Tabligh Akbar: Catatan Ilmiah untuk Quraish Shihab

InsyaAllah dengan kemudahan dari Allah, akan diadakan Kajian Ilmiyah tentang Syiah yang akan diadakan di Masjid Al-Aafiyah Fakultas Kedokteran UNHAS.. Adapun tema untuk tabligh akbar tersebut adalah “SYIAH-SUNNI Bergandengan Tangan, Mungkinkah? (Catatan-catatan Ilmiah untuk Quraish Shihab)“. Berikut ini adalah rincian infonya :

Waktu : Hari Ahad, 6 Jumadil Akhir 1431H / 23 Mei 2010
Pukul : 09.00.00 WITA – selesai
Tempat : Masjid Al’Aafiyah Fakultas Kedokteran UNHAS
Tema : SYIAH-SUNNI Bergandengan Tangan, Mungkinkah? (Catatan-catatan Ilmiah untuk Quraish Shihab)
Pemateri : Al-Ustadz Dzulqarnain

InsyaAllah Tabligh Akbar ini disiarkan Live via http://www.an-nashihah.com/www.an-nashihah.net/www.almakassari.com/www.syiarsunnah.com/www.annashradio.com dan disiarkan melalui Radio An-Nashihah 107.5 FM.

NB : Karena keterbatasan tempat, maka kajian ini diprioritaskan untuk mahasiswa. Bagi yang ingin mendengarkannya, bisa melalui website atau Radio An-Nashihah. Jadi kami mohon pengertiannya.

Info Panitia : 085255287644 / 085656204078

Jazakumullah khoir.

http://almakassari.com/dawah/dauroh-donasi-dll/kajian-ilmiyah-syiah-sunni-bergandengan-tangan-mungkinkah-catatan-catatan-ilmiah-untuk-quraish-shihab.html

10 Tanggapan

  1. assalamualaikum,warohmatullah,wabarokatu,

    alhamdulillah

    semoga dengan di adakan kajian ilmiah,tsb,
    dapat di kupas dengan rinci dan dalam guna membuka kebenaran yg haq,berdasar kan alqur’an assunah dan ijma salafusoleh,,

    saya juga berharap agar dapat di adakan debat ilmiah antara islam,SUNNY,dgn,aliran SYIIAH
    dgn menghadir kan biang syiah di indonesia,,
    ,,,,,,JALALUDIN RAHMAT,,,,,,,,
    agar umat islam,di,indonesia dapat,mengambil hikmah dan ilmu, dan tidak terjerumus dalam aliran dan faham sesat juga batil,,

    jazakumullah khoir

    wassalamualaikum waromatullah wabarokatu

  2. jazakallah khair wa barakallahu fik atas infonya.
    semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan kemudahan ikhwah luar negeri untuk bersama mengikuti acara ini melalui siaran langsung online radio.

  3. Assalamu’alaikum Wr Wb.

    Segala puji bagi Alloh SWT dan Sholawat atas Nabi Muhammad SAW.

    Alhamdulillah, ana dapat pencerahan mengenai Syiah dan semakin tambah yakin bahwasanya Syiah itu merupakan aliran yang sesat, di lihat dari banyaknya perbedaan prinsip Islam.
    Tetapi yang ana sayangkan, pemahaman mengenai Syiah ini tidak merata, bahkan sebagian teman2 ana sudah menjadi simpatisan yg dikhawtirkan sudah menjadi bagian dari mereka. Ini akibat gencarnya mereka dalam menyebarkan aliran mereka, salah satunya mereka masuk ke dalam pengajian umum dengan kepura-pura-annya (Taqiyah) sebagai bagian dari Aliran Sunny. Kalo ini di biarkan ana khawatir bisa membuat muslim yang awam bisa terpengaruh ke dalam kesesatan mereka.
    Oleh karena itu, bila ada yang berkenan kami sangat menunggu ihkwan yg siap memberikan pencerahan di daerah kami.

    Wallohuil Must’aan
    Wassalamu’alaikum Wr Wb.

  4. kita sudah tau sesatnya syi’ah sehingga tidak perlu berdebat dengan mereka karena mereka sesungguhnya telah tahu bagaimana ISLAM YANG HAQ itu tapi karena fanatik buta dan kebodohan yang ada pada mereka sehingga mereka tetap saja diatas kesesatannya. Tidak sedikit ulama yang telah membantah mereka melalui kitab-kitab karya mereka. Itu ana rasa sudah cukup. Barokalohufikum

  5. Waktu : Hari Ahad, 6 Jumadil Akhir 1431H / 23 Mei 2010
    Pukul : 09.00.00 WITA – selesai
    Tempat : Masjid Al’Aafiyah Fakultas Kedokteran UNHAS
    Tema : SYIAH-SUNNI Bergandengan Tangan, Mungkinkah? (Catatan-catatan Ilmiah untuk Quraish Shihab)
    Pemateri : Al-Ustadz Dzulqarnain

    wah telat info nih,

  6. Syi’ah MENYESATKAN!!!

  7. InsyaAllah ana block situs ini kalo gak juga tobat!

  8. Bismillaah.
    Jazaakallaah khair wa baarakallaahu fiik.
    ana ada tugas dr skolah untuk nyari artikel ttg syi’ah, jadi ingat tman ana yg ngasi tau blog ini. walhamdulillaah.

  9. Sesungguhnya kebathilan akan tumbang, yang haq akan tegak. Agama Allah pasti menang, tinggal kita mau menempatkan diri kita dimana dalam dakwa yg HAQ sesuai manhaz SALAFUSSHOLIH

  10. Bagi saudara yang ingin membandingkan lagi antara Syiah dengan Islam, silahkan luangkan waktu untuk membaca sbb:

    —————————————
    SYIAH:
    – “Para imam mengetahui ilmu yang telah dan akan terjadi, dan tidak ada sesuatu apa pun yang tersembunyi bagi mereka.” (Al Kafi: 1/261).
    – “Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya” (Ushulul Kaafi, hal. 158).
    – “Allah bersifat ba’da, artinya Allah tidak mengetahui hal yang ghaib, dan hanya mengetahui kejadian setelah terjadinya kejadian tersebut”. (Ushulul Kafi fi Kitabit Tauhid: 1/331).
    – “Daripada al-Rayyan bin al-Salt, katanya: Saya mendengar al-Ridha a.s. berkata: Tidak ada seorangpun nabi yang diutuskan Allah melainkan membawa hukum haramnya arak dan mengakui al-bada’ kepada Allah.” (al-Kafi, jil. 1, hal.148).

    ISLAM:
    – “Katakanlah! (Hai Muhammad) Tiada seorang pun baik di langit maupun di bumi yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka dibangkitkan”. (QS. an-Naml: 65)
    – “Dan sesungguhnya Allah ilmunya meliputi segala sesuatu”. (al-Talaq: 12).
    – “Sesungguhnya tidak ada satu pun yang tersembunyi bagi Allah baik di bumi maupun di langit”. (Ali Imran: 5).
    – “Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah yang maha pengasih lagi maha penyayang”. (Surah al-Hasyr: 22).

    —————————————
    SYIAH:
    – “Al-Qur’an yang dibawa oleh Jibril a.s. kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 17.000 ayat, bukanlah Alquran yang ada sekarang ini (Al-Kafi fil Ushul Juz II hal.634).
    – “Di dalamnya terdapat seperti al-Qur’an kalian ini sebanyak tiga kalinya. Demi Allah, tidak ada di dalamnya satu huruf pun dari al-Qur’an kalian”(Ushuul al-Kaafi bab al-Hujjah).
    – “Yang punya bumi adalah Imam, maka apabila Imam keluar kepadamu cukuplah akan menjadi cahaya (nur). Manusia tidak akan memerlukan matahari dan bulan.” (Tarjumah Maqbul Ahmad, hal. 339).
    – ”Dan sesungguhnya yang terpenting dari madzhab kami, adalah imam-imam kami mempunyai kedudukan (maqam) yang tidak bisa dicapai oleh seorang pun malaikat yang muqarrab/dekat dan tidak oleh seorangpun Nabi yang pernah diutus.” (Al Khomeini, kitab al-Hukuumatu al-Islamiyyah, hal. 52).

