sunnah koq, yang dilarang adalah” ZIARAH KUBUR UNTUK NGALAP BERKAH, ATAU MENCARI JIMAT DAN YANG LAINNYA”

    Ngerti toh sampean.

  11. ya mudah2 han anda semua bareng idup ma ibn tamiya di akherat sana dengan mendapatkan limpahan laknat oleh allah..

  12. Membaca bagaimana penghargaan Ibnu Taimiyyah kepada Ahlul Bait justru mempertegas kontradiksi kenapa kita tidak menghargai Ahlul Bait dan mengakui kepemimpinan mereka??

    Saya hanya ingin bertanya jika memang hak kepemimpinan bukan di Ahlul Bait, kenapa muawiyyah berdamai dengan Imam Hasan AS pasca Syahidnya Imam Ali?? secara tegas pasca syahidnya Imam Ali kepemimpinan beralih ke Imam Hasan dan Imam Hasan demi perdamaian kaum muslimin merelakan hal itu kepada muawiyyah??

    Jika Imam Husain AS diakui oleh Ibnu Taimiyyah meninggal secara Syahid maka kita harus mengakui kenapa Tragedi Karbala bisa terjadi?? Apa yang memotivasi Imam Husain sehingga harus pecah Tragedi Karbala??

    Jika mengacu kepada keutamaan kepemimpinan diantara yang 3 sebelum Imam Ali, apakah keutamaan Ustman sampai harus mendahului Imam Ali???

    jika bicara Kejujuran siapakan yang berhak mendapatkan Gelar Sadhiq?? Imam Ali tidak pernah mengajukan wajahnya dihadapan berhala dan dia laki-laki pertama yang masuk islam dan mengakui keRasulan.

    Jika Bicara Keberanian siapakah yang paling berani diantara para Sahabat??? hanya Imam Ali yang tidak pernah lari dari Medan Perang. tidak ada sejarah Perang dimana Imam Ali menjadi pasukan ketika bukan Rasul sendiri yang memimpin coba bandingkan dengan sahabat lain yang bahkan dalam perang menjadi pasukan ketika Imam Ali menjadi pemimpin.

    Jika Bicara yang Punya 2 Cahaya?? siapakah 2 Cahaya yang dimaksud???
    Secara Jelas Rasulullah menganggap Imam Hasan dan Imam Husain selaku Cahaya Matanya, Imam Ali sang Pemilik 2 Cahaya.

    betapa banyak keutamaan Imam Ali diambil Alih oleh orang lain.

    —- haulasyiah —-
    Mereka semua adalah orang-orang mulia di sisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, kami tidak pernah meragukan keberanian, kejujuran, keimanan, dan keikhlasan shahabat Ali bin Abi Thalib. Tetapi kami juga tidak seperti syi’ah, yang terlalu berlebihan dalam memuliakan Ali sehingga menjatuhkan para shahabat lainnya. Wallahul musta’an

  13. Smoga Alloh menolong orang yang menolong agama ini.maju terus haulasyiah.kaum syiah bertaubatlah.diliat dari ucapan2 syiah yng berisi umpatan & makian memperlihatkan sebenarnya kalian.kembalilah kejalan ahlu sunnah.

  14. kalau memang ibnu taymiyah mencintai ahlulbayt kenapa tidak menjelaskan hak” dri mereka????

    kenapa bbrp ulama” ahlus sunnah malah melaknat dya???

    sudahlah . . .
    jangan sok menempatkan diri s akan” terdzolimi . . .
    pdhl kalian sndiri mengumbar n sesumbar . . .

    ketika ada org syiah(yg g jls k syiahannya) ngmg salah dikit lgsg d koar” . . .pdhl blm tentu k absahannya!
    klo ada org” wahabi salafy salah mskpn udh jelas d tutup”i smpe megap”~

    kasian saya sma orang” awam yang tertipu . . . .

    —haulasyiah—
    hehe bukankah sudah kita jelaskan pendirian Ibnu Taimiyyah terhadap ahlul bait,, dalam beberapa kitabny beliau memuji kedudukan ahlul bait baik secara umum dan individu. Silakan dibaca kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: