FATAWA: NIKAH MUT’AH TELAH DIMANSUKH (DIHAPUS) DARI SYARI’AT ISLAM

Pertanyaan: Apa pendapat anda tentang orang yang berhujjah atas bolehnya nikah mut’ah dengan firman Allah: “Maka apa yang telah kamu nikmati dari mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna).” (QS. An-Nisa:24) dan ia menyangka bahwa nikah mut’ah tidak dimansukh dalam syari’at islam? Baca lebih lanjut

FATAWA: MENJAWAB SYUBUHAT SEPUTAR MUT’AH

Pertanyaan: Saya membaca dibeberapa kitab bahwa mut’ah hukumnya adalah halal berdasarkan firman Allah, “Maka apa yang telah kamu nikmati dari mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna).” (QS. An-Nisa:24). Hanyalah ia diharamkan setelah wafatnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, dan ‘Umarlah yang mengharamkannya. Khalifah yang ke empat Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Seandainya Umar tidak mengharamkan mut’ah maka tidak ada yang berzina kecuali orang yang celaka.” Bagaimana keabsahan khabar (Ali) ini? Baca lebih lanjut

SEBAB DILARANGANNYA JENIS NIKAH MUT’AH

Pertanyaan: Mengapa Allah mengharamkan pernikahan jenis mut’ah?

Jawab: Allah mengharamkan pernikahan jenis mut’ah karena pada dasarnya tujuan dari pernikahan adalah untuk adanya kasih sayang, tinggal bersama, dan membangun rumah tangga sebagaimana firman Allah, Baca lebih lanjut

FATWA: HUKUM NIKAH MUT’AH (1)

Apa pendapat islam tentang nikah mut’ah?

Jawab: nikah mut’ah adalah haram dan bathil jika terjadi berdasarkan hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim Rahimahumallah dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu. Baca lebih lanjut

Berilah Mereka Nasehat!

Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh, di propinsi bagian timur banyak sekali orang-orang rafidhah, terkadang mereka juga shalat di salah satu masjid (sunni). Apakah kita harus mengingkari dan mengeluarkan mereka dari masjid, terkhusus ditempat-tempat kerja, yang mana masjid pada waktu shalat zhuhur penuh ….? Baca lebih lanjut

PERNYATAAN PARA ULAMA’ ISLAM TENTANG SYI’AH RAFIDHAH 3

Berkata Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Hazm rahimahullah tentang rafidhah, ketika beliau berdebat dengan orang-orang nashara, dan mereka (orang-orang nasharah) menghadirkan kitab-kitab rafidhah untuk membantah beliau. Beliaupun menjawab “Sesungguhnya rafidhah bukan bagian dari muslimin, dan perkataan mereka bukanlah hujjah bagi agama ini. Akan tetapi rafidhah adalah kelompoj yang muncul pertama kali, dua puluh lima tahun setelah wafatnya nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.” Baca lebih lanjut

PERNYATAAN PARA ULAMA’ ISLAM TENTANG SYI’AH RAFIDHAH 2

Berkata syaikhul islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah rahmatan wasi’ah: “Ahlul ilmi telah sepakat secara nukilan, riwayat dan sanad bahwa rafidhah adalah kelompok yang paling berdusta dan kedustaan mereka (telah dikenal) sejak dahulu. Oleh karenanya para ulama’ islam mengetahui keunggulan mereka dengan banyaknya berdusta.”

Berkata Asyhab bin Abdul ‘Aziz: “Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang rafidhah maka beliau menjawab: jangan kamu ajak bicara mereka dan jangan meriwayatkan dari mereka karena mereka adalah pendusta.” Beliau juga berkata: “siapa yang berani mencela shahabat rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak ada bagian baginya dalam islam.” Baca lebih lanjut