    ISLAM:
    – “Kitab (Al-Qur’an ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Az-Zumar:1).
    – “Akan tetapi Allah bersaksi atas apa yang Dia turunkan kepadamu (yakni Al-Qur’an). Allah telah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan para malaikat-pun menjadi saksi (pula). Dan cukuplah Allah sebagai saksi” (QS. An-Nisa’ 166).
    – Allah sangat berkuasa dalam menjaga kesucian kitabNya yang terakhir. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Al-Hijr: 9).
    – ”Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah: 23-24).
    – “Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, ‘Telah diwahyukan kepadaku,’ padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, ‘Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.’Alangkah ngerinya sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim dalam kesakitan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), ‘Keluarkanlah nyawamu.’ Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am: 93)
    – ”Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al Baqarah: 39)
    – ”Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.” (Al Baqarah: 41).
    – “Milik siapakah bumi dan semua yang ada didalamnya jika kalian mengetahui ?”. Mereka akan menjawab: “Milik Allah”. Katakanlah: “Maka mengapa kalian tidak mengingat ?”. Katakanlah (wahai Muhammad): “Siapakah Robb langit yang tujuh dan ‘Arsy yang agung ?”. Mereka akan menjawab: “(Milik) Allah”. Katakanlah: “Maka mengapa kalian tidak bertaqwa?”. Katakanlah (wahai Muhammad): “Siapakah yang di tangannya berada kekuasaan segala sesuatu, dia melindungi dan tidak ada yang dapat melindungi (dari azabnya) jika kalian mengetahui ?”. Mereka akan menjawab: “(Milik) Allah”. Katakanlah: “Kalau demikian mengapa kalian sampai tertipu ?”.(Al-Mukminun 84-89).
    – “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa’idah: 3]

    —————————————
    SYIAH (TAQIYAH):
    – Taqiyyah adalah ibadah wajib dalam Syiah untuk pada tahapan awal menyiarkan agama Syiah tanpa memberi tahu hakikat Syiah sebenarnya. “Kalau seandainya tidak ada taqiyyah maka wali-wali kami tidak akan dikenal diantara musuh-musuh kami.” (Al Qummi, kitab Al I’tiqadaat).”
    – “Berkumpullah dengan mereka secara dhahir namun selisihilah mereka secara batin”. (Al Kulani)
    – “Taqwalah atas agamamu dan berhijablah dengan “taqiyah”, maka sesungguhnya tidak sempurna iman seseorang apabila tidak bertaqiyah”. (Ushulul Kaafi, 483).
    – “Taqiyyah merupakan agamaku dan agama para pendahuluku. Tidak ada keimanan bagi seseorang yang tidak bertaqiyyah”. (Al Kafi 2/174).
    – “Jagalah agama kalian dan lindungilah dengan taqiyah, sesungguhnya tidak beriman bagi siapa yang tidak bertaqiyah”. (Al Kulani dalam Ushul Al-Kafi, I/218)
    – “Tidaklah Allah diibadahi dengan suatu amalan yang lebih Dia cintai daripada Al Khab’u. Aku (periwayat) bertanya: “Apa itu Al Khab’u ? Beliau menjawab: “Taqiyyah”. (Al Kafi 2/219).
    – “Kebaikan itu adalah taqiyyah, sedangkan kejelekan itu adalah terang-terangan di dalam beragama.” (Al Kulani, kitab Al Kafi 2/173).
    – “Semulia-mulia akhlak para imam dan orang-orang mulia dari kelompok kami adalah taqiyyah”. (Al Ushul Ashliyah hal. 320).
    – “Taqiyyah hukumnya wajib. Barangsiapa meninggalkannya maka kedudukannya seperti meninggalkan shalat wajib.” (Al I’tiqadaat).

    ISLAM:
    – “Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya.” (Al Fath: 11).
    – “Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya.” (Ali Imran: 167).
    – ”Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” (Al Baqarah: 14-16).
    – ”Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak katakan sesuatu melainkan dusta.” (Al-Kahf:5).
    – Hai Rasul, hendaknya janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman…”. (Al Maidah: 41).
    – “Dan kalian akan dapati sejelek-jelek manusia adalah yang bermuka dua (munafik), yaitu dia mendatangi suatu kaum dengan satu wajah dan mendatangi kaum yang lain dengan wajah yang lain pula.” (Muttafaqun ‘alaihi).

    —————————————
    SYIAH (Shalat):
    – Shalat wajib 3 waktu (menggabung ashar dengan zuhur, dan maghrib dengan Isya).
    – Tidak wajib shalat Jum’at.
    – Wudhu hanya membasuh muka dan tangan saja, yang lainnya cukup diusap.

    ISLAM (Shalat):
    – Shalat wajib 5 waktu
    – Wajib shalat Jum’at. ”Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Jumuah: 9).
    – Berwudhu lengkap seperti membasuh hidung, muka, tangan, kepala, telingga dan kaki.

    —————————————
    SYIAH:
    – “Berkata Abu Ja’far ath-Thusi: “Berkata Abu Abdullah ‘alaihis salam (Imam as-Sadiq): Ambillah harta an-Nasibi (Ahli Sunnah wal-Jamaah) dari jalan apapun kamu mendapatkannya dan berikan kepada kami seperlima”. (Tahzibul Ahkam. (1V/122) Cetakan Tehran.)
    – “Dari dahulu sehinggalah sekarang, bahwa an-Nasibi kafir dan najis secara hukum, dibolehkan mengambil segala harta benda mereka bahkan dihalalkan membunuhnya”. (Al-Hadiq an-Nadirah Fi Ahkam al-Atraf at-Tahirah. (X11/323-324).
    – “Dalam kalangan ulama (Ahli Sunnah) dari Malik, Abi Hanifah, Syafi’i, Ahmad dan Bukhari semua mereka kafir dan terlaknat”. (Asy-Syiah wa as-Sunnah. hal. 7. Ihsan Ilahi Zahiri).
    – “Siapa yang tidak memusuhi mahluk paling buruk dimuka bumi (Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun), maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi).

    ISLAM:
    – ”Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (At Taubah: 100)
    – “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”
    – “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula),” (Ar Rahman: 60).
    – “Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi umat manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran: 110).
    —————————————

    SYIAH (Nikah Mut’ah)
    – Tidak perlu ada wali dan saksi, lamanya waktu dibatasi kontrak, suami tidak wajib menafkahi istri, tidak ada batas jumlah istri, tidak ada warisan.
    – “Apa yang aku katakan kepada dia (wanita yang akan dinikahi) bila aku telah berduaan dengannya?” Maka beliau menjawab: “Engkau katakan: Aku menikahimu secara mut’ah berdasarkan Kitabullah dan Sunnah NabiNya, namun engkau tidak mendapatkan warisan dariku dan tidak pula memberikan warisan apapun kepadaku selama sehari atau setahun dengan upah senilai dirham demikian dan demikian.” Engkau sebutkan jumlah upah yang telah disepakati baik sedikit mahupun banyak.” Apabila wanita tersebut mengatakan: “Ya” berarti dia telah redha dan halal bagi si lelaki untuk menggaulinya.” (Al Furu’ Minal Kafi 5/455, Al-Mut’ah Wa Atsaruha Fil-Ishlahil Ijtima’i hal. 28-29 dan 31).
    – ”Tidak mengapa mut’ah dengan anak yang masih dalam susuan, dengan berpeluk-pelukan atau penyentuhan paha dengan paha, atau meletakkan kemaluan laki-laki tersebut diantara pahanya, atau cium-ciuman.” (Tahrir Al Wasilah 2 / 241 )
    – ”Dari Abdullah bin Abi Ya’fur berkata, saya bertanya kepada Abu Abdillah, tentang seseorang laki yang mendatangi / menyetubuhi perempuan lewat duburnya. Dia berkata: “Tidak mengapa kalau dia rela.” [Al Ishtibshor 3/243].

    ISLAM:
    – Wajib adanya wali dan saksi, tidak dibatasi waktu kecuali talaq atau meninggal, ada warisan, maksimal 4 istri.
    – “Dan pergauilah isteri-isteri kalian dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (Qs. an-Nisaa’: 19).
    – “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu sebagaimana kamu kehendaki.” (Al Baqarah : 223). Yaitu di satu tempat kemaluan (Tafsir Ibnu Katsir 1 / 365 ).
    – “Maka istri-istri yang telah kamu ikmati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna) sebagai suatu kewajiban.” (An Nisa : 24).

    —————————————
    SYIAH:
    – Syahadat: Ashadu Allah ilaha Ilalllah, ashadu anna Muhammad Rasullullah, wa asyhadu anna Aliyyah Waliyyullah (tidak sah agamanya tanpa wa asyhadu anna Aliyyah Waliyyullah)
    – Rukun Syiah: shalat, zakat, puasa, haji, wilayah (perwalian Imam). Tidak perlu syahadat.
    – Rukun Iman: tauhid, ad’adl (keadilan), nubuwwah (kenabian), Imamah (kepercayaan kepemimpinan dan kesucian Imam-Imam Syiah, hari akhir.

    ISLAM:
    – Syahadat: Ashadu Allah ilaha Ilalllah, wa ashadu anna Muhammad Rasullullah.
    – Rukun Islam: syahadat, shalat, puasa, zakat, haji.
    – Rukun Iman: tauhid, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, qada dan qadar.
    —————————————

    Insya Allah membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